Selamat Membaca:)
.
.
.
.
Dengan rasa penasaran yang menggebu, Lesya melangkah mencari asal suara tersebut. Ia mengendap-endap seperti pencuri saat suara tersebut semakin jelas di telinga nya. Perlahan Lesya merapatkan tubuh nya ke tembok memastikan apakah suara tersebut berasal dari sebrang sana.
"Aws.. ampun... Hiks"
Dam.
Suara nya semakin jelas, Lesya melangkah dengan santai ke arah suara tersebut. Dugaan nya benar, pasti ada seseorang yang di bully. Oke tidak bisa di biarkan..
"EKHMM"
Secara refleks aktivitas mereka terhenti. Mereka serempak menoleh ke arah Lesya dengan pandangan kaget, termasuk seorang gadis yang kini terduduk di lantai dengan keadaan yang sangat kacau.
"Siapa lo!? " tanya Salah satu pembully dengan menatap tajam ke arah Lesya.
Bukan nya menjawab Lesya malah tersenyum tipis dan melangkah mendekati mereka. Sedangkan Sang Pembully mereka sudah siap berhadapan dengan Lesya, tak lupa juga tatapan angkuh ciri khas mereka.
"Mau apa Lo? " tanya gadis yang berada di tengah.
Lesya sudah memasang kembali wajah datar nya kemudian berucap " Mau ikutan..boleh?"
Mereka 'Sang pembully' tersenyum senang, mereka pikir gadis ini akan menghentikan aktivitas menyenangkan mereka.
" Ya Boleh dong" seru mereka senang. Bukan apa-apa yah, tapi ketika melihat wajah Lesya yang datar saat mereka menatap tajam Lesya mereka seperti tertantang untuk memasukkan mereka dalam lingkaran pertemanan mereka.
Lesya masih menampilkan raut wajah datar, ekspresinya tidak terbaca sama sekali. Ia memandang seorang gadis cupu yang terduduk di lantai. Terlihat sekali gadis itu ketakutan, namun Ia juga merasakan amarah yang di pendam oleh gadis itu.
Tatapan nya beralih ke pada ke tiga gadis yang tadi membully " Kalau kalian yang gue bully gimana?" Tanya Lesya dengan sudut bibir yang terangkat sebelah. Tak lupa juga tatapan tajam nya yang mengarah kepada mereka bertiga.
Mereka yang mendengar terkejut, apalagi si Gadis yang terduduk di lantai. Ia pikir Ia akan semakin di Bully. Sedangkan ketiga gadis yang tadi bediri angkuh kini perlahan memundurkan langkah nya. Aura yang Lesya keluarkan begitu menyeramkan.
" A apa maksud Lo?" Tanya gadis di tengah berusaha memasang kembali raut wajah angkuh nya.
Lesya tidak menjawab tetapi malah tersenyum tipis, tangan nya terulur ke arah gadis yang terduduk di lantai.
" Bangun!" Ucap nya.
Gadis itu menyambut uluran tangan Lesya dengan gemetar, Ia tidak menyangka akan ada seseorang yang mau menolong nya.
Setelah Gadis itu bangun, Lesya melepas almamater nya dan memasangkan nya ke pundak gadis itu.
"M makasih " cicit nya dengan suara kecil.
" Lo apa-apaan sih? Bukan nya tadi Lo mau ikutan? Kenapa Lo malah nolongin dia!?" Tanya gadis pembully yang berada di tengah.
" Ck..sampah masyarakat!" Ucap Lesya kemudian pergi dari sana dengan menuntun gadis yang di bully mereka.
Ketiga gadis pembully tadi menatap binar ke arah Lesya. Gadis itu penuh keberanian dan mengintimidasi, mereka tak melepaskan tatapan nya sedikit pun dari Lesya yang kini sudah menghilang di belokan koridor.
Mereka saling melirik satu sama lain, sepertinya pikiran mereka terhubung. Tak lama mereka berteriak histeris..
"Fikss pokok nya dia harus gabung dalam circle kita!!"
Seru gadis yang berdiri di sebelah kanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dreamsy [On Going]
RomanceLiam? Dia terpaku menatap gadis di dalam ruangan tersebut, sangat.... Cantik. Terutama bola mata nya yang hitam pekat sepekat langit malam seakan membawa Liam terjun ke dalam lautan hitam namun penuh kenyamanan. Wajah mungil dengan hidung bak peroso...
![Dreamsy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/260975063-64-k841750.jpg)