Dua

769 88 5
                                        

Nada duduk di sebuah cafe. Hari ini dia bertemu dengan Fendi adalah kakak kelasnya waktu SMA, mereka mengikuti ekstra kurikuler yang sama. Sehingga mereka bisa dekat. Nada mengenakan kaos oblong berwarna kuning dan jeans berwarna navy, namun tak mengurangi kecantikan pada dirinya.

"Hai, nad. Lo udah lama?" Fendi duduk di depan nada dengan setelan kantornya yang kemejanya sudah dilipat sampai saku.

"Baru aja Fen. Wajah lo kucel banget." Fendi terkekeh mendengarnya.

"Maklumlah kantor lagi sibuk-sibuknya akhir bulan gini." Fendi bekerja sebagai  branch manager pada salah satu bank swasta di Jakarta. Jadi wajar jika pekerjaannya menumpuk di akhir bulan.

"Iya-iya percaya deh yang udah jadi manager." Goda nada pada Fendi, fendi yang digoda hanya mesem.

"Udang dong jangan godain gue mulu. Lo mau pesen apa?"

"Gue nasi goreng aja. Yang harganya sesuai kantong cuma itu soalnya." Ceplos nada sambil nyengir.

"Udah gue yang bayarin. Jadi pilih makanan sepuasmu." Tawar fendi yang membuat mata Nada berbinar. Dia membayangkan makan-makanan enak sampai perutnya meledak. Nada memang mempunya hobby makan.

"Serius lo?" Fendi hanya terkekeh melihat ekspresi bahagia nada. "Wah ini namanya rejeki nomplok." Seru nada sambil memilih beberapa menu makanan. Fendi yang melihat ekspresi bahagia nada hanya menarik lengkungan bibirnya. Fendi tersenyum melihat gadis yang dicintainya bahagia karenanya. Fendi memang sejak lama menyukai Nada. Namun, dia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya.

"Halo..." Jawab nada setelah menekan tombol hijau pada ponselnya.

"Apa benar ini Nada Khoirunnisa?" Suara laki-laki diseberang sana.

"Iya betul saya sendiri, ini dengan siapa?"

"Saya Nata, HRD Rajendra Building & Property. Besok apakah bisa ke kantor untuk interview user?" Senyum Nada pun terbit.

"Bisa pak." Jawab nada girang.

"Baik. Besok kami tunggu jam 9 di meeting room HRD di lantai 15. Terima kasih." Sambungan terputus.

"Yeay... One Step Closer" seru nada bahagia.

"Dapat lotre lo sampai girang gitu?" Tanya Fendi penasaran.

"Gue kepanggil interview user dong fen" dia menepuk dadanya bangga.

"Ohh ya..." Fendi juga ikut berbinar melihat nada yang bahagia. "Semoga sukses ya untuk interview besok." Nada mengangguk semangat. Nada selalu bisa membuat fendi bahagia.

Keesokan harinya Nada kejar-kejaran dengan waktu. Dia bangun kesiangan karena kemarin malam kesyikan ngobrol dengan Fendi. Dia berlari menuju lift yang akan tertutup. Karena dia terlalu fokus mengejar pintu lift, tanpa sengaja dia menabrak seseorang sampai terjatuh.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya seseorang bersuara berat.

"Gimana sih mas, kok jalannya gak lihat-lihat." Nada masih fokus merapikan penampilannya. "Minta maaf gak?" Kemudian nada melihat orang yang menabraknya. Ternyata pangeran yang kemarin ditemuinya. Nada sangat terkejut. Pria itu menatap heran kepada nada.

"Iya. Saya minta maaf." Pria itu mengucap maaf agar tidak memperpanjang masalah walaupun sebenarnya dirinya tidak bersalah. Dia akan beranjak dari tempatnya.

"Saya hanya bercanda mas ganteng. Saya minta maaf tadi saya terburu-buru dan tidak lihat jalan." Pria itu menghentikan langkahnya sebentar kemudian dia berjalan lagi. Dia hanya menggeleng dan sedikit menggerakkan bibirnya untuk tersenyum.

My Arrogant BossTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang