ㅡ Karena perjalanan takdir.

177 27 2
                                        

4 tahun lalu, tak sadar sudah selama itu aku meninggalkan Kota masa kecilku. Dulu di sini, di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin ll awal langkah ku untuk pergi, mencari arah takdirku setelah ini.

Meninggalkan seluruh angan-angan yang sedari dulu aku rancang agar bisa bersekolah bersama kedua Kakakku, Yenaca dan Chaeca.

Aku berjalan, menatap ke sebuah arah yang dulu pernah menjadi awal perjalananku. Melihat kursi tunggu dimana 4 tahun silam, lelaki itu memberi salam perpisahan untuk yang terakhir kali.

Bukan, bukan di dasari perpisahan tapi memang seharusnya kami tidak lagi terikat, karena perjalanan takdir adalah melupakan hal dulu dan melangkah untuk menetapkan yang baru.

"Jaga diri kamu, baik-baik ya Ca." aku merangkul lelaki SMA ku kini. Mengatakan banyak terima kasih karena sudah menyempatkan mengantarku ke dalam perjalanan panjang, Palembang - Surabaya yang akan aku tempuh selama 4 jam 30 menit, dan 4 tahun lamanya.

"Aku pergi ya, Sa. Kita akan bertemu lagi, dalam kurun waktu 4 tahun. Aku mendoakan mu, agar kamu selalu bahagia." begitulah ucapku pada hari itu, jika di ingat.. aku seperti orang bodoh yang selalu menundukan kepalaku ketika menatap binar sendu milik lelaki yang berada di depanku saat itu.

Bagaimana tidak? pikirkan, dulu aku harus melepaskan genggaman itu merelakan ia mengucapkan salam perpisahan, merangkulku dalam tangis.. Tuhan.. aku ingin menetap di kota ini, menempuh jenjang Universitas bersama dia di sini.

Tapi mimpi ku di Kota Surabaya, tak ada hal yang lebih baik dari pilihan kedua Orang Tua. Lalu aku harus bagaimana, selain menunduk menahan semua tangis, yang akan aku lepas setelah pergi?

Setelah terdiam begitu lama, aku tetap tidak mengatakan satu kata pun lagi, melainkan beralih menggenggam gagang koper dan meneteskan air mata adalah cara ku untuk pergi, tanpa berbalik dan melambaikan tangan, aku pergi dengan semua mimpiku dan rasa yang belum terucap ini di landasan pacu, Bumi Sriwijaya.

"Hingga aku pergi kamu hanya mengatakan selamat tinggal, Sa."

𝟐𝟎𝟐𝟏, 𝐆𝐎𝐑𝐄𝐒𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀.

❨ 𝐆𝐎𝐑𝐄𝐒𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀 ㅡ #조유리 ❩Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang