Setelah Dia Punya Rasa Nyaman

21 4 0
                                    

Dalam dakwah, kadang kita harus menyampaikan.
Semua ayat semua hadits.
Apa lagi kalau kita bukan ustadz.
Tapi akhlak, itu nomor satu.
Mungkin yang paling penting yang paling benar.
Dalam islam itu Al-Qur’an dan Hadits, pastinya.
Tapi packagingnya tetap akhlak.
Sehingga tempatkanlah diri kita.
Bukan sebagai sales dalam dakwah.
Tapi tempatkanlah diri kita sebagai teman.
Yang mentestimonikan salah satu produk itu.
Yaitu dalam islam, kepada teman kita.
Gimana caranya biar dia percaya sama kita.
Perbaiki akhlak terlebih dahulu.
Kita sebagai muslim harus menunjukkan akhlak kita.
Lebih baik daripada mereka.
Kita sebagai muslim harus menunjukkan empati.
Dan care kita lebih besar daripada mereka.
Kalau mereka ada masalah, kita yang paling care.
Yang paling empati yang paling sering nolongi.
Sehingga ketika kita sudah akrab sama mereka.
Mereka akan nanya, kok kamu akhlaknya begini sih?
Belajar dari apa atau apa yang kamu baca?
Kita bisa jelaskan, Al-Qur’an.
Yang mengajarkan saya tenang seperti ini, hadits.
Kalau dia gak nanya, minimal kita bisa.
Mentestimonikan islam ini gini loh.
Dan dia percaya karena ngeliat kita.
Sekarang ada underestimate orang terhadap hijrah.
Gara-gara melihat beberapa orang.
Setelah hijrah jadi galak.
Sehingga temen-temen suka bilang.
Eh jangan hijrah, entar lo jadi kayak dia. Gitu kan?
Nah ini berarti akhlak kita yang kita perbaiki.
Berdakwahlah dengan akhlak.
Ayat dan hadits itu belakangan.
Setelah dia punya rasa ketertarikan.
Setelah dia punya rasa nyaman.
Baru kita menyampaikan ayat dan hadits.

Dakwah Ustadz Tengku Hanan Attaki 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang