Jangan Hukum Aku, Mas.

477 62 68
                                    




Sehun itu bukan homophobic, bukan juga supporter-nya dunia pelangi.

Sehun hanya terbuka pada orang-orang yang memiliki perasaan berbeda dari kaum heteroseksual. Buktinya, dia oke-oke saja ketika Chanyeol mendeklarasikan kalau dia sudah berpacaran dengan adik kelas mereka yang berisiknya bukan main, Baekhyun. Sehun bahkan tidak kaget lagi ketika tau Jongin memacari adik tirinya sendiri, Kyungsoo. Karna Sehun sadar, dia bukan orang yang suci untuk bisa menghina dan mengadili mereka yang memilih untuk menjalin cinta dengan sesama jenisnya. Toh, cinta itu 'kan datangnya dari Tuhan. Kalau Sehun menghina cinta para kaum pelangi, itu berarti dia telah menghina Tuhan. Bagaimanapun juga, cinta itu hadiah dari Tuhan yang kemudian dibungkus dalam bentuk wujud seseorang yang telah dikehendaki-Nya. Kecuali, jika kaum homo itu melakukan perbuatan tercela seperti pemerkosaan sodomi terhadap orang-orang tak bersalah hanya karna nafsu semata. Sehun baru membenci yang seperti itu, bahkan dia menentang keras perbuatan orang-orang bajingan yang seperti itu.

Bukan karna dia terbuka pada kaum gay, dia juga termasuk gay. Tidak. Sehun masih lurus seratus persen, kok. Dia pernah dua kali berpacaran dengan seorang gadis. Dua-duanya sangat cantik dan pintar pula.

Tetapi akhir-akhir ini... Sehun merasa tingkahnya seperti homo.

Ya, contohnya seperti sekarang.

Lelaki tinggi itu sedang berdiri di depan jendelanya yang terbuka lebar, sibuk menatapi seorang bocah lelaki di seberang sana yang sedang berdiri di balkon dengan mata terkantuk-kantuk. Luhan. Iya, Sehun tengah memandangi Luhan yang baru saja bangun tidur di pagi hari yang cerah ini. Kegiatan seperti ini sudah menjadi rutinitasnya selama seminggu ini. Setiap pagi dan sore hari, Sehun pasti akan menyempatkan diri untuk berdiri di depan jendela atau di balkonnya untuk melihat Luhan di seberang sana.

Rasanya menarik sekali melihat bocah yang banyak tanya itu bangun tidur dan pergi ke balkon hanya untuk sekadar meregangkan otot-otot tubuhnya atau kembali memejamkan matanya. Luhan akan pergi ke balkonnya setiap jam enam pagi dengan setelan baju tidur yang selalu kebesaran di tubuhnya, lalu anak itu akan menggaruk rambutnya yang berantakan seperti rambut singa, dan kemudian dia memejamkan matanya lagi. setelah itu Baekhyun pasti akan datang untuk menyeret bocah itu untuk mandi.

Selalu seperti itu setiap pagi. Sehun sudah hafal.

Sehun tidak malu untuk berkata jujur. Dia menyukai kegiatannya itu karna dia bisa melihat sisi lain dari Luhan. Anak itu seringkali marah-marah dan merengek ketika Baekhyun menyeretnya untuk mandi, seperti seekor anak kucing yang takut air. Selama ini, Luhan tidak pernah menunjukan kekesalan di depannya, maka dari itu Sehun ingin tau bagaimana anak itu ketika sedang kesal.

"Lima menit lagi, Baek!"

"Lima menit kepalamu! Kamu udah bilang kayak gitu sepuluh kali, Luhan. Ayo mandi! Nanti kita telat."

"Bilang aja kamu takut mandi sendirian. Sama Kyungsoo sana!"

"Kyungsoo gak mau mandi bareng aku. Ayoooo, Luhan mandi! Kamu gak bakal mati gara-gara mandi jam segini, kok. Ayo, ayo, ayo!"

"Aku masih ngantuuuuk!"

Sehun mendengus geli melihatnya. Luhan di sana masih berjongkok seraya memejamkan matanya dengan bantal guling di pelukannya, sedangkan Baekhyun tengah menarik-narik tubuh Luhan cukup ganas. Dia masih bisa mendengar samar-samar apa yang sedang diperdebatkan oleh dua makhluk unyil itu di seberang sana. Sehun yakin, kalau Chanyeol melihat ini pasti lelaki itu akan tertawa gemas karna melihat tingkah Baekhyun yang konyol. Anak itu takut mandi sendiri, padahal ini sudah pagi. Sehun mendengus tidak percaya.

Luhan di seberang sana terlihat berdiri ogah-ogahan lalu mulai mengikuti langkah Baekhyun dengan wajah merengut kesal.

Sehun terkekeh sendirian. Dia tau, dia sudah melangkah terlalu jauh kali ini. Ini sangat di luar sifatnya. Sehun pernah menyukai seorang gadis, tetapi tidak sampai terus memandanginya dari jauh seperti ini. Dia tidak tahu kenapa dia sangat menyukai ekspresi Luhan. Mungkin karna dia mengidamkan seorang adik berperilaku manis macam Luhan. Taeyong, adiknya, tidak pernah bersikap manis sama sekali. Anak itu sama sepertinya; judes, kasar, dingin. Padahal wajah Taeyong cukup manis, tetapi tingkahnya menyebalkan bukan main. Sehun sadar, seluruh anggota keluarganya memang berwajah dingin semua, kecuali Ibunya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 03, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mas SehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang