Bagi Luhan, Sehun itu bukan hanya Pembina Pramuka-nya saja, tetapi juga seseorang yang dapat membuatnya merasakan manisnya cinta untuk yang pertama kalinya.
[hunhan] [boyslove] LOKAL!AU
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luhan mengentak-entakan kakinya kesal. Lelaki berusia 17 tahun itu sudah memakai seragam lengkap pramuka, ekskul barunya. Seragam pramukanya juga sudah lengkap dengan badge gudep, badge tunas kelapa, dan kacu melingkari kerah seragamnya. Dia juga memakai kaus kaki hitam dengan rajutan tunas kelapa di sampingnya. Sejak kedatangannya dua menit lalu, lelaki manis itu sudah menjadi bahan kegemasan kakak-kakak kelasnya. Baekhyun sudah kabur duluan, menghampiri Chanyeol yang sibuk mengatur barisan anak-anak. Luhan ditinggal sendirian, di tengah-tengah kakak-kakak cewek agresif ini yang terus memekik 'Ya ampun! Ada anak SD nyasar ke sini!'
Sialan.
Luhan tidak tahu dari segi mana dia terlihat seperti anak kecil. Apa karena rambutnya yang berponi? Atau seragam pramukanya yang konyol? Luhan tidak tahu pasti. Tapi, kakak-kakak ini masih saja menahannya dengan berdalih bahwa mereka harus mengenal anak baru. Padahal, Luhan sudah sering bertemu mereka di sekolah. Luhan tidak bisa marah atau berteriak kesal, dia harus sopan pada yang lebih tua, itu yang selalu diajarkan oleh Mama-nya. Jadi, lelaki mungil itu hanya tersenyum paksa kala tangan-tangan agresif kakak-kakak ini menyentuh-nyentuh pipinya, menarik-nariknya gemas.
Padahal, Luhan sudah berusaha ganteng. Dia mau jadi anak baru yang menyita perhatian di hari pertamanya jadi anak pramuka. Tetapi yang ada, bukan karena kegantengan wajahnya—alih-alih manis— dia malah menyita perhatian dengan wajah manisnya. Luhan juga terlihat seperti anak SD nyasar karena memakai seragam pramuka dan atribut lengkapnya. Coba saja jika Luhan memakai baret atau riboni di kepalanya, dia pasti benar-benar disangka anak SD.
"Kak, aku mau baris dulu," Luhan akhirnya membuka suara setelah bermenit-menit hanya terdiam membiarkan wajahnya di usel-usel oleh kakak kelasnya. heran, apa mereka tidak pernah melihat makhluk se-manis dirinya ya?
Luhan mulai narsis. Uhuk.
"Ya udah, deh. Tas-nya di taruh di kelas kosong sana aja, abis itu kamu langsung baris di barisan anak kelas sebelas, ya." ujar salah satu kakak kelas yang Luhan ketahui namanya adalah Kak Jessica.
Luhan mengangguk, "Iya, kak."
"Hati-hati nyasar, Dek Luhan!"
Luhan merengut mendengar teriakan kakak-kakak agresif itu yang diselingi tawa. Memangnya dia anak kecil apa yang harus diperingatkan begitu? Luhan 'kan sudah besar, sudah 17 tahun, dia juga lelaki! Lelaki manly, macho, gagah, jantan dan ganteng! Jadi, Luhan tidak bakalan nyasar.
"Dek, mau kemana?"
Mata kiri Luhan berkedut ketika mendengar pertanyaan dari salah satu kakak kelas yang melintas di depannya. Sudah cukup! Luhan tidak mau harga dirinya terinjak seperti ini lagi! ini namanya pelecehan, penistaan umur!