Kini Ilane berada di tempat entah dimana. Sekeliling nya hanya putih polos hingga seorang gadis mendekati Ilane. Pertama dilihat gadis sudah pasti cantik, kulit putih pucat ditambah dengan dres putih.
"Hai.lu pasti bingung ya kenapa bisa ada di sini. Ayo ikut gue biar gue jelasin. " Kata gadis itu.
Ilane hanya menatap tanpa ekpresi tapi tetap mengikuti gadis itu di belakang. Menatap sekeliling yang berubah menjadi padang rumput luas dan hijau dan sebuah pohon besar. Mereka duduk di bawah pohon itu.
"Waktu gue gak banyak. Intinya gue mau lu jalanin hidup sebagai gue ke depan nya. Gue udah nyerah sama semua nya, miris banget ya. " Jelas Edith dengan tatapan kosong.
"Hm."kata singkat Ilane membuat Edith menoleh dengan miris. Kenapa harus orang seperti ini yang menempati tubuh nya ada rasa tidak rela di hati Edith.
" Yang harus lu tahu gue adalah antagonis di sini. Banyak orang yang benci gue, bahkan abang gue jijik sama gue. " Terang Edith kembali.
Ekspresi Ilane tidak berubah, sejujur nya terlalu malas mendengar nya.
"Gue gak masalah lu antagonis, protagonis bahkan lu figuran sekalipun. Karena sekarang ini hidup gue, ya gue bakal lakuin seenak gue . Dan gue gak akan peduli sama mereka yang benci lu bagi gue semua orang itu serangga menjijikan jadi gak masalah. " Ucap Ilane dengan senyuman tipis.
Setelah itu entah cahaya dari mana mendekat ke arah Ilane. Setelah membuka mata ternyata ia kembali ke dalam kamar.
Tok tok
"Sayang bangun ayo kita sarapan. " Teriak Sang Mama di depan pintu anak nya.
"Oke ma. "
Ilane bangkit dari tidur nya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Mengganti baju dengan kaos biru langit oversize dan celana pendek dan rambut di cepol. Setelah melihat penampilan nya yang nyaman ia segera pergi ke meja makan dengan langkah gontai.
"Sini sayang duduk dekat papa. "
Tanpa basa-basi Ilane pun duduk di samping Papanya, tanpa ia sadari seorang laki-laki yang duduk di seberang menatapnya tajam.
"Oh iya. Kapan kamu mau masuk sekolah sayang. " Tanya Sang papa.
"Terserah besok juga boleh. " Jawab Ilane.
"Aku selesai. " Potong Reno dan pergi dengan menatap tajam Ilane.
Menurut Reno Edith itu cabe yang menjijikkan, tukang caper ke temen-temennya apalagi sama Bintang. Padahal jelas Bintang sudah memiliki kekasih. Edith itu tukang bully dengan geng nya, bad girl, biang onar di sekolah. Bahkan ia malu memiliki adik seperti Edith.
Berbeda dengan Ilane yang acuh pada Reno , jika itu Edith pasti ia akan mencoba bermanja pada Reno hingga membuat Reno ingin muntah. Tapi ini Ilane, pandangan nya pada Reno hanya satu yaitu serangga menjijikan jadi tidak perlu di anggap.
"Sekarang ini hidup gue. Gue Ilane buka Edith, gue bakal nikmati semua fasilitas Edith. Setidak nya gue gak bakal mati kelaperan karena Edith anak orang kaya." Batin Ilane.
19421
KAMU SEDANG MEMBACA
strange villain
Fantasy(My Original Story) Ilane Kenza remaja biasa tidak ada yang istimewa dan monoton. Keseharian hanya berdiam dalam kamar menghabiskan membaca novel. Saat pulang sekolah, hujan turun dengan deras dan Ilane tersambar petir hingga mati. Murni karya sen...
