16

1.2K 75 19
                                    

Hallo semua zama balik lagi nih hehe

Sumpah Demi dapet inspirasi setelah ulangan buat kelulusan zama sampe rela duduk di pohon mangga depan rumah :)

Hargain yah akhir akhir ini pembacanya dikit jadi gak semangat deh:(

Ahhh apa perlu kita hiatus lagi?

Hehe bagikan cerita zama yah! Biar nambah semangat nya vote komennya jangan lupa

Absen kota kalian yuk→

Kalau zama di banten kalian?

*****

Sesampainya di sekolah fani menatap beberapa gadis yang bergosip di sepanjang jalan itu bingung? Biasanya mereka memang paling awal datang ke sekolah tapi saat ini bahkan harusnya gerbang masih di tutup

Apa pak satpam nya di sogok lagi yah? Sampai mau membukakan gerbang sebelum jadwalnya di buka?

Yah pasti di sogok lagi fani mengangguk yakin atas fikiran nya itu lalu melirik Auris yang sedang menggali informasi dari pada gadis gadis yang sedang bergosip itu

Pluk

"Astaga kuntilanak beranak" Latah fani membuat Auris cekikikan melihatnya

"Kuntilanak beranak berapa bu?" Ucap Auris menggoda fani

Fani cemberut mendengar ledekan Auris lalu dengan cepat berjalan lebih dulu ke kelas mereka

"Gitu doang gambek, eh tadi aku dapet info kalau bakal ada anak salah satu perusahaan terkenal pindah ke sini! Dan menurut para gadis yang gak tau masih perawan atau gak itu, dia cogan!" Ucap Auris senyum senyum sendiri

"Oh terus?" Ucap fani membuat Auris tersenyum tipis yang terlihat sangat terpaksa lalu, dengan menggarahkan seluruh kekuatannya Auris menendang bola yang ada di dekatnya sampai gawang bola jebol di buatnya

Sukses itu mampu membuat fani melongo lalu menggeleng kepalanya pelan melihat nafas Auris masih sulit di atur

Dengan segala pertimbangan fani pergi meninggalkan Auris yang murka karena tingahnya itu

"FANI!!!!"

****

"Oh imutnya kucing kecilku" Ucap laki-laki menyeringai melihat tingkah fani dari balik tembok

Wajah nya langsung berubah datar melihat kedatangan Auris yang melihat kearahnya dingin

"Ingat tujuanmu tuan!" Ucap Auris

"Gue ngerti" Ucap laki-laki itu dingin

Auris tersenyum puas mendengar jawaban laki-laki itu, menepuk pundak laki-laki itu sedikit kasar lalu Auris berbisik lirih

"Selamat datang di permainan agralas semoga betah!" Bisik Auris lalu menyusul fani

****

Kringggg

"Udah masuk ternyata" Gumam fani pelan lalu tersenyum melihat kembarannya galaksi menatapnya

Tap tap tap

"Selamat pagi para bocil" Ucap guru biologi panggil saja pak vion

'Selamat pagi sayang'

'Pagi pak cogan'

'Pagi'

'Pagi my husband'

'Pagi pak fina'

Dll

Pak vion menatap para bocil yang dia ajar sambil menggelengkan kepalanya kenapa dia jadi inget tante girang di lampu merah

"Woi bocil gue itu vion ! Bukan fina atau my husband apa lagi bebeb kalian! Haduh pusing sendiri gue ngajarin para bocil gak ada akhlak kayak kalian!" Ucap pak vion membuat kelas mereka cekikikan

"Ahhh iya kita kedatangan murid baru lagi! Sebenarnya dia dan Auris itu mendaftar di hari yang sama cuma dia agak telat, jadi mari berkerja sama menghancurkan sekolah ini" Ucap pak vion membuat beberapa siswa geleng-geleng di buatnya

"Mengharumkan nama sekolah pak bukan menghancurkan sekolah" Ralat Auris membuat pak vion mengangguk acuh

"Oke ayo masuk kamu yang ada di sana!" Ucap pak vion membuat para siswa melirik ke arah pintu

'Oh my god my husband'

'Pangeran ku datang'

'Kyaaaa gantengnya'

'Gue mau pingsan astaga'

"Oh tidak" Gumam fani parau dengan mata berkaca kaca

"Hai semua kenalin gue-"

AGNI (Up 1 Minggu Sekali!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang