Sore ini,Raya sedang berada di halaman belakang rumahnya. Duduk menyesap kopi buatannya sembari menikmati angin sore. Di saat matanya hampir terpejam,Raya di kagetkan dengan suara yang membuatnya memutar kejadian 8 tahun silam.
"Rey" panggilan itu berasal dari mulut seorang Farel Aditama. Tanpa tahu malunya,dia memanggil Raya dengan sebutan sama seperti saat mereka masih berpacaran.
"Gue Raya bukan Rey" ketus kapten itu.
Dia jengkel karna lelaki ini seperti sengaja membuatnya sakit hati.
"Gue gak peduli" jawab Farel duduk di sebelah Raya.
"Gue lebih gak peduli,gimana dong?"Raya memutar perkataan Farel tanpa menoleh sedikit pun.
Jika kemarin Raya jujur bahwa masih ada sedikit rasa untuk lelaki itu,maka sekarang dengan tegas kapten cantik itu mengatakan bahwa dia membenci laki-laki ini.
Entah,melihat kedekatannya dengan Lia sejam yang lalu,membuatnya jijik.
"Gue minta maaf" gumam Farel yang masih di dengar Raya,namun tak di tanggapi olehnya.
"Rey?" Panggil Farel karna tak kunjung mendapat jawaban.
"Gak usah panggil-panggil gue Rey! Gue Raya bukan Rey!" Jawab Raya sembari berdiri hendak pergi dari tempat itu.
Namun setelah beberap langkah Raya mendapati Lia yang berjalan ke arahnya dan Farel.
Tanpa aba-aba Lia memeluk Raya dan menggumamkan kata maaf.
Jika di depan ibunya tadi Raya yang memeluk Lia,sekarang Lia-lah yang memeluk Raya,bahkan tanpa balasan dari gadis itu.
"Gue minta maaf Ray" ucap Lia tulus setelah melepas pelukannya.
"Gue tau gue sama Farel salah,tapi jangan gini,please."Lia melanjutkan ucapannya karna melihat Raya hanya diam.
Mendengar kalimat terakhir kakaknya itu membuat Raya terkekeh "Jangan gini kayak gimana maksudnya Lia?"
"Lo berubah Ray" sahut Farel berjalan ke arah mereka berdua.
"Gue gak berubah. Gue cuma berusaha biar gue gak mudah ketipu" jawab Raya membuat kedua orang itu terdiam.
Lia menatap Farel "bisa tinggalin aku berdua sama Raya?" yang di angguki Farel,sebelum pergi cowok itu sempat mencium pelipis Lia,yang membuat Raya berdecih sinis.
"Kenapa lo anggep gue kayak orang asing?"tanya Lia.
"Ya karna menurut gue lo emang asing. Kenapa? Karna gak ada seorang kakak yang selingkuh sama pacar adeknya" ucap Raya langsung.
"Lo gak tau rasanya jadi gue Lia! Lo gak tau! Lo itu udah terbiasa punya temen banyak,mantan-mantan lo juga selalu ngeutamain lo! Kita emang lahir dari rahim yang sama Lia. Tapi kita beda. Lo dengan semua kehidupan dan masa remaja lo yang bahagia,dan gue dengan kehidupan masa remaja gue yang gak pernah bahagia. Dan gue bersyukur banget ada mama,papa sama bang Ano yang selalu nyemangatin gue.
.....Lo gak akan tahu rasanya saat di sekolahan harus di banding-bandingin sama lo! Lo emang pinter,banget malahan. Tapi lo gak punya otak dan etika. Lo selalu berhasil ngerebut apa yang gue punya. Bahkan di saat gue udah bener-bener cinta sama farel,lo datang dan jadi perusak dengan segala ucapan yang keluar dari mulut licik lo itu" Raya berucap dengan mengebu-gebu
Mendengar itu Lia menarik napasnya"Gue minta maaf Ray. Gimana pun juga gue cinta sama farel. Bahkan sebelum lo kenal dia gue udah kenal dia"
Mendengar pembelaan tak tahu diri itu membuat Raya terkekeh.
"Kalo lo emang beneran tulus minta maaf,lo gak akan pernah kasih pembelaan kayak gitu ke gue Lia" ucap Raya berjalan meninggalkan kakaknya yang terdiam.
