97L

424 69 29
                                        

.
.
.

Jia mengumpat pelan. Ia menatap Rose dengan sebal, hey siapa yang tidak kesal dengan ulah Rose?

Rose orang yang dengan berani mempermalukan nya. Jia sebenarnya tidak kesal dengan Rose, tapi ia tak suka ketika melihat Juan bersama dengan Jihan.

Anggap saja Jia ini seorang yang labil, yang masih terombang-ambing dengan perasaan nya. Melempari Rose dengan penghapus, Jia lantas menghampiri sahabat nya yang tengah tertawa terbahak-bahak itu.

" Puas?! " Marah Jia

Rose menyeka air matanya " maaf maaf, sumpah tadi tuh gw gak sengaja banget " ujar nya

" Gak sengaja banget apa nya?! Jelas jelas gw tahu ya " Jia menggebu-gebu

" Iya maaf Jia, lagian Lo kenapa sih? Sensitif banget? " Tanya Rose sambil meletakkan kedua tangannya di bahu Jia

" Gak usah basa-basi deh Lo, gw tahu ya dan gw gak lupa tadi pagi kita bahas apaan! " Jia menepis tangan Rose yang bertengger di bahu nya

Rose terkekeh " iya maaf, ayo duduk bentar lagi guru masuk " ajak nya

Saat Jia dan Rose tengah membereskan buku buku mereka, Juan dan Jihan lewat dengan tenang sambil berpegangan tangan.

Rose yang tahu arah pandangan sahabat nya itu langsung menyenggol Jia. " Gak usah di lihat terus, nanti Lo iri " ujar nya

Jia mengangguk " iri banget gw " ujarnya dengan nada yang dibuat buat

" Sempet sempet nya Lo! " Rose menyentil dahi sahabat nya itu

Jia tak membalas perbuatan Rose, ia sibuk memperhatikan anak anak kelas nya yang tengah heboh perkara Juan dan Jihan.

Miris memang dan Jia merasakan hal itu. Di saat laki-laki yang ia cinta dan sayangi telah mendapatkan dambaan hati.

Suasana yang heboh pun terhenti tak kala pintu kelas terbuka secara perlahan, Itu ibu Airin wali kelas mereka.

" Selamat pagi anak anak " sapa Bu Airin

Secara serentak mereka menjawab " selamat pagi juga ibu " kompak nya

Bu Airin tersenyum " bagus, ibu suka kekompakan kalian " puji nya

" Ngomong ngomong, hari ini kalian kedatangan murid baru lho. Kalian udah pada denger pasti " ujar Bu Airin

" Udah dong ibu " Eny menjawab dengan semangat

" Ayo tebak, cewek apa cowok? " Bu Airin melontarkan pertanyaan yang jelas jelas mereka tahu jawabannya

" Cowok Bu " Yuni tak kalah semangat

Bu Airin yang sudah tahu watak dan tabiat anak didik nya itu hanya terkekeh kecil. Jujur meskipun mereka semua menjengkelkan, tapi Bu Airin tetap bersyukur bisa mengenal mereka.

" Iya jawaban Yuni juga benar " balas Bu Airin " kalau begitu kita persilakan teman baru kita untuk memperkenalkan diri " lanjut nya dan diikuti dengan derap langkah seseorang

" Selamat pagi, saya Haru Dianggara semoga kita bisa berteman baik " ujar seseorang itu yang bernama Haru

Bu Airin mengangguk " ada yang mau kalian tanyakan? " Tanya nya

Seketika semua anak kelas menggeleng. Tak ada yang mau bertanya termasuk Jia, gadis itu hanya menatap Haru dengan pandangan yang sulit di artikan.

" Baik Haru silahkan pilih tempat duduk kamu " titah Bu Airin

" Saya mau duduk di belakang dia " ujar Haru sambil menunjuk kuris yang kosong di belakang Jia

" Baik, karena Haru sudah memperkenalkan diri dan sudah mendapatkan tempat duduk juga, ibu beritahukan harus ini jam kosong karena akan diadakan rapat untuk perlombaan rutin tahunan yang sering sekolah kita adakan " jelas Bu Airin " dan kalian semua jangan ada yang ribut, jangan buat ulah dan kalau mau ke kantin jangan bergerombol " peringat nya

Together 97LTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang