!!!WARNING!!!
Bagi para pencinta hewan disarankan untuk tidak membaca chapter ini
//Flashback On//
[Alfrend usia 11 tahun]
Pagi yang cukup cerah di musim hujan.
"End lihat jas hujan baru aku, lucu kan!" Angel dengan bangga memamerkan jas hujan yang baru dibelikan oleh orang tuanya semalam.
"Iya," jawab End singkat. Pandangannya kembali terfokus pada buku yang sedang ia baca.
"End buku apa yang kamu baca, apa seseru itu sampe kamu mengabaikanku?" raut wajah Angel berubah menjadi sedih.
End mengalihkan pandangannya pada Angel, ia hanya menatapnya tanpa melakukan apa-apa, itu membuat Angel menjadi salah tingkah. Meraka sekarang sedang berada dihalaman depan rumah End, di sana terdapat bangku taman dimana End sedang duduk sekarang.
"Aku tidak mengabaikanmu."
"Kamu mengabaikanku! kamu hanya menjawabku dengan singkat dan tetap fokus pada bukumu itu!" Angel melipat kedua tangannya, memberi tanda bahwa ia sekarang sedang marah.
"Kalau aku mengabaikanmu aku tidak akan menjawabmu."
Angel terdiam, ia lupa jika End mengabaikannya End tidak akan menjawab sama sekali. Selama End menjawab mau sesingkat apapun itu atau bahkan hanya suara nafasnya saja yang menjawab itu berarti End tidak mengabaikannya.
"Hehe.. maaf End aku lupa."
Angel tidak tahu harus melakukan apa lagi sekarang, kalau ia mengajak End bermain ia pasti akan menolaknya dengan alasan sedang membaca buku. Dan ketika End sedang membaca buku ia sama sekali tidak dapat diganggu. Angel memutuskan untuk duduk di samping End dan membaca buku yang dibaca End.
Beberapa menit kemudian Angel tertidur, ia tidak mengerti apa yang dibahas di dalam buku tersebut, itu membuatnya bosan. Angel bingung kenapa End suka sekali membaca buku yang diperuntukan untuk orang dewasa.
Saat Angel masih terlelap, ada suara kucing mengeong, hal tersebut membuat Angel seketika terbangun. Karena Angel tertidur sambil menyenderkan kepala pada bahu End, secara tidak sengaja itu juga membuat kepala mereka berbenturan.
"Aww..." rintih Angel sambil memegang kepalanya.
"Aaa.. Rara kamu ini kenapa?" tanya End heran. Angel tiba-tiba bangun hingga membentur kepalanya, End bahkan sampai melempar buku yang dipegangnya karena kaget.
"Maaf End tadi aku mendengar suara kucing makannya langsung bangun."
End menunjukan raut wajah bingung. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang dapat mendegar suara kucing saat terlelap tidur. Ia saja yang tidak tertidur hanya mendengarnya dengan sangat samar. Sekarang End memilki pertanyaan di dalam benaknya, 'Seberapa peka pendengaran yang dimiliki Angel?'
Dari kejauhan terlihat ada seekor kucing kecil berwarna hitam yang datang ke arah mereka.
"NAH ITU DIA! kucing kecil apa kamu tersesat? di mana ibumu?" Angel berjalan ke arah kucing kecil.
Ketika Angel hendak menyentuhnya kucing kecil tersebut langsung mencakarnya.
"AAaaaa..!!"
"Rara! kamu tidak apa-apa?!" End segera berlari setelah mendengar Angel berteriak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Membunuh, KARENAMU.
Fiksi Remaja"Apapun akan kulakukan untuk membuatmu bahagia hingga membunuh orang sekalipun." • • "Aku tau, aku tak pantas untukmu. Tapi setidaknya biarkan aku melindungimu dari belakang untuk memusnahkan orang-orang yang mengejarmu." • • "Tolong jangan menghada...
