}Pukul Tiga

8 3 0
                                    

Kala petang menghambur beserta dengan kicauan burung, ia tengah menelusur buku yang bisa dijadikan referensi.

Demi membangkitkan afeksi akan apa yang ia tulis nanti. Masih belum selesai. Masih ada ruang di sana. Ia perlu beberapa percikan kebahagiaan yang menyeruak dan selingan kesedihan mendalam.

Jari-jari tangannya terus menilik banyak buku. Mencari-cari sesuatu yang cukup haru. Hingga terjerunuk akan buku kecil penuh warna kuning yang telah pudar dimakan waktu.

Buku yang berisi keseharian perempuan itu. Ia mencoba menguatkan hati untuk membacanya. Namun, pertahanannya runtuh saat maniknya bertemu dengan kalimat yang membuatnya bergemuruh.

Ia langsung membolak-balikkan kertas agar pikirannya dapat kembali tenang, seolah-olah air yang tergenang.

Ia langsung membolak-balikkan kertas agar pikirannya dapat kembali tenang, seolah-olah air yang tergenang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

|Wyn

DIMNESS [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang