Emang enak apdet angst jam segini xixi
Sudah sekian hari aku selalu didekatnya, bahkan dia telah lama tinggal dirumahku untuk melanjutkan studi bersamaku. Tak heran kita sering bareng mau pergi ataupun pulang sekolah, eh ngga sih
Kadang dia suka pergi bersamanya
Namun bila sesaat aku disampingnya seakan dia punyaku akan tetapi perasaan resah ini selalu muncul
Apalagi ketika awal aku dekat dengannya perasaan nyaman dan merasa hariku kosong di isi olehnya akan tetapi tiba-tiba resah bila dia dekat dengan orang lain selain aku
Terutama dengan dirinya yang menyukai Jeongwoo, cowok selama ini yang tinggal dirumahku. Dia awalnya jutek, cuek bahkan beda jauh sama sekarang yang kelakuannya sangat freak namun cukup membuatku tertawa sehingga tampa disadari aku pun menyimpan perasaan padanya.
Aku menyukainya dalam diam, aku tak sanggup bahkan tak dapat tuk menyatakan perasaan ini
Karna tak semudah yang apa mereka bayangkan. Apalagi ketika dia bilang bahwa ia akan mendekati Jeongwoo, aku pun meragu bahkan sekian kali Jeongwoo selalu memberi harapan namun kadang suka menjatuhkan harapan sehingga terasa jauh
"Yoon, lo sodaranya Jeongwoo?" Tanyanya
Aku diem bentar terus ngangguk pelan "bisa dibilang gitu sih"
Lalu cewek itu, Jihan mengangguk paham
"Kalo gue deketin Jeongwoo gapapa kan?"
Aku tertegun, benar dugaanku. Jihan menyukai Jeongwoo dari awal ia selalu berusaha dekat dengan Jeongwoo namun aku berusaha menepisnya bahwa ia memang seperti itu, ternyata salah. Dia memang menyukai Jeongwoo.
"Boleh aja, ngapain nanya gue?" Tanyaku dengan tertawa miris ditambah senyum palsu
Mata Jihan berbinar-binar "bener ya??? Soalny kan gue kira kalian pacaran ternyata cuman sodaraan aja kan?? Hehehehee"
Aku hanya tersenyum namun menahan perasaan resah ini, sakit namun tak berdarah memang berlaku pada diriku ini. Aku tak pernah sedikitpun menunjukan bahwa aku menyukainya itu akan membuat suasana semakin buruk
Bahkan aku pun tak bisa jauh dari Jeongwoo meski begitu aku harus merelakan mereka bersama dibanding aku yang kini menyimpan rahasia perasaanku pada Jeongwoo.
Memang tidak aneh 24jam 7 hari telah bersamanya bahkan kamarku dengannya hanya beda 0,000006868 langkah bila aku tak memiliki perasaan pada Jeongwoo.
Jeongwoo tahu? Tentu saja dia tak tahu
Bahkan aku pun tak mengetahui apakah dia menyukai aku apa Jihan bahkan gadis lain, terkadang Jeongwoo sangat misterius
Hanya saja ia masih mencintai kekasihnya yang dulu telah pergi meninggalkan tuk selamanya, memang ditinggalkan tak semudah berpindah lain hati tapi apakah aku pantas untuk menggantikan posisi mantan kekasihnya itu? Apakah dia layak menjadi pengganti sisi Jeongwoo? Entah aku hanya pasrah dan tidak mau berharap bila cintanya bukan aku, perasaan ini hanya dapat disimpan dalam rahasia cintaku.
"Woo, gue pergi dulu ke rumah mba Sieun lo pulang duluan aja" ucapku ketika kelas telah beres
Jeongwoo menoleh terus ngangguk "iya Yoon,lu mau makan apa tar malem?" Tanyanya
Aku agak tertegun namun berusaha buat biasa aja karna memang mamahku sedang pergi ke rumah nenek pulangnya besok
"Gausah, tar aja abis dari mba Sieun gue bawain makanan" jawabku "jam 7 juga gue udah balik" tambahku
Jeongwoo pun mengangguk ngerti "oke Yoon, tiati ya"
Perasaan apa ini sampe bikin aku meleleh parah padahal cuman bilang sesimpel itu, tapi ekspresiku tetep datar seperti biasa
"Iya woo, kalo gitu gue duluan gak bawa kunci jan kemana-mana"
Jeongwoo menghormat "siap bu negara"
Aku berbalik sambil senyum simpul sebenernya aku tak pergi ke rumah mba Sieun melainkan aku ke pasar kota tuk membeli jajanan kesukaanku
Dan inj pun rencana aku dan Jihan agar ia pulang bareng Jeongwoo
"Kalo gitu gue gakan pulang bareng dia, gue bilangnya ke rumah mba Sieun lo bisa pulang bareng dia bahkan kalo dia ngajak lo ke rumah terima aja gue balik jam 7 abis pulang sekolah" ucapku
Jadi setelah itu Jihan memintaku buat rencana "pdkt"nya akhirnya aku pun menyusun rencana agar mereka pulang bareng
"Setuju, sumpah ya lo baik banget Yoon" pujinya
Aku hanya tersenyum setulus mungkin walau perasaan gue gakkan pernah tulus seperti senyuman palsu ini
"Makasih ya Yoon gue banyak hutang sama lo"
Aku pun mengangguk membalas ucapannya
Lalu aku pun berjalan ke belakang tangga dimana gerbang dan tangga sekolah berhadapan(?)
Dan tibalah mereka berdua berjalan bareng, aku pun memerhatikan mereka yang asik canda tawa tampa beban bahkan tak sadar aku di belakang mereka
Aku pun menghela nafas berat, gak seharusnya aku menaruh perasaan seperti ini tapi apa boleh buat aku hanya bisa menyukainya dalam diam dan apabila mereka jadian aku pun hanya bisa merelakan dan menyimpan perasaan ini didalam diriku.
"Yoon?"
"Eh astagfirloh" latahku kaget ketika seseorang mengagetkanku di belakang
Ternyata seorang cowok yang suka bareng Jihan
"Ngapain disini?" Tanyanya
Aku melihat ke kanan dan kiri melihat mereka udah gaada
"Ngga kok, ini mau ke kota" jawabku
"Oh mau bareng, kebetulan jok gua kosong" tanyanya
Aku ketawa kecil "emang kenapa wkwk gapapa nih?"
"Iya gapapa, mayan jauh dari sini. Yuk" ajaknya
Akupun terasa canggung karna baru pertama kali aku berbicara dengan cowok yang selalu bersama Jihan, Win namanya
"Iya.. makasih ya Win" ucapku sungkan
"Sans, yuk keburu sore" ajaknya lagi
Aku pun mengangguk akhirnya aku pun pergi dengannya meskipun sekedar pergi bareng
Sepertinya dia tau kalo Jihan pulang bareng Jeongwoo namun ia tak banyak bicara sedari tadi hingga sampai di pasar
Aku pun turun "makasih ya Win"
Win hanya mengangguk "hati-hati" balasnya
"Iya" jawabku
Lalu motornya melaju pergi dan aku telah sampai di pasar kota untuk membeli makan malam meskipun seramai ini tetapi aku merasa kosong bahkan aku sendiri tak merasa keramaian yang berada disini, aku hanya pergi tuk membeli makan malam ditambah beli roti ikan kesukaaanku sehingga akupun duduk di taman alun-alun yang tak jauh dari pasar kota
Aku melirik jam tepat pukul 18:38 dimana aku harus pulang karna jarak pasar kota sampe rumah butuh waktu 1 jam namun rasanya enggan tuk pulang
Bukan, bukan karna aku ingin menjauhi Jeongwoo
Hanya saja aku tak ingin menyakiti perasaanku bahkan aku tak ingin semakin mencintai Jeongwoo
Namun perasaan tak bisa menyangkal, sungguh aku mencintainya tampa Jeongwoo tahu. Seandainya ia mengetahui perasaan ini bahwa cintaku hanya untuknya tapi aku tak ingin kita menjadi canggung maka aku hanya bisa menyimpan perasaan ini yang telah menjadi rahasia cintaku.
Cukup aku dan tuhan yang mengetahui rahasia ini.
Hingga aku pun menutup mata
End
Double nih gais mana votementnya hskshsk
KAMU SEDANG MEMBACA
nano nano -treasure
Contocuman cerita tiap orang beda beda kek permen nano-nano TREASURE X GIRLS -typo edan -one shoot one kill -non baku punten -bahasa campur edan ©2020 diamndeu present
