.
.
.
Maaf kalo banyak typo
Happy reading 😊
.
.
.
Mobil dengan tiga orang didalamnya itu sampai didepan sebuah rumah kecil, rumah kecil dengan halaman yang sedikit luas dan ditumbuhi banyak tanaman itu adalah rumah vabilo
Vabilo turun dari mobil dan membungkuk tanda terimakasih karena tumpangan dari mereka
"Makasih kak aga, kak jio tumpangannya, mau mampir dulu sebentar??" ucap abil dengan senyum manisnya dibalas gelengan oleh jio dan aga
"Enggak usah dek, kita mau pulang aja daritadi gio udah spam chat suruh pulang" ucap jio membuat abil merasa tak enak hati karena merasa membuat gio menunggu
"Maaf ya kak, harusnya tadi abil jalan aja sendiri pulangnya" ucap abil dengan nada merasa bersaalh membuat jio langsung menggelengkan kepalanya cepat
"Eh bukan salah kamu kok, tadi dirumah emang masih sepi gio juga dari luar baru pulang, gio tadi spam paling gegara rumah gak biasanya sepi aja" ucap jio cepat
"Yaudah kalo gitu kita pulang dulu ya abil" ucap jio dengan senyum hangat, senyum yang sudah jarang ia perlihatkan kepada sembarang orang dibalas senyuman manis juga oleh abil
"Oke kak, hati hati dijalan ya" ucap abil sambil melambaikan tangan kearah mobil yang perlahan pergi dari sekitar rumahnya
•••
Pagi ini abil terbangun dengan senyum yang merekah indah, setelah memastikan bahwa sekarang tanggal 1 tepat awal bulan tanda bahwa hari ini ia akan mendapatkan gajian
Senyum tak pernah luntur dari raut muka bahagianya, diperjalanan menuju sekolah dia menyapa para pejalan kaki dengan senyum kotaknya
Disekolah juga dia terus mengumbar senyum membuat beberapa orang yang melihatnya menatap aneh kearahnya
Dalam perjalanan menuju kelas tak sengaja ia menabrak seseorang yang tengah lari sambil membawa minuman membuat minuman itu jatuh mengenai seragam mereka berdua
banyak orang yang menatap sinis kearah abil, karena mereka semua tau siapa orang yang telah abil tabrak, orang yang memiliki kuasa cukup tinggi disekolah, anak dari kepala sekolah
"Ah maaf-maaf kak abil gak sengaja" ucap abil sambil menunduk tanpa melihat orang yang baru saja ia tabrak
"Makanya kalo jalan tuh pake mata! liat nih gara-gara lu baju gua jadi kotor!" bentak orang yang ditabrak abil
"Maaf kak, abil kan gak sengaja lagian salah kakak juga lari-lari sambil bawa minum" ucap abil masih dengan menunduk
Sebenernya kalo dilihat-lihat harusnya abil yang marah karena bajunya lebih banyak terkena tumpahan minuman daripada orang yang menabraknya, tapi ingat kalau banyak yang tidak suka kepadanya membuatnya selalu salah dimata semua orang
"Udah salah malah pake segala nasihatin gua lagi, gak pernah diajarin sopan santun ya lu sama orang tua lu" ucap orang yang telah menabraknya tadi dengan nada sinis
"Bella lu lupa ya? dia kan anak pembunuh, mana pernah diajarin sopan santun , paling juga diajarin cara ngebunuh sama orang tuanya" ucap salah satu teman bela diikuti tawa dari orang yang melihat disekitarnya
"Abil salah apa sih sama bela?? kok bela nggak suka banget sama abil" ucap abil dengan nada bergetar menahan tangis
"SALAH LU TUH BANYAK, GARA-GARA LU GUA SELALU DIBANDING-BANDINGIN SAMA LU" teriak bela marah sambil melayangkan tangan kearah abil
Abil yang takut langsung memejamkan mata pasrah hendak menerima tamparan dari bela tapi tamparan itu tak kunjung datang membuat abil memberanikan diri untuk membuka mata dan menemukan punggung lebar seseorang didepannya
"Jangan pernah sentuh dia pake tangan busuk lu" ucap gio dengan nada yang dingin membuat semua orang disekitarnya langsung takut melihat tatapan tajam itu
Yap orang itu adalah Giovano Algibran, abil yang melihat itupun langsung semakin mendekatkan diri kearah gio begitu mengingt beberapa memori dari masalalunya bersama sang ibu dan ayah yang selalu melayangkan berbagai pukulan disertai bentakan kearahnya
"Kak gio" gumam abil dengan nada terdengar bergetar takut yang masih dapat didengar oleh gio membuat tangannya langsung terkepal erat dan aura yang keluar semakin menakutkan
Jio yang baru saja datang dan melihat kembarannya yang sepertinya sangat emosi serta abil yang terlihat ketakutan dibelakang gio langsung mendekat kearah abil dan membawanya menjauh dari sang kakak yang terlihat siap memangsa musuhnya kapan saja
Setelah memastikan abil dan jio tak terlihat dari pandangan matanya, gio langsung berjalan mendekat kearah bela yang mematung dengan wajah pucat
"Jangan pernah ganggu milik gua atau lu yang bakal tau akibatnya" ucap gio tepat disamping telinga bela dan langsung berlalu pergi hendak menyusul abil yang telah dibawa terlebih dahulu oleh kembarannya meninggalkan bela yang sudah jatuh terduduk dengan keringat disekujur tubuhnya
•••
Jio membawa abil kehalaman belakang sekolah dan langsung mendudukkan abil dibangku yang ada disana, abil hanya diam dan menatap kosong kearah jio dengan tubuh bergetar ketakutan
Jio mendekap abil dipelukan hangatnya, memberikan ketenangan kepada abil yang masih bergetar ketakutan
"Udah gausha takut ada kakak disini, abil nggak perlu takut lagi" ucap jio dengan tangan mengusap punggung sempit abil
Abil semakin memperkuat pelukannya kepada jio dan langsung menangis menumpahkan semua beban yang ia tanggung selama ini sendirian
Gio yang baru datang juga ikut serta memeluk abil membuat tangisnya semakin pecah, untuk kali ini biarkan abil menumpahkan segala beban yang ia miliki, beban yang selalu ia pendam sendiri, beban yang tak pernah ia bagi kepada siapapun karena hanya ada dia sendirian di dunia ini
•••
.
.
.
masih nunggu abil ya??
maaf lama aku males banget sama gak ada ide juga mau hiat dulu tapi masih pikir-pikir🤕
maaf juga kalo chap nya pendek mana judul sama ceritanya gak ada hubungan😭😭
semoga kalian suka ya🤕
wuff readers banyak-banyak💜
oh iya buat yang merayakan
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN🙏
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vabilo
Nonfiksiseorang anak polos yang hidup sebatang kara tanpa memiliki siapapun disampingnya, kehidupannya begitu susah, dibenci oleh banyak orang juga hutang mendiang orang tuanya yang menumpuk membuatnya harus bekerja lebih keras tapi sifatnya yang polos dan...
