sebelas

247 32 5
                                        



"karina cakep banget ya.. kayak unreal gitu loh. kayak bukan manusia." celetuk seoyeon.

yoshi cuma ngangguk-ngangguk aja. emang cantik sih, tapi menurut yoshi cewek itu judes banget kayak sulit untuk didekati dan digapai. setiap liat karina, ingatan yoshi langsung berlabuh di kejadian tumpahnya kuah soto waktu itu—jujur, agak traumatized ya.

"pasti modelan gitu udah punya cowok deh." lagi-lagi, seoyeon nyeletuk—yang pastinya cuma ditanggapi anggukan oleh yoshi.

"turun gak?" ucap cowok itu kemudian, mengingat mobil yoshi sebenarnya sudah terparkir di depan kantin fakultas teknik.

setelah mencari buku, mereka mau langsung mengerjakan pre-test untuk praktikum besok bersama teman-teman yang lain. baru setelah itu dilanjutkan dengan kelas Gambar Teknik sekitar 1 jam lagi.

seoyeon berdecak malas kala mendengar ucapan yoshi yang tidak sabaran, gadis lee tersebut langsung membuka pintu mobil dan menghampiri yoshi di sisi sebelah.

"lamaa amat buset!" seruan dari hyunjin langsung menyapa indra pendengaran yoshi begitu ia memasuki area kantin.

cowok itu mendorong kursi di sebelah jeno, lalu menempatkan bokong di atasnya.

"tadi ke fisip duluu." balas seoyeon santai. "eh, udah pada ngerjain sampe nomor berapa?"

"setengah aja belum, yeon." ujar shuhua. "kebanyakan ngobrol anjir kalo rame-rame gini tuh, lambe hyunjin juga gabisa diem daritadi."

"ngomongin siapa lagi lo hari ini?" decak seoyeon.

"ada hot news, nancy didepak dari kepanitiaan indfest tadi pagi, gua liat dia disidang di PKM sama pejabat-pejabat di himpunan." hyunjin menjelaskan.

"loh kenapa emangnya? buat masalah?"

"bukan masalah lagi cuyy!!" yangyang—cowok itu dari tadi cuma diem sambil fokus ngerjain pretest—ikut bersuara. "ini mah menggemparkan!"

"ada apa sih?" seoyeon mulai ikut kepo, gimana nggak penasaran kalau temen-temennya udah setotalitas ini.

"ssssttt." hyunjin menaruh telunjuk di bibirnya, ia kemudian melirik kesekeliling seolah memastikan tidak ada orang di dekat mereka dalam radius 1 meter. "ini informasi A1, gaboleh sampe nyebar."

"gece anying, berbelit-belit banget dah lo." sorak yoshi gemas. cowok itu mulai mendekatkan diri ke hyunjin, supaya ocehannya terdengar jelas.

lagipula, walaupun hyunjin bilang info ini gak boleh disebar, yoshi yakin seribu persen kalau besok satu jurusan pasti bakal tahu tentang ini.

tembok teknik itu berbicara, kalau kata shuhua begitu.

"sabar monyet." sungut hyunjin. "dia kan di divisi sponsor, nah karena alumni kita ada yang bisa di-reach out nih buat sponsoran, nancy ngehubungin abang-abangan itu. turns out, bukannya acara indfest yang dapet sponsoran, malah dia yang dapet."

"maksud lo?" seoyeon mengernyit bingung.

"ya jadi selingkuhan, kocak." shuhua bersorak. "si abang-abangan itu udah tunangan ternyata."

"anjir padahal tampangnya kayak orang bener." sahut yoshi.

"makanya itu!" hyunjin menepuk meja. "pada nggak nyangka."

"terus ini bakal dibawa ke jurusan apa cukup internal aja?" tanya yoshi.

"kayaknya mau diselsain di internal himpunan dulu deh, kasian juga kalo dosen-dosen sampe tau."

"gara-gara masalah ini, rapat indfest nanti malem juga batal." cetus yangyang. "poster lu dah selesai, yosh?" ia melirik yoshi, menantikan jawaban cowok itu.

treasure: (2) dumb and dumberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang