Jason dan teman-teman sudah tiba di Ryuu's Jewelry Store. Mereka memarkir Cyclops Rider masing-masing dan bergegas masuk ke dalam toko.
"Berhenti, pencuri!!" seru Mikhail, sambil mengacungkan tangan kanannya yang mengeluarkan api ke arah Lee.
Lee yang sedang mengambil beberapa gelang emas, kaget dan berlari keluar toko.
"Hei, mau ke mana kau?!" seru Mikhail lagi. Mereka berlima mengejar Lee secepat kilat. Tapi Lee sudah sekitar 5 kilometer mendahului mereka. Dia memang pelari tercepat di antara kedelapan anak buah Elios.
Jason dan teman-teman mulai kewalahan. "Hosh..hosh...cape..." keluh Leonard ngos-ngosan.
"Halah, baru lari segitu saja kamu cape. Makanya, punya badan jangan terlalu gendut!" ujar Rei, membuat Leonard menjadi marah.
"Hei, hei." Kayra melerai mereka. "Sudah, sudah, jangan berantem. Heran ya, bahkan di situasi genting seperti ini kalian sempat-sempatnya bertengkar mulut!"
"I...iya, Yang Mulia Ratu.." ucap Leonard dan Rei gemetar, lalu menghentikan pertengkaran mereka.
"Nah, sekarang ayo kita cari penjahat itu!" seru Kayra. Mereka berlima pun mulai mencari Lee ke setiap sudut jalan.
Sudah setengah jam mereka mencari, namun Lee tak kunjung ditemukan. Kayra mulai kesal.
"Sialan!" umpatnya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. "Sembunyi kemana sih dia?"
"Sabar, Kay. Pasti bakalan ketemu kok." Mikhail menenangkan. Tak lama kemudian, Rei menemukan sesuatu berwarna hitam dari balik semak-semak yang berada di sebelah salah satu gedung kantor. Setelah dilihat lebih teliti, rupanya itu adalah rambut Lee. Mikhail dan Kayra kaget dan segera memberitahu teman-teman yang lain via gadget mereka. Kemudian Lee mereka bawa ke kantor polisi sekitar jam 5 sore.
Jason dan teman-teman tersenyum lega, setelah kasus tersebut berakhir.
"Fiuh, akhirnya bajingan itu sudah pergi!" seru Mikhail. "Mudah-mudahan dia diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya tadi, penjara 5 tahun misalnya?"
"Iya." ujar Kayra. "Biar dia merasakan betapa tidak enaknya hidup di penjara! Tempatnya sesak dan makan seadanya!"
Mereka pun segera kembali ke sekolah, mandi, dan bersiap-siap untuk makan malam. Setelah itu mereka lanjutkan dengan kegiatan free time, lalu tidur pada pukul 10 malam.
---
Keesokan harinya, Pak Makoto memberikan mereka tugas mata pelajaran teori olahraga, yaitu menulis minimal 4 halaman rangkuman tentang pengertian, sejarah, dan cara bermain tolak peluru. Bu Chatrina juga memberikan tugas memasak resep baru yang ia buat, Roasted Chicken and Pepper, kemudian mengambil foto hasilnya menggunakan gadget yang mereka miliki.
Setelah jam pulang sekolah, Jason dan teman-temannya mengadakan diskusi di ruang tamu.
"Buset, susah-susah juga tugas kita!" kata Jason.
"Iya nih." ucap Kayra. "Mana resep apa itu namanya...Roasted Chicken and Pepper?? Iya entah apalah...itu belum diajarkan sama sekali! Ada-ada saja Bu Chatrina ini kadang-kadang!"
"Udah, udah, jangan ngomel lagi." kata Mikhail. "Mending sekarang kita tentukan mau kapan kita kerjakan bareng!"
"Aku sih ikut-ikut aja." kata Leonard.
"Iyalah, kau ikut-ikut saja karena kerjaanmu tiap hari cuma malas-malasan sambil minum boba." ledek Rei yang duduk di sebelahnya.
"COBA NGOMONG SEKALI LAGI?!" kata Leonard dengan marah, sambil mengepalkan tangannya sehingga keluar listrik.
"Hush, tolong ya. Bisa gak kalian gak berantem sehari saja?!" kata Kayra kesal. "Rei, berhentilah meledek Leonard hanya karena dia suka minum boba. Kau juga Leonard, jangan terlalu banyak minum boba, nanti bisa sakit."
Leonard dan Rei pun mengiyakan. "Baiklah, Yang Mulia Ratu.."
"Nah, mari kembali ke topik." Mikhail kembali berbicara. "Hari ini kan hari Selasa, betul?"
"Benar, hari Selasa." jawab Kayra.
"Kalau kita kerjakan tugas kita hari Kamis setelah pulang sekolah, bagaimana? Kalian semua bisa?" tanya Mikhail lagi.
Semua temannya setuju.
"Oke, Kamis sepulang sekolah ya. Makasih semua sudah ikut diskusi!" kata Mikhail, menutup acara.
---
Dua hari kemudian, yaitu di hari Kamis, murid-murid pun mengerjakan tugas-tugas mereka. Sambil mengerjakan, mereka mengobrol dan tertawa bersama. Mereka juga menikmati kue coklat yang dibuat oleh Bu Chatrina.
"Mmm, kuenya enak banget, Bu!" kata Mikhail. "Memang paling top deh, masakannya Bu Chatrina!"
"Wah, terima kasih banyak." kata Bu Chatrina sambil tersenyum malu. "Selamat bekerja, anak-anak! Ibu mau ada urusan sebentar."
"Baik Bu!" jawab murid-murid secara bersamaan. Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka.
---
Di Markas Penjahat Calloville, komputer milik Elios menampilkan gambar Lee sedang dipenjara.
"Bodoh sekali kau!" kata Elios dengan marah kepada Lee. "Masa tugas segampang mencuri perhiasan saja kau tidak bisa!"
"Ma...maaf bos, tapi anak-anak itu sudah lebih dulu menemukanku. Padahal aku sudah bersembunyi sebaik mungkin." ucap Lee dengan takut-takut.
"Grrrr, aku tidak mau tau lah." balas Elios. "Pokoknya lain kali tim penjahat tidak akan kalah! Ned, Troy! Sini cepat!!" ia memanggil dua anak buahnya.
"Iya bos, ada apa?" kata Ned dan Troy.
"Kalian berdua, pancing lagi anak-anak dajjal itu dan buat mereka kalah!" perintah Elios. "Di sini, ada seseorang bernama Phillip Johansson. Ia adalah orang terkaya di universe ini. Kalian curi uang sebanyak yang kalian bisa di rumahnya dan bawalah uangnya kepadaku. Tapi bersikaplah cermat dan jangan sampai ketahuan!"
"Baik bos!" kata mereka berdua bersamaan. Mereka pun bergegas ke rumah Phillip Johansson, orang terkaya dalam game The World of Fantasy yang dimaksud Elios.

KAMU SEDANG MEMBACA
The World of Fantasy
FantasyBagaimana jadinya jika seorang gamer online yang sudah bermain berbagai macam game, tiba-tiba masuk ke dalam game yang bahkan tidak ia ketahui sama sekali? Berhasilkah ia menyelesaikan misi-misi dalam game tersebut dan mengalahkan sang penjahat? Ata...