Malam unfaedah

671 123 9
                                        

"Author pov"

Malem yang tenang adalah impian semua orang, tapi tidak dengan keluarga fardinus. Lebih tepatnya kedua anak beda usia yang sedang berebut tentang hal tidak penting, yaitu mereka sedang memperebutkan tahta wanita cantik yang mereka temuin hari ini.

Mereka sekarang sedang di ruang keluarga, untung saja mereka memiliki rumah dengan jarak depan rumah kepagar cukup jauh jadi tidak akan mengganggu ketenangan para tetangganya.

"Ojun!!/abang!!" panggil mereka bersamaan dengan ngegas, padahal duduknya sebelah-sebelahan

"Abang pertama/ojun pertama" jawab mereka dengan suara biasa karena udah dapet peringatan 1 dari maminya

"Iya udah apa?" Jawab abangnya dengan malas karena dia tau pasti adiknya kalau begini mau pamer, padahal dia juga sama

"Yey, disekolah ojun tadi ada miss baru. Miss barunya sangat cantik, baik, manis, dan seperti barbie dong. Huu ojun juga tadi memuji miss barunya, keren kan ojun praktekin ajaran abang?" Ucap yeonjun dengan bangga

"Heh anak fardinus, sejak kapan abang ngajarin ojun buat gombal gitu?" Tanya ngegas abangnya

"Abang juga anak papi mami juga kalau lupa, pernah waktu ojun minta bantuan abang untuk membuat kartu ucapan untuk teman ojun." Ucap yeonjun berkacak pinggang

"Hehe maaf, abang waktu itu cuman bercanda." Jawab abangnya nyengir

"Bercanda abang buat kakaknya temen adek jewer kuping ojun tau. Kakak temen ojun bilang, "heh masih kecil siapa yang ngajarin nulis gombalan ke adek saya?" Gitu bang kata kakaknya temen ojun." Jawab ojun buat abangnya ketawa ga karuan

"Aduhhh ampun deh, abang ga nyangka loh ojun sampe dijewer gitu? Hahaha...." Liat ketawa menyebalkan abangnya, yeonjun dengan jailnya memasukan cemilan punya maminya kedalam mulut abangnyq yang lagi mangap lebar

"Uhukkk...uhukkk..., adohhh untung gw ga mati. Heh adek tidak tau tempat, udah tau lagi ketawa. Kalau abang kenapa-napa gimana?" Tanya abangnya yang masih kesedak cemilan maminya

"Abisnya abang ngeselin banget. Iya udah ojun minta maaf ya abang, ojun ngaku salah." Jawab ojun nunduk merasa bersalah

"Abang juga minta maaf ya ke ojun, abang maafin tapi lain kali ga boleh kaya gitu ya." Ucap abangnya serius

"Iya abang, ojun ga akan ulangi hal tadi" Jawab yoenjun

"Gantian abang mingyu ngomong, tadi dirumah sakit tempat abang kerja juga ada dokter baru yang cantiknya kayanya ngalahin guru ojun, dia juga manis, imut, dan wajah mungilnya dengan mata bulatnya persis seperti barbie. Abang juga udah tau nama dan udah kenalan juga dong, deket lagi pas kenalan." Ucap mingyu ngebuat yeonjun ga terima

"Miss ojun tetep terdepan, temen abang mah kalah." Balas yeonjun

"Temen abang yang terbaik dibandingin miss baru ojun" Balas balik mingyu

"Missnya ojun ya..."

"Astaga mingyu ojun bisakah kalian berhenti ribut? Sebenarnya apa yang kalian ributkan dari tadi?" Tanya sang mami sudah lelah melihat anaknya ribut sekali

"Ini nih mi, abang ga mau ngalah sama ojun. Udah dibilang miss ojun yang ada disekolah lebih cantik dari temen dokter abang." Adu yeonjun kepada maminya

"Eh enak aja ya, temen abang juga lebih cantik dari miss kamu itu. Bahkan temen abang sangat cantik, imut, manis, dan seperti barbie hidup." Jawab ngegas mingyu ga mau kalah

"Missnya ojun juga gakalah lebih cantik dan gakalah lebih kaya barbie yang suka somi bawa disekolah, wlee" Jawab yeonjun yang ga mau kalah juga

"Temen aba..."

"Udah rebutannya? Daripada kalian ribut siapa yang paling cantik, coba tunjukan ke mami seperti apa miss dan dokter yang kalian maksud?" Tanya sang mami sudah jengah melihat tingkah anaknya

"Ih mami, kan ojun masih sekolah dan kecil. Kan sekolah ojun tidak dibolehin bawa hp, jadi ojun tidak punya foto miss barunya." Jawab ojun kesal

"Mami lupa sayang, maaf ya. Coba kalau abang mana mami mau liat?" Tanya sang mami ke pada mingyu

Mingyu yang ditanya seperti itu hanya bisa nyengir pepsoden dan menggeleng kepala. Jangankan foto, nomor hp saja dia lupa memintanya. Dasar mingyu bodoh, kalau begini mana bisa dia memanasi adiknya.

"Liat kelakuan anak kamu yang nurun nya sama kaya kamu, ternyata yang mereka ributkan hanya dari parasnya saja, tapi ga ada hasilnya." Adu sang mami sembari menyindir anak pertamanya kepada suaminya yang sedari tadi hanya diam mendengarkan

"Kok jadi papi dibawa-bawa? Papi diem aja loh dari tadi." Jawab sang papi ga terima dibawa-bawa

"Huu dasar abang, gaya doang bilang tadi udah kenalan deket taunya ga punya fotonya." Ledeh yeonjun

"Heh kamu juga ya, jangan ngeledek abang gitu." Jawab mingyu yang tidak terima

"Udah-udah bertengkarnya anak-anak ganteng papi, daripada kalian ribut lebih baik besok bawa perempuan yang kalian maksud itu. Siapa tau papi kenal orangtuanya dan bisa jodohin kamu mingyu yang udah kelamaan jomblo." Jawab sang papi final, membuat anggukan semangat dari yeonjun dan plototan tidak terima dari mingyu yang dikatakan jomblo

"Ga usah melotot-melotot, dikata ganteng kali. Awas papi dengar kalian memperebutkan siapa yang paling cantik papi suruh tidur luar kalian. Buat papi mami kalian paling cantik didunia, ga ada yang boleh protes." Ancam sang papi, membuat mereka diam seketika. Istrinya yang dipuji seperti itu hanya tersenyum menanggapi keluarganya yang bisa dibilang aneh, kecuali dirinya.

"Mami, besok pulang sekolah jemput ojun ya biar mami lihat miss nya ojun. Sekalian mami ajak untuk makan malam dirumah kita" Bisik yeonjun kepada sang mami

"Idih curang banget, masa minta bantuan mami. Ga gentleman banget sih, usaha dong kalau jadi anak laki." Ledek mingyu kepada adiknya

"Ihh mami liat abang, ojun kan masih kecil jadi harus mami yang berbicara." Balas yeonjun ga mau kalah

"Mingyu udah kasian adeknya diledek terus, iya udah besok mami yang jemput ojun ya disekolah." Jawab sang mami

"Yeyy makasih mami sayang, wlee emang enak dimarahin mami" Ucap yeonjun sembari memeletkan lidah untuk mengejek abangnya

"Liat tuh mi, adek laknat ga ada sopan-sopannya sama abangnya." Adu mingyu kepada maminya.

Maminya yang melihat itu hanya menggelengkan kepala, pusing dia tuh liat kelakuan dan tingkah anaknya yang kaya anak kecil. Kalau yeonjun wajar dia masih anak-anak, lah kalau mingyu ga wajar. Sering maminya suka heran anak bentukan mingyu bisa jadi dokter berbakat, tapi biar gimanapun dia selalu sayang kedua anaknya dan tentunya bangga akan setiap pencapaian yang anaknya selalu berikan kepada kedua orangtuanya.

"Mami mau tanya, kalian masih mau kan jadi anak mami dan papi?" Tanya sang mami hanya bercanda, tapi membuat anggukan kuat dari anak-anaknya

"Kalau mau jadi anak mami papi kalian jangan ribut mulu, pusing mami dengernya." Jawaban sang mami langsung dituruti oleh mereka berdua. Dan sekarang liat, mereka berdua malah asik bermain dengan akurnya kaya tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Kedua orangtuanya yang melihat kelakuan anaknya hanya tersenyum bahagia udah memaklumi tingkah anak-anaknya, keluarga mereka bisa dikatakan keluarga yang harmonis. Mereka sangat beruntung dikaruniai dua anak yang selalu membawa suasana rumah yang ramai dan tentunya diselingi dengan keributan yang terkadang tidak penting, seperti tadi. Tapi sesering mereka bertengkar tidak ada yang serius, mereka begitu hanya untuk saling menghibur dan katanya sebagai rasa kasih sayang satu sama lain yang mereka tunjukan biar beda dari yang lain.

"Author pov end"

.
.
.
.
.

TBC
Lanjut atau engga???
.
Udah tau kan mingyu siapa?
.
Maaf jika typo bertebaran...
Jangan lupa untuk vote and komen biar authornya semangat ngelanjutin ceritanya...

Miss Lisa (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang