#5

57 2 0
                                    

Hai kalian ... Gimana kabar?
Semoga selalu dalam lindungan tuhan ya.. 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa, n tekan dulu tombol bintangnya .. Syukron😊😊

         " pernah ada yang khitbah aku, tapi aku tolak. 3 kali aku nolak cowok yang khitbah aku. Tapi emang akunya juga belum siap nikah si." Ucap Ulfa.

      "Apa?! 3 cowok nge-khitbah kamu? Tapi kamu tolak?" Tanya Ulfa dengan nada naik 1 oktaf.

      "Iya." Ucap Failah singkat.

      "Pamali tau,, apalagi sampai 3 kali. Nanti jodohnya jauh lho." Ucap Ulfa.

      "Ya gimana akunya belum siap." Ucap Failah.

      "Tapi, sebenarnya apa sih alasan kamu sampai nolak khitbah 3 kali? Nggak mungkinkan kamu nolak karena fisik?" Tanya Ulfa

      "Sebenarnya, aku trauma, jujur aku benci banget laki-laki." Ucap Failah.

       "Trauma? Trauma kenapa? Dan benci kenapa?" Tanya Ulfa.

       "Dulu, sebelum ayah dan ibuku bercerai, ayahku sering memukul ibuku, membentak, kasar,sampai sampai ibu selalu menangis di keheningan malam, rasanya hatiku teriris ketika mendengar tangisan ibuku, seketika aku membenci sosok ayah." Failah tak bisa menahan air matanya, air matanya pun lolos keluar dari kantung matanya.

        "Namun, bagaimana pun ayah tetap ayahku, walau aku membencinya , tapi aku tetap sayang padanya." Lanjut Failah.

        "Lalu apa yang membuatmu sangat membenci laki laki? Sedangakan kamu tetap sayang ayahmu." Tanya Ulfa.

         "Karna bagiku, semua laki-laki sama sifatnya, bahkan aku belum bisa membuka hatiku untuk laki laki." Ucap Failah, hening sekejab diantara mereka.

         "Tapi, sudahlah, lagi pula aku belum memikirkan untuk menikah, untuk saat ini aku masih fokus menuntut ilmu dengan baik, biar bisa mengangkat derajat keluargaku." Lanjut Failah.
    
     Adzan berkumandang, Failah dan Ulfa pun bersiap2 untuk pergi ke masjid untuk berjamaah.

         "Udah adzan tuh, yuk siap2 jamaah ke masjid." Ajak Failah

         " ayok." Sahut Failah.

      
                ~~~~~~~~~~~~~~~~~

             Udah dingin menusuk tulang Failah, membuat dirinya bangun dari tidurnya. Failah menyalakan lampu kamarnya, dan mrlihat jam yang menempel didinding kamarnya. Jam itu menunjukan pukul 3 pagi, ia pun pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu, dan melaksanakan sholat tahajud.

             Sebelum sholat, tak lupa dia membangunkan Ulfa, untuk sholat tahajud.

          "Fa, bangun yuk. Udah jam 3 nih." Ucap Failah. Ulfa membuka matanya, melihat Failah yang sudah memakai mukena.

          "Maaf Fai, aku lagi halangan." Ucap Ulfa.

         "oh... Ya udah lanjut tidur" ucap Faila seraya senyum.

        Failah pun melaksanakan sholat, setelah dia selesai dzikir dia melihat jam dinding masih menunjukan jam 03.30. sambil menunggu subuh, dia menambah hafalannya.

         Adzan subuh pun terdengar, ia melaksanakan sholat qobliyah subuh dan dilanjut sholat subuh.

       Tiba2 sebuah teriakan mengagetkannya.

     "Failah ........ Tolong........"

    Failah kaget dan buru buru menghampiri sumber suara itu.

    "Ya allah ... Nenek..!!! "



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 18, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KhitbahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang