Failah tersenyum.
"Iya ini pesantren." Jawab Failah santai."Nggak salah nih? Kamu ning?" Tanya Ulfa yang masih penasaran.
"Hahahha, kamu ini ada-ada aja to fa, bukanlah, Rumahku di belakang pesantren ini." Jelas Failah.
"Oalah, tak kira, ya allah syok aku tau." Ucap Ulfa
"Ya ndaklah." Ucap Failah tertawa.
"Ya udah ayok jalan lagi." Ajak Failah.
"Ayo." Jawab Ulfa.Mereka berdua berjalan melewati pesantren tersebut, pesantren yang berdiri kokoh itu banyak di huni oleh santri dari berbagai daerah. Failah dan Ulfa hanya menunduk melewati pesantren karena takut ada keluarga dalem yang lewat. Juga takut ada santri putra.
"Alhamdulillah sampai juga." Ucap Ulfa
"Iya, bentar ya aku panggil nenek aku." Ucap Failah yang dianggukin oleh Ulfa.
Tok tok tok.
"Assalamualaikum." Salam Failah.
Terdengar suara seseorang menjawab salam Failah.
"Waalaikumsalam." Ucap seseorang itu.
Pintu terbuka perlahan, menampakan wajah seorang perempuan paruh baya.
"Failah" Ucap nenek dengan wajah gembira.
"Iya nek." Ucap Failah langsung memeluk sang nenek.
"Ya allah nduk, nenek kangen banget sama kamu, gimana kabar kamu nduk?" Tanya nenek.
"Alhamdulillah nek Failah sehat, kalo nenek gimana kabarnya? Tanya Failah.
"Alhamdulillah nenek sehat sayang." Ucap nenek.
"Oh ya nek, ini temen Failah, namanya Ulfa." Ucap Failah sembari menunjuk Ulfa.
"Assalamualaikum nek." Ucap Ulfa dengan ramah.
"Waalaikumsalam, iya nduk, ya udah ayo masuk kaliah istirahat dulu." Ucap nenek yang diangguki oleh mereka berdua.
~~~~~~Rumah nenek Failah sangatlah sederhana, namun Failah selalu mensyukuri apa yang diberi oleh allah.
"Maaf ya Fa, Rumahnya jelek." Ucap Failah gak enak.
" ih nggak papa, jangan kek gitu dong." Ucap Ulfa menenangkan.
Failah tersenyum mendengar ucapan Ulfa."Kamu apa nggak ada gitu cowok atau ya pacar gitu? Tanya Ulfa.
"Emm, nggak ada." Ucap Failah tenang.
"Lho kenapa?" Tanya Ulfa lagi.
"Gimana ya, nggak tertarik aja sama pacaran,toh pacarankan maksiat" Ucap Failah.
"tapi, ada nggak yang deketin kamu atau ngelamar gitu?" Tanya Ulfa.
" pernah ada yang khitbah aku, tapi aku tolak. 3 kali aku nolak cowok yang khitbah aku. Tapi emang akunya juga belum siap nikah si." Ucap Ulfa.
"Apa?! 3 cowok nge-khitbah kamu? Tapi kamu tolak?" Tanya Ulfa dengan nada naik 1 oktaf.
"Iya." Ucap Failah singkat.
"Pamali tau,, apalagi sampai 3 kali. Nanti jodohnya jauh lho." Ucap Ulfa.
"Ya gimana akunya belum siap." Ucap Failah.
"Tapi, sebenarnya apa sih alasan kamu sampai nolak khitbah 3 kali? Nggak mungkinkan kamu nolak karena fisik?" Tanya Ulfa
"Sebenernya........"

KAMU SEDANG MEMBACA
Khitbah
RomanceKetika Rasa benci berubah menjadi benih" cinta yang merubah definisi yang pernak aku keluarkan.