"Mau ikut ke pantai?" Ucap seorang laki-laki di depan Tara.
"Gak! Lagi ngambek ya Aku sama Kamu!"
Laki-laki tersebut pun terkekeh, kemudian mendekat ke ranjang dan memeluk Tara sembari mengecup beberapa kali kening Tara.
Kalau gini caranya Tara kan gak bisa marah lama-lama.
"Ngambek nya di lanjut besok, katanya mau ke pantai."
"Pengen tapi panas."
"Di sana adem sayang."
"Beneran?" Laki-laki tersebut mengangguk. Kemudian berjalan ke luar rumah bersama-sama sembari bergandengan layaknya pasangan yang saling mencintai.
Bukan layaknya, tapi memang sepasang kekasih halal yang mencintai satu sama lain.
Tara membuka matanya. Tadi apa? Mimpi? Mengapa terasa begitu nyata? Tara melihat arah jarum jam yang berada di sampingnya. Sudah waktunya sholat subuh, tapi pikiran Tara selalu mengarah ke mimpi nya barusan.
Siapa laki-laki yang ada di mimpi Tara tadi?
Romantis banget sih.
Apa ini tandanya Ara akan menikah muda? Seperti di cerita-cerita fiksi yang sering Tara baca. Semoga saja jika memang jodoh nya Tara sudah terlihat di usia nya yang masih muda, bisa membawa Tara jauh lebih baik dan bisa membimbing nya.
Tara bangun dari tempat tidur nya, kemudian ia berjalan untuk mengambil wudhu dan langsung pergi ke Mushola yang jaraknya memang tidak jauh dari rumah.
Biasanya jika Subuh-subuh begini Ara memilih untuk ikut berjamaah, karena sampai saat ini pun Ara belum hafal doa Qunut. Walaupun kata ustadz Ara dulu bisa di ganti dengan doa sapu jagat, Ara tetap memilih untuk ngikut imam nya saja.
Setelah usai menjalankan sholat subuh berjamaah, Tara berjalan ke luar Mushola untuk pulang ke rumah. Tetapi sebelum sampai ke rumahnya, Tara merasa bahwa di samping nya ada seseorang. Dan itu adalah Aziz.
Tara memutar bola matanya, mau ribut lagi nih? Ini Tara baru dapat pahala loh! Jangan lah bikin Tara jadi buat dosa lagi.
Nunggu siangan aja.
"Dih! Sok cuek Kamu." Ujar Aziz yang berjalan menyamakan langkah kaki nya dengan Ara.
Perlu kalia ketahui, kaki Tara pendek. Jadi jalan nya gak bisa panjang-panjang, tinggi Tara saja hanya sampa bahu Aziz.
Kalau ngomong berasa lagi sama tiang.
Tara diam, enggan menjawab. Aziz ingin menoel lengan Tara, tapi ia urungkan. Lupa kalau bukan Mahram kan gak boleh sentuh-sentuh.
"Aku aja yang di marahin sama ibuku biasa aja." Lanjut Aziz lagi, kini dengan nada yang sedikit sombong dan bahu yang ia naik kan sedikit lalu di turunkan kembali.
Tara masih terdiam.
Kesal karena di abaikan oleh Tara sedari dirinya berbicara kepada gadis itu. Akhirnya Aziz menghadang jalan Tara, dan sekarang posisi laki-laki itu tepat berada di depan Tara.
Tara tidak mengadahkan pandangan nya ke atas agar bisa melihat waja Aziz. Tara sengaja agar tidak bersitatap dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak bermutu dari laki-laki yang sekarang sudah ada di depannya.
Karena kalau Tara sudah berbicara dengan Aziz, Tara akan selalu tidak sengaja bermain mata dengan Aziz. Dan itu mengakibatkan dirinya sedikit oleng.
Tara mengakui bahwa Aziz itu Manis, dan jika memandang nya lama tidak akan bosan. Malah berasa kayak ngangenin.
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Langkah [On Going]
ContoKata Tara, laki-laki yang tampan itu banyak tapi yang menundukan pandangan nya ketika bersitatap dengan perempuan itu langka. Tara kadang di buat kagum oleh tetangga nya yang jarak nya bahkan tidak ada 100M. Tapi juga kadang Tara merasa jengkel bang...
![5 Langkah [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/273776077-64-k227065.jpg)