10 [Pangeran Arsi]

944 33 9
                                        

Brottttttt. "Ah sial, sakit perut gue. Mana ni kentut bau banget lagi" Arsi menyumpal hidung dgn kedua tangan nya. Berharap aroma khas yg tadi Arsi keluarkan segera menghilang.
     "Masih aja bau anjj, mana bau nya kaya selokan dpn rumah. Gue mesti berak ni" Arsi pun membuka pintu kamar nya, hendak ke kamar mandi. Lalu ia ingat sesuatu. "Lah iya gue lupa, kamar mandi sini kan mampet. Mau ga mau harus kebawah kan" Arsi mendumal, memutar bola mata nya jengah. Ia pun menuruni tangga satu per satu. Ia melihat dua sosok pria di ruang tamu. Karena tangga dan ruang tamu hanya dibatasi oleh dinding kaca, maka ia bisa melihat jelas siapa diruang tamu itu.

****

Kringggggggg...
     Handphone Arsi berdering.
"Hah? Paan" jawab Arsi
"Lu dmn gila? Ko ga turun2 si. Papah lu tadi nelpon, suruh nyusul ke sana, sekalian bawa tamu nya."
"Tar dulu, gue lagi berak"
"Hah?"
"Gue lagi berak anj" Arsi mengulangi perkataan nya
"Berak bawa hp?"
"Berisik, 10 menit selesai ni. Gue sekalian mandi"

Arsi pun menutup telpon itu secara sepihak.

"Stres" Arka mendumal kesal.

****

"Dah siap, yu berangkat."
     Arka mengerutkan dahi, saling tatap dgn adik kls di sebelah nya.
"Paan si lu pada, ngeliatin gue kaya org kesurupan"
"Lu cantik bgt anjir? Mau kmn hah, mau pesta?"
Arsi hanya diam, sibuk merapihkan rambut yg blm disisir sebab buru2. Arka pun berdiri, ia melihat penampilan Arsi dari ujung kaki hingga ujung rambut. Raka yg daritadi duduk di samping Arka, langsung gelagapan, bingung mau bagaimana.

Ini bener Arsi?

Raka menatap Arsi dengan tatapan sendu. Arsi mengangkat satu alis nya, bingung dengan sikap yg Raka lakukan.

"Wei? Lu ngapa?" Arsi menepuk pundak Raka pelan.

"Eh, eh ngga ko gpp haha" Raka tersenyum kecil.

Arsi se santai itu? Apa dia lupa sm gue?

****

"Gue dibelakang." Ucap Arsi sembari membuka pintu mobil milik Arka.

"Ga, Lu duduk di dpn. Jok belakang buat anak itu" Arka menunjuk ke arah Raka. Namun Arsi tak mempedulikan omongan Arka, ia kembali membuka pintu mobil yg tadi Arka tutup. Arka  mencegat Arsi untuk masuk ke mobil nya. Ia kembali menutup pintu mobil, agar Arsi tidak bisa masuk.

"Gue mau dibelakang, Arka!"

     Arka menaruh tangan nya di sebelah kepala Arsi, menempatkan wajah nya tepat di wajah Arsi. Arsi yg bingung, meneguk air liur nya pelan. Lalu mendorong Arka agar menjauh.

"LO GILA YA HAH? NGAPAIN DEKET DEKET GUE ANJ"

"Paan si geer bgt. Noh eye liner bleberan, udah kek buntut kalajengking." Arka lalu meninggalkan Arsi, untuk naik ke mobil nya. Kesal. Arsi pun menarik tangan Raka yg daritadi terdiam.
"Gue ikut sm lo."
Jantung Raka berdetak 2x lebih cepat, mendengar pernyataan itu.
     Tak banyak bicara, Raka mengangguk pelan, lalu mengeluarkan kunci motor yg berada di saku nya. Mereka naik ke atas motor, dan meninggalkan Arka sendirian. "SIALAN GUE DITINGGAL."

***

Arsi pun memandang sekitar, ia baru tau udara malam Jakarta seperti apa. Ternyata sejuk. Selama ini ia hanya keluar dgn menaiki mobil, itu pun hanya boleh sampai sore. Arsi pun mencium aroma yg tidak asing.

Bau parfum nya ko kaya pernah nyium ya?

Arsi mencoba mengingat sesuatu, tpi tidak bisa. Karena jenuh, ia mencoba membuka obrolan dgn orang yg baru ia temui.

"Ehemm.."

Raka menoleh kebingungan, Arsi inget gue?

"Knp? Lu mau ngomong sesuatu Si?"

"Ngomong sesuatu? Ngga sih. Eh btw ko lu tau nama gue?"

"Tadi Arka kasih tau gue." Raka mencoba mengelak, ternyata benar Arsi tidak ingat dengan nya.

"Ohhh gitu."

Raka kembali diam.

"Eh gue lupa nanya, btw nama lu siapa?"

"Raka."

"Raka doang?"

"Ya terserah lu mau manggil siapa."

"Oke, gue mau manggil lu pangeran." Arsi tersenyum, Arka yg daritadi memandangi wajah nya lewat kaca spion, ikut tersenyum.

"Ko pangeran?"

"Ya gpp. Eh diliat2 lu manis jg ya"

"Bukan gula gue, mana ada manis." Raka tertawa, Arsi pun ikut tertawa.

****

Rame ga part kali ini menurut kalian? Lanjut atau udahan? Nanti buat part 11 dan selanjutnya bakal di up setiap hari Sabtu dan Minggu yaa. Jangan lupa vote nya teman teman, supaya author semangat buat bikin part selanjutnya. Babaii terimakacii😗🖤

Musuh Jadi Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang