"Pipi nya kenapa?"
"Tadi jatoh mah" ucap Arsi sembari menaruh sepatu nya
"Ko bisa?"
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu rumah
"Biar mamah aja yg buka, km istirahat"
"Iya mah"
Arsi pun beranjak pergi ke kamar nya yg berada di lantai dua. Sedangkan itu, mamah Arsi membukakan pintu
"Eh kamu bukan nya anak pa Prabu ya, ada apa nak?"
"Saya nyari Arsi, ada tante?"
"Oh Arsi, baru aja naik ke kamar. Km langsung masuk aja ke kamar nya kalo mau ketemu"
"Baik tante"
***
"Pipi gw knp nambah perih dah, padahal cuma gini doang" Arsi memencet pipi nya perlahan, lalu membuka perban nya
"Nyusahin lo, ah gw jdi musti ganti perban berulang-ulang kan. Mana perih"
"Suruh siapa ga nurut sm gw" Arka mengintip di balik pintu, lalu masuk ke kamar Arsi
"Mau ngapain lo kesini"
"Numpang tidur, cape gw"
"Pulang"
"Apa?"
"Pulang" Arsi mengulangi perkataan nya
"Ngusir lo?"
"Katanya cape, ya pulang sana"
Arka mendekat kan wajah nya ke arah Arsi
"Gw ga mau pulang!"
"ARKA!"
"APA?!"
"LO TU YA"
"Gw? Knp? Ganteng?"
"Najis"
"Udah ah gw mau tidur, lo turun deh"
Arka mengambil alih ranjang milik Arsi, Arsi menjambak Arka.
"Pomed gw mahal tau ga! Sembarangan nyentuh"
"Turun Arka! Gw mau tidur"
"Ga"
"ARKA LO NYEBELIN! GW NANGIS NI"
Arka hanya meng-o kan ucapan Arsi
"HUAAA MAMAHHH ARKA NAKAL"
Huppp Arka membekap mulut Arsi
"Tangan lo bau terasi"
Arka mencium tangan nya, memastikan omongan yg diucapkan Arsi.
"Apaansi? Orang wangi gini"
***
Pukul 3 sore, Arsi terbangun dari tidur nya, melihat sekeliling, dan terkejut, ternyata masih ada Arka yg tertidur di sofa.
"Awww" Arsi kembali merasakan linu di pipi nya. Ia ingat, tdi siang pipi nya terjetuk meja, Akibat bertengkar dengan Arka, hingga akhirnya Arka menyuruh nya untuk istirahat.
Mendengar rintihan Arsi, Arka pun terbangun. Dan kemudian mengambilkan betadine untuk Arsi.
"Apaan?" Arsi bingung
"Ini betadine, cepet pake"
"Lo oon ya, gw udah dikasih salep dari UKS, ngapain musti pake betadine." Ucap Arsi sembari mencari salep di tas nya.
"Duh dmn sih?" Arsi menggerutu, seluruh isi tas nya dikeluarkan, tapi tak kunjung menemukan nya. Arka ikut mencari nya, tp tiba-tiba ia menemukan sebuah foto. Entah mengapa setelah melihat foto tersebut hati Arka menjadi sakit.
"Ini salep, mata lo bolor." Arka langsung melempar salep ke arah kasur.
"Santai dong, ga selo amat"
Arka tak memperdulikan nya, dan bergegas pulang.
"Dih ngambek? Salah ya gw ngomong kaya gtu?" Arsi menggaruk kepala nya yg tak gatal.
***
Follow akun Instagram author yak @happyajasii
Follow jg akun wp ini @HappyYanuarti7
Dipencet bintang nya qaqa, supaya author makin semangat bikin part selanjutnya❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Musuh Jadi Cinta
RomanceSudah taun ke 2, Arsi bersekolah di SMA ini. Taun taun yg sangat suram karena telah mengenal Arka. Kaka tingkat nya. Banyak yg mengagumi Arka, karena keahlian nya bermain sepak bola, tapi tidak dengan Arsi. Bagi Arsi, Arka tidak jauh beda dengan ana...
