09

161 26 3
                                    

"D.O ngapain disini?" Nayeon bergumam sendiri.

Terlihat D.O dan Momo sedang membicarakan sesuatu yang terlihat sangat penting. Nayeon juga bisa melihat laki laki itu terlihat sedikit emosi dengan topik bicaranya.

Walaupun jarak Nayeon dengan keduanya cukup jauh, tapi ia masih bisa mendengar obrolan itu.

"Batalin aja, bisa kan? gua gak mau nikah sama lo!" D.O membentak Momo saat itu juga.

Nyesek.

Nayeon terdiam membeku. Apa? apa maksudnya? huh? menikah..? gak salah dengar kan?

"Gabisa gitu dong! aku suka sama kamu udah lama, masa dibatalin sih?!" Momo tidak terima dengan ucapan D.O.

"Kalau lo suka, tapi klo gua gasuka, gimana?!"

Momo menatap sendu laki didepannya. "Ta-tapi aku cinta sama kamu..."

"Gua gak." Balas D.O ketus.

"Kamu kenapa sih gak suka sama aku? kamu benci ya sama aku?"

D.O masih menetap dengan diam. Tak berniat membalas ucapan Momo.

"Atau jangan jangan kamu mulai suka sama Nayeon itu ya?! ngaku kamu!" Momo mulai menuduh aneh aneh terhadapnya.

Lelaki remaja itu membulatkan matanya, dahinya mengkerut sempurna. Apa hubungannya dengan Nayeon, sih?

"Apasih? lo bicara apaan? Jangan bawa bawa Nayeon. Dia gak salah, lo yang salah disini." Kata D.O sedikit menjauhi Momo

Momo seakan akan tidak terima dengan ucapan laki laki itu. Ia menangis tersedu sedu, "Hiks...kamu jahat! jadi kamu lebih belain dia?"

"Kok aku dibawa bawa, deh?" Tanya Nayeon didalam hatinya. Kalian aneh banget!

"Lebay." Celetuk D.O. lagi

"Kamu mending ngaku aja deh, suka kan sama gadis caper itu?!"

Plak!

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus gadis itu. D.O menamparnya keras, ia membenci jika seseorang membawa orang lain di dalam masalahnya.

"Jaga omongan lo! gua emang gak suka sama Nayeon, tapi gua gak terima dia dikatain!"

"Klo lo gak bisa batalin pernikahan, gua yang batalin!" Lanjutnya lagi.

"Gak! Aku gak akan biarin itu semua terjadi! Ya! Gak bakal, GAK BAKAL!!!" Momo menjerit sendiri.

D.O lantas meninggalkan Momo sendirian disana, sementara gadis itu sudah seperti orang kesurupan. Dia teriak teriak sendiri sedari tadi.

"D.O!!! AKU GAK BAKAL LEPASIN KAMU GITU AJA! MENIKAH SAMA AKU ATAU NYAWA ORANG TUA KAMU, AKU BUNUH!!" Ancam Momo saat D.O sudah pergi.

Nayeon justru kasihan melihat Momo yang sangat terobsesi dengannya, dengan ragu ia berjalan mendekati Momo.

"Momo..?"

Sang empu yang dipanggil menatap Nayeon dengan sorot mata yang menakutkan. Rahangnya mengeras, dan mengepalkan tangannya kuat.

"DASAR PELAKOR!!!! PAKE PELET APA LO SAMPE NGEBUAT D.O BENCI SAMA GUE?!! SETAN! BAJINGAN!!" Tetiba saja Momo menerkam Nayeon dengan jahatnya.

Ia mencekik leher Nayeon sampai membuat Nayeon hampir kehabisan Nafas. Nayeon yang kaget dan panik tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ia membiarkan Momo mengeluarkan emosinya di depannya.

"KLO SAMPE GUE GAK JADI NIKAH SAMA D.O, LO ORANG PERTAMA YANG GUE SALAHIN!!! LO MATI AJA BISA GAK SIH?! GUE BENCI BANGET LIHAT LO! BENCI! KARENA D.O MULAI SUKA SAMA LO!!!" Teriaknya lagi seraya mencekik kuat leher Nayeon.

✔️ ANOTHER | NaysooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang