9. Curses and Blessings

33 5 0
                                    

Hamparan padang ilalang memanjakan mata siapa saja. Seorang gadis dengan surai berwarna merah berdiam diri ditengah-tengah padang, memainkan setangkai demi setangkai dandelion. Setiap dandelion yang ia tiupkan memberikan sebuah pesan untuk seorang pria yang ia cintai.
Saat sedang asyik bermain tiba-tiba saja sebuah telapak tangan menutupi penglihatannya.

"Tebak ini siapa?"

Sang gadis tersenyum mendengar suara yang mengalun didekat telinganya. Ia tahu sangat tahu siapa pemilik suara lembut tersebut.

"Hashirama."

"Kau pandai menebak juga, Mito."

Mito, gadis bersurai merah tersebut tertawa mendengar jawaban Hashirama. Lagipula kenapa ia bersuara? Tentu saja Mito akan langsung menyadarinya.

"Jadi kau merindukanku? Nyonya Mito Uzumaki?"

"Wow! Ternyata benar Elf bersahabat dengan alam. Padahal aku asal saja mengatakan rindu padamu ternyata angin dan dandelion mengirimkannya padamu."

Mito berjalan-jalan lagi kali ini ia dan sang Elf berjalan ditepian padang ilalang. Menceritakan hal-hal random dan menertawakan apa yang ada didalam cerita mereka, hingga satu nama membuat suasana menjadi hening.

Madara Uchiha.

Beta yang membunuh sang Alpha demi mengukuhkan kekuasaannya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Madara ingin menguasai dunia underground. Ia ingin menunjukan kepada sang Dewa bahwa kutukan yang ia berikan akan menyerang balik Dewa.

"Aku sudah berbicara kepada para Guardian dan pemimpin underground lainnya. Jika sampai pertemuan selanjutnya Madara masih ingin melakukan pertempuran. Maka hal itu akan terjadi."

"Aku akan ikut Hashirama."

"Kau bodoh! Itulah tujuan Madara, ia ingin mengambil berkat yang ada dalam dirimu Mito!"

"Aku tidak bodoh! Lagipula berkat ini bisa diambil dengan sebuah ritual. Jika aku mati dan tidak melakukan ritual berkat itu tidak bisa diambil. Hashirama dengar, aku sudah memikirkan secara matang dan keputusanku sudah bulat. Aku akan ikut berperang."

Hashirama tak mengatakan apapun, ia hanya memeluk erat Mito. Ia berdoa semoga pertempuran itu tidak pernah terjadi dan wanita dalam dekapannya akan baik-baik saja.

🌙🌙🌙

Kushina terbangun dari mimpi anehnya. Bagaimana bisa ia memimpikan seorang Mito Uzumaki? Lalu Hashirama? Madara? Astaga Kushina bahkan tidak menemukan nama-nama tersebut di buku biografi yang ia baca.

"Apa aku mengendarai mobil terlalu kasar? Kau terbangun dengan raut terkejut Kushina."

Kushina menarik napas pelan mencoba menenangakan diri. Ia bahkan lupa kalau ia sedang dalam perjalanan bersama Minato. Sebenarnya setelah acara peluk-memeluk dipinggir jalan, Minato menarik Kushina agar ikut pergi.

Nah, yang menjadi tanda tanya Kushina adalah Minato yang tidak memberi tahu akan pergi kemana.
Bahkan sejak awal mereka berada dimobil, Minato fokus mengendara dan tidak mengacuhkan Kushina.

"Kita kemana Minato?" suara Kushina bahkan terdengar seperti akan menangis.

"Kuil Bulan."

"Lagi?! Tapi kenapa Minato? Sebenarnya ada apa ini?"

"..."

"Minato! Ada apa?" secara tidak sadar Kushina sudah meninggikan suaranya. Jujur saja, Kushina cukup frustrasi atas sikap tak acuh Minato. Tidak, selain tak acuh hari ini pun Minato terlihat tidak fokus. Saat ini, Minato seperti bukan dirinya.

Supermoon [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang