#Berita Kejutan

908 102 1
                                    

Jangan lupa bahagia!

***

Seorang perempuan tertidur dengan nyenyak nya di dalam dekapan seseorang.

Bahkan dia seperti enggan untuk membuka mata jika saja dirinya merasa sangat haus dan tenggorokan nya kering.

Dia mulai merasa ada beban yang menimpa pinggang nya dan perlahan lahan dia berkedip kedip untuk membuka matanya.

Dada bidang yang dibalut kaus putih, itu adalah hal pertama kali yang dilihat oleh Winter.

Tentu saja Winter langsung melebar kan matanya.

'Apakah ini mimpi?' batin Winter

Dia melirik ke bawah, sebuah tangan melingkar dengan nyaman di pinggang nya dan melihat ke atas, terpampang lah wajah Jaemin yang polos.

Dengan perlahan Winter melepaskan dekapan Jaemin, namun bukan Jaemin namanya langsung melepaskan Winter begitu saja.

Bukannya melepaskan Jaemin dengan gerakan cepat mengeratkan dekapannya hingga tangan Winter menahan dada bidang Jaemin.

"Jaemin! Lepaskan!" Winter meronta ronta di dekapan Jaemin.

Jaemin sendiri menyeruakan kepalanya di lekukan leher Winter.

"Jangan bergerak gerak sayang" ucap Jaemin dengan suara serak khas bangun tidur.

Winter berhenti bergerak, "Yasudah kalau begitu lepaskan aku" pinta Winter.

"Nanti saja, ini masih pagi" tolak Jaemin

Nafas hangat Jaemin menerpa leher jenjang Winter dan membuat sang empu merasa kegelian.

"Geli Na" kata Winter menggeliat

"Sudah tidur saja" kata Jaemin membuat bibirnya menyapu ringan leher Winter.

Darah Winter berdesir, jantung nya berdegup sangat kencang dan menahan nafas sebentar akan kejadian itu.

"Jaemin jangan lakukan itu" lirih Winter.

"Lakukan apa hmm" kata Jaemin mengulang kejadian tersebut.

Dengan bersusah payah Winter mendorong Jaemin hingga kepala Jaemin terlepas dari lekukan leher nya.

Perlahan sebelah tangannya mengelus pipi Jaemin dengan lembut, mata Jaemin masih tertutup menolak untuk membuka mata.

"Lepaskan aku ya, Bagaimana jika ahjooma tidak melihatku di kamar tamu? Dia pasti akan kebingungan" jelas Winter lembut.

"Tidak akan sayang, Ibu pasti mengerti" kata Jaemin dengan mata tertutup namun tangan nya yang di pinggang Winter berpindah menggenggam tangan Winter yang ada di pipinya.

Akhirnya dengan rayuan maut Winter, Jaemin melepaskan nya.

"Kenapa kamu bawa aku kesini bukan ke kamar tamu?" tanya Winter yang sudah duduk dan bersandar di kepala ranjang.

"Karena aku ingin menghabiskan waktu bersama mu" gumam Jaemin dengan posisi tengkurap di kasur.

"Aku mau ambil minum" pamit Winter pergi.

Jaemin hanya membalasnya dengan deheman saja.

Saat membuka pintu kamar Jaemin, Winter terkejut karena Ibu Jaemin seperti nya akan mengetuk pintu Kamar Jaemin.

Ibu Jaemin juga tak kalah terkejutnya dengan Winter, "Bibi kira kamu pergi kemana, ternyata di kamar Jaemin" kata Ibu Jaemin lega.

Winter tersenyum, "Iya bi, tadi aku baru saja membangunkan Jaemin Oppa tapi dia belum bangun juga" alibi Winter.

Hello My Future (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang