Semenjak mimpi waktu itu Jihoon kalau ketemu Hyunsuk suka salting fikirannya jadi bokep pengen nyobain lubangnya Hyunsuk.
Hyunsuk jinjit jinjit mau ambil mangkuk di rak atas "iiih susah" keluh Hyunsuk masih aja jinjit.
Dia celingukan nyari apaan ajalah yang penting bisa nyambung kakinya.
Mata Hyunsuk berbinar lihat kursi tinggi disana.
"Kenapa Uncuk gak kefikiran daritadi sih" gerutunya narik kursi itu.
Naiklah Hyunsuk ke kursi itu tanpa dia tahu kaki kursinya sedikit retak dan hampir patah.
"Eeeeh kok goyang goyang sih" Hyunsuk panik.
'Brugh' Hyunsuk jatuh mirisnya mangkuk udah hampir dia ambil sebab kena senggolan jarinya alhasil mangkuknya jatuh mengenai kepalanya.
Jihoon yang lagi main hape kaget denger suara benda jatuh.
Penasaran yang meronta ronta akhirnya Jihoon keluar kamar pengem lihat apa yang terjadi.
"Hyunsuk!" Seru Jihoon panik lihat Hyunsuk rebahan di lantai mana keningnya berdarah pula plus pingsan tuh bocah imut.
"Suk bangun Suk!" Jihoon mengangkat kepala Hyunsuk di tidurin di pahanya lalu menepuk nepuk pipi Hyunsuk.
"Aduh kalau sampe mama papa tahu bisa bisa gue di coret dari daftar waris" Jihoon langsung nelfon dokter saking paniknya takut Hyunsuk kenapa napa eh bukan takut mama papanya dateng tiba tiba.
Hyunsuk masih belum sadar juga gila sih udah satu jam lho.
"Gimana dok keadaanya?" Tanya Jihoon.
"Sebelumnya saya mau tanya, dia siapanya tuan Jihoon?" Kata si dokter bernama Sehun alias sohib bapaknya Jihoon.
"Kepo banget dah nih dokter pasti nanti ngadu ke papa" bathin Jihoon.
"Dia calon istri saya dok. Kebetulan dia lagi berkunjung" sahut Jihoon gak mungkin bilang Hyunsuk babunya.
Dokter Sehun cuma manggut aja.
"Lukanya gak parah, tapi harus di bersihin minimal tiga kali dalam sehari. Pagi, siang dan malam sebelum tidur" kata dokter Sehun.
Jihoon ngangguk faham.
"Ini obat yang harus kamu tebus" dokter Sehun menyerahkan selembar kertas bertuliskan beberapa resep obat jujur aja Jihoon gak bisa baca tulisannya saking bagusnya tuh tulisan dokter.
"Saya pamit pulang dulu" kata Sehun menenteng tas medisnya.
Setelah kepergian Sehun, Jihoon mengamati wajah Hyunsuk tanpa sadar bibirnya tersenyum.
"Ceroboh banget sih lo kutil" Jihoon mengelus lembut kepala Hyunsuk.
Beberapa detik kemudian Hyunsuk perlahan membuka matanya.
Hyunsuk meringis megangin kepalanya.
"Aduuhh sakit" ringisnya.
"Jangan banyak gerak dulu" Jihoon nahan badan Hyunsuk supaya rebahan lagi.
Hyunsuk tersenyum lemah.
"Gue ke apotek dulu, lo diem jangan aja disini oke!" Perintah Jihoon.
Hyunsuk ngangguk pasrah.
Cuma sepuluh menit Jihoon udah balik iyalah apoteknya pinggir bangunan apartemen dia plus disana dia gak ngantri.
"Minum obat dulu" Jihoon bukain perkaplet tiga macam obat tersebut tak lupa segelas air yang Jihoon bawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Babu Bibi Baby
Fiksi Penggemar"Jiun ih galak banget uncuk tuh baperan tahu orangnya" Hyunsuk cemberut menghentakan kakinya. "bo to the do! bodo!" Jihoon ninggalin Hyunsuk di super market. HoonSuk bxb