🐧🦮-four

3.9K 585 227
                                    

Semenjak undangan jamuan makan malam itu Pangeran Sunghoon kentara sekali sangat tertarik pada Jake.

Jake paham jika mereka dalam wilayah yang sama dan berkemungkinan besar untuk sering bertemu.

Namun, terlalu sering bertemu secara tidak sengaja sepertinya terlalu aneh jika itu disebut sebagai suatu kebetulan.

Contohnya saat ini, Jake kembali dikagetkan dengan sosok jangkung Sunghoon di perpustakaan.

"Ini terlalu sore untuk waktu membaca, Jaeyun." Kalimat pembuka dari Sunghoon yang kini mendekati Jake.

Antar rak buku tidak terlalu jauh berjarak sehingga saat Jake berhadapan dengan Sunghoon tubuh keduanya menjadi bersentuhan.

Terlalu tidak sopan jika Jake mendorong Sunghoon saat ini, walaupun palsu tapi statusnya saat ini adalah seorang pangeran dan keponakan dari Sunghoon.

"Yah, aku memang akan berencana untuk pulang sekarang, Paman." Jake tersenyum canggung menutupi kegugupannya.

Sunghoon hanya diam memandangi Jake dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

"Jaeyun..."

Dan entah kenapa alunan suara Sunghoon menimbulkan suatu sensasi yang tak bisa diungkapkan oleh Jake dengan kata-kata.

"Apa yang membuatmu tertarik dengan perpustakaan?"

Jake berpikir sejenak sebelum menjawab, "Aku tidak terlalu mengerti, tetapi ada sesuatu yang membuatku sangat tertarik untuk menggali ilmu pengetahuan."

Sunghoon hanya mengangguk dan tersenyum khas, "Kalau begitu kau adalah ilmu pengetahuan bagiku saat ini."

Jake terdiam sejenak, berusaha memahami maksud dari pamannya itu.

Sunghoon mungkin menangkap raut Jake yang kebingungan, "Tidak usah dipikirkan. Apa kau mau menemaniku dinner malam ini?"

Jake sebenarnya merasa tidak nyaman berdekatan dengan Sunghoon tapi tidak mungkin ia menolak jamuan pamannya itu.

"Baik, Paman." Hanya itu jawaban Jake.

"Aku akan pergi terlebih dahulu, kau segeralah pulang sebelum gelap datang." Ujar Sunghoon yang pergi meninggalkan Jake yang masih berdiri pada posisinya.


***

"Dia selalu ada di sekitarku, setiap hari kami akan bertemu walau itu terkesan tidak sengaja tapi entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan pangeran Sunghoon." Monolog Jake yang saat ini tengah berendam sebagai ritual membersihkan diri.

"Aku seperti ilmu pengetahuan untuknya? Apa maksudnya itu? Apa ia tengah menggali sesuatu dariku?"

Jake menghela nafas kasar, sejujurnya ia sangat menyukai tinggal di istana dan hidup sebagai seorang pangeran tetapi jiwanya merasa tidak tenang karena terpikirkan banyak hal.

Merasa bersalah setiap waktu dan terancam jika suatu saat kebohongan dirinya terbongkar.

Ini hanya seperti bom waktu yang kapan saja akan meledak.


































Malam ini kediaman Sunghoon tampak ramai karena ibu Park mengunjungi putra bungsunya itu.

Ini diluar undangan Sunghoon tentunya.

"Ibu telah bertemu dengan keluarga kerajaan selatan. Mereka memiliki seorang putri yang sangat cantik dan tentunya putri itu adalah penerus kerajaan mereka."

[✔] Real Prince - SungjakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang