"AAKKHHGG GUE TELAT" teriak Anara panik.
Hari ini, merupakan hari pertama ospek di kampus dan bisa-bisanya Anara telat bangun.
Sekarang Anara sedang bersiap-siap secepat mungkin, dan tidak lupa membawa atribut yg disuruh kemarin.
"Ma, aku pergi ya. Bye" kata Anara sambil mencium punggung tangan mamanya dan langsung nyelonong pergi.
"Kamu gak mau sarapan dulu Ra?" Ujar mama membawa piring berisikan roti.
"GAK MAAA, AKU UDAH TELAT" teriak Anara dari luar rumah.
Anara pun menuju kampus menggunakan taxi. Sialnya jalanan macet. Anara sibuk melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 tepat.
"Pak, gak bisa lebih cepat ya?"tanya Anara ke pada pak taxi.
"Gak bisa neng, jalanannya lagi macet" balas pak taxi.
"Akhghh. Ya udah deh pak sampai sini aja" kata Anara memberikan uang kepada pak taxi dan turun dari mobil.
Alhasil Anara berlari dari jalanan tadi ke kampus. Cukup jauh, namun Anara tidak menyadarinya karena saking paniknya.
Sesampainya didepan gerbang kampus, Anara melihat bahwa gerbang kampus sudah tertutup rapat dan tidak ada satpam atau siapa pun disana.
"Aduhh, gimana nih?!!" Kata Anara panik.
"Ahh bodo ah, gue manjat aja" ucap Anara langsung berlari kearah gerbang itu dan memanjatnya.
Karena terlalu fokus untuk memanjat gerbang yang cukup tinggi itu, Anara tidak menyadari ada orang yang sedang melihatnya dari belakang.
"Lo lagi ngapain?" Tanya orang itu.
Tanpa melirik orang itu Anara menjawab "Lo gak lihat gue lagi ngapain?"
Lalu dengan mudahnya orang itu mendorong gerbang itu dan ya gerbang itu tidak terkunci. Dia pun langsung nyelonong masuk begitu saja.
Melihat itu Anara hanya melongo. "Hah? Gerbangnya kagak dikunci? Anjir kalo gitu gue gak payah manjat-manjat begini" ucapnya ngedumel sendiri, dan segera turun dari gerbang itu dan berjalan masuk.
"Hei, lo cepetan kesini" panggil kakak senior yang melihat Anara.
"Saya kak?" Tanya Anara bingung.
"Ya iya, elo jadi siapa lagi?! Buruan baris disini"
"I-iya kak" kata Anara sambil berlari dan berbaris.
Anara berada dibarisan paling depan bersama maba-maba lainnya yang juga terlambat.
"Mampus gue, bisa-bisa dihukum habis-habisan ini" —Batin Anara
"Lihat mereka ini, mahasiswa baru berani-berani nya telat, di hari pertama ospek lagi!!!" Bentak kakak senior menggunakan alat pengeras suara.
Mendengar itu Anara hanya menunduk malu dan merasa bersalah. Memang salahnya si, karena tadi malam sempat-sempatnya ia begadang nonton drakor.
"Kira-kira kita bakalan kasih hukuman apa nih buat teman-teman kalian yang di depan sini? Ada yang punya ide?" tanya kakak senior dengan lantang.
"Apa? push up 100x?" ucap abang senior lain yang menggoda mereka.
"Tuh ada yang bilang lari keliling balairung 10x." senior lain ikutan menggoda mereka yang terlambat
"Siapa yang bilang?" tanya kakak senior
"Gue. HAHAHA."
Anara terlihat pasrah jika memang harus push up atau lari keliling balairung walau ia tahu ia paling lemah mengenai fisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer | Dear A
Teen Fiction"Dia yg buat gua bisa merasakan rasa suka yg begitu candu, dan juga rasa sakit yg begitu dalam. Ternyata seru juga menjadi pengagum rahasia nya" -Anara Putri Windara *** Ini cerita tentang gadis yg bernama Anara Windara Putri. Gadis yg terkenal pend...
