6. Two Bestfriend

227 18 0
                                        

*kring kring* suara bel pulang berbunyi, Renjun segera memasukkan bukunya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang.

"Ayo!" Seru Jaemin dan Jeno secara bersamaan.

Renjun menautkan alisnya. "Kalian ngapain?" Tanya Renjun.

"Tentu saja mengajak-mu pulang bersama." Balas Jeno dan Jaemin secara serentak lagi.

Renjun mendengus kasar. "Enyah-lah. Aku membawa kendaraan sendiri!" Ucap Renjun lalu pergi meninggalkan Jeno dan Jaemin.

Jeno dan Jaemin pun tidak tinggal diam. Mereka berdua segera menyusul Renjun. Mengikuti Renjun dari belakang.

Sampai di parkiran sekolah, Jeno dan Jaemin juga ikut masuk ke dalam mobil milik Renjun.

"Yak! Kenapa kalian berdua ikut masuk?!" Teriak Renjun, memandang Jeno dan Jaemin.

"Aku sudah mengajak-mu untuk pulang bersama. Tapi kau menolak karena sudah membawa mobil. Jadi, aku ikut saja ke dalam mobil-mu dan pulang bersama-mu." Jawab Jaemin.

"Dan kau Jeno? Alasan apa yang ingin kamu ucapkan?!" Sentak Renjun yang saat ini menatap Jeno.

Jeno mengedihkan bahunya acuh. "Aku hanya tidak ingin meninggalkan dirimu bersama dengan dia." Ucap Jeno.

Renjun membalik-kan tubuhnya menatap ke depan. Mencengkram stir mobil kuat-kuat, guna menyalurkan semua emosi-nya.

Percuma kalau saat ini Renjun menyuruh Jaemin dan Jeno turun. Mereka tidak akan mengidahkan permintaan atau lebih tepatnya usiran Renjun.

Jadi, Renjun lebih memilih untuk menjalankan mobil-nya, meninggalkan area sekolah.

"Aku harus mengantar siapa dulu? Jeno atau Jaemin?" Tanya Renjun di sepanjang jalan.

Hari ini Renjun benar-benar bekerja sebagai tukang supir Jeno dan Jaemin.

"Jeno!"

"Jaemin!"

Seru Jaemin dan Jeno secara bersamaan. Jaemin yang meminta untuk memulangkan Jeno terlebih dahulu, serta Jeno yang meminta untuk memulangkan Jaemin terlebih dahulu.

Baru saja Renjun ingin memprotes, suara dering telepon mengurungkan niatnya.

Hallo Sooya-ya, kenapa menelepon Eonnie heum?

Eonnie di mana? Sedang ada di jalan menuju pulang kah?

Iya, Eonnie sedang berada di jalan menuju pulang. Kenapa? Apakah ada yang ingin Sooya katakan atau inginkan?

Hehe Sooya ingin tteokbokki yang ada di pinggir jalan samping kedai ice cream itu loh Eonnie. Bisakah Eonnie bawakan itu untuk Sooya?

Tentu saja bisa. Eonnie akan bawakan Tteokbokki dan juga ice cream untuk Sooya.

Gumawo Eonnie-ya! Hati-hati di jalan ya! Jangan mengebut!

Ne! Sooya tunggu Eonnie ya!

Setelah mengatakan itu, Renjun langsung menutup telepon-nya secara sepihak.

"Tadi itu Sooya adik-mu?" Tanya Jeno.

"Kau pikir Sooya siapa lagi? Teman-ku? Teman-ku hanya Haechan dan Dongpyo kalau kau lupa." Balas Renjun.

"Jadi kita ke kedai ice cream dulu? Untuk membeli tteokbokki dan juga ice cream?" Tanya Jaemin.

"Heum. Apakah kau tuli? Harus aku menjelaskan-nya lagi kepada-mu?" Balas Renjun.

Akhirnya Renjun memutar arah kendarannya menuju kedai ice cream terlebih dahulu sebelum pulang.

Sampai di kedai ice cream, Renjun memutuskan untuk membeli tteokbokki terlebih dahulu untuk Sooya dan juga dirinya.

"Tteokbokki-nya sepuluh ya." Ucap Jeno sebelum Renjun memesan.

"Kau tidak usah mesan lagi." Ucap Jeno sebelum Renjun memesan.

"Kau siapa berani memerintahku?" Dengus Renjun lalu mulai memesan tteokbokki dua lagi.

Setelah membayar, Renjun langsung pergi menuju kedai ice cream.

Dirinya ingin memesan, tapi prlayan malah menyuruh-nya duduk, katanya pesanannya sudah di pesan. Dan ternyata di sana ada Jaemin yamg sedang duduk.

"Duduklah. Kita makan dulu, baru pergi." Titah Jaemin.

Renjun ingin saja menolak, tapi Jaemin sudah lebih dulu menampilkan kunci mobil miliknya yang sudah ada di tangan Jaemin.

Dengan rasa terpaksa, Renjun langsung duduk di hadapan Jaemin, diiringi Jeno yang mengambil duduk di samping Renjun.

Mereka bertiga mulai makan ice cream bersama. Ah tidak cuma ice cream, mereka juga memakan tteokbokki yang Jeno beli.

Setelah habis, mereka pun segera pergi dan menuju rumah Renjun.

---

"Eonnieee!" Teriak Sooya menghampiri Renjun, ketika mendengar suara mobil Renjun yang masuk ke dalam rumah-nya.

"Eoh ada Jaemin Oppa dan Jeno Oppa?" Ucap Sooya yang  saat ini menatap Renjun yang sudah duduk bangku ruang tamu, bersama dengan Jeno dan Jaemin di samping-nya.

"Sooya, sini. Ngapain kamu di situ aja?" Titah Renjun yang membuat Sooya tersentak kaget, dan langsung pergi menghampiri Renjun.

"Eonnie pacaran sama Jeno Oppa dan Jaemin Oppa ya?" Tanya Sooya yang sudah memasang muka penuh curiga.

"Anak kecil sudah ngomong pacaran!" Peringat Renjun, menoel hidung Sooya.

"Gapapa loh Eonnie. Jeno Oppa dan Jaemin Oppa sama-sama ganteng. Sooya setuju loh kalau Eonnie sama mereka berdua." Balas Sooya.

"Tapi lebih gantengan Jeno Oppa-kan?" Tanya Jeno, menatap Sooya dengan senyuman manisnya.

"Kalian berdua sama sama tampan-nya tau! Ya walaupun kalian memikiki arti tampan yang berbeda, kalian berdua tetap tampan." Sahut Sooya.

"Maksud Sooya?" Tanya Jaemin yang mulai tertarik dengan obrolan ini.

"Sooya, tunggi di sini dulu ya. Eonnie ingin ganti baju." Pinta Renjun, menurunkan Sooya dari pangkuan-nya, lalu menduduk-kan kembali Sooya di tempat duduk yang tadi ia duduki.

"Untuk kalian berdua? Jaga adik-ku dengan baik dan benar! Kalau sampai dia kenapa-napa? Aku pastikan kalian tidak akan melihat cerah-nya matahari besok!" Ancam Renjun sebelum pergi.

"Maksud Sooya apa?" Tanya Jaemin yang mengembalikan topik pembicaraan mereka.

"Iya! Kalian itu tampan tapi mempunyai ketampanan yang berbeda! Jeno Oppa itu tampan yang cool, keren dan seperti bad boy. Tapi kalau Jaemin Oppa itu tampan yang baik-baik, manis dan seperti good boy." Sahut Sooya yang mulai membuka ice cream dan memakan-nya.

"Lalu, Renjun Eonnie suka-nya yang kayak gimana?" Tanya Jeno.

Sooya berfikir sejenak, sebelum akhirnya ia mengedihkan bahunya acuh. "Sooya juga tidak tau. Kenapa Jeno Oppa tidak bertanya langsung saja kepada Eonnie?" Tanya balik Sooya yang langsung di hadiahi dengusan kasar oleh Jeno.

"Eonnie kamu sangat susah Sooya. Jangan-kan bertanya soal tipe ideal-nya. Tanya kabarnya saja Oppa sudah di ketus-sin." Balas Jeno.

"Ya wajar sih Eonnie jadi seperti itu kepada laki-laki." Seru Sooya tiba-tiba.

"Wajar kenapa? Apakah Renjun Eonnie-mu telah di sakiti oleh seorang pria?" Tanya Jaemin yang di balas anggukkan kepala oleh Sooya.

"Siapa?" Tanya Jeno yang mulai terpancing amarahnya.

"Renjun Eonnie pernah bercerita kepada Sooya tentang dua sahabat laki-lakinya yang pergi meninggalkan Eonnie tanpa mengucapkan sepatah dua kata kepada Eonnie. Eonnie sangat marah dan kecewa kepada sahabat-nya itu. Pantas sih Eonnie marah. Sooya kalau berada di sisi Eonnie juga akan seperti itu."

IT'S ME - NORENMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang