3. Different

253 21 0
                                        

Renjun menggeram kesal. Ia langsung mengambil makanan milik siswa lain dan melemparnya ke wajah Ryuna, membuat wajah Ryuna kotor.

Setelah melemparkan makanan ke wajah Ryuna, Renjun membuka baju seragam-nya, menyisahkan kaos dalam yang ia pakai, lalu melemparkan-nya ke wajah Ryuna lagi. Setelahnya, ia melemparkan  dua lembar uang kertas 50.000 won tepat di wajah Ryuna.

"Cuci-kan baju-ku. Ini belum seberapa? Kalau sampai aku melihat dirimu seperti ini lagi? Aku tidak akan segan-segan melakukan hal lebih dari ini." Seru Renjun lalu pergi.

Baru selangkah Renjun pergi, dirinya sudah di tarik dan di hempaskan ke belakang begitu saja. Siapa lagi kalau bukan Ryuna.

Bukan hanya menarik Renjun sampai terjatuh. Ryuna juga membuang baju Renjun tepat di wajah Renjun.

Renjun yang di perlakukan seperti itu pun tidak terima. Ia langsung meremat bajunya, di hentakan baju-nya, lalu menendang tulang kering Ryuna. Membuat Ryuna langsung terjatuh, dan kemungkinan kakinya patah karena tendangan Renjun.

Setelah Ryuna jatuh, Renjun langsung beranjak dan menghampiri Ryuna. Menginjak kedua tangan Ryuna dan Mencengkram rambut Ryuna, agar dirinya bisa bertatapan langsung dengan mata Ryuna yang sedang meringis kesakitan.

Renjun langsung mengeluarkan gunting sedang yang selalu ia bawa dan taruh di saku rok-nya lalu mulai menggunting rambut Ryuna.

Ryuna membelalak, ingin membalas perbuatan Renjun tapi tidak bisa. Kaki Renjun yang ada di tangan-nya sukses membuat Ryuna tidak bisa menggerakkan tangan-nya.

Renjun tersenyum melihat rambut Ryuna yang terus berjatuhan karena karya-nya.

Sedangkan Ryuna terus meringis dan mengeluarkan air matanya karena merasakan perih di tangan-nya, juga karena rambutnya yang terus jatuh.

*grep* Seseorang memegang tangan Renjun, dan menarik Renjun dari Ryuna.

Renjun memutarkan kedua bola matanya jengah ketika melihat Jaemin yang memberhentikan kegiatan-nya.

Jaemin juga langsung menarik Renjun pergi dari kantin. Renjun yang di tarik pun hanya bisa mengikuti kemana langkah Jaemin membawa-nya.

"Kau kenapa sih Njun?" Tanya Jaemin kepada Renjun yang saat ini sedang berada di rooftop sekolah.

"Kenapa apanya?" Tanya Renjun yang jengah mendengar pertanyaan Jaemin.

"Kau kenapa berubah? Kau yang dulu tidak seperti ini. Kau anak yang manis, periang dan tidak pernah melakukan hal ini. Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya Jaemin, menatap Renjun penuh prihatin.

"Kau sendiri kenapa berubah?" Tanya balik Renjun yang sukses membuat Jaemin mengerutkan dahinya bingung.

"Berubah? Apanya yang berubah?" Tanya Jaemin.

"Kau dan Jeno. Kenapa hubungan kalian berubah? Kenapa kalian tidak se-akrab dulu? Kenapa?!" Tanya balik Renjun, diiringi seringaian di wajahnya.

Jaemin diam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Renjun. Lidah-nya terasa kelu ketika mendengar balasan Renjun.

Renjun terkekeh melihat kebisuan Jaemin. Ia langsung menepuk pundak Jaemin.

"Semua orang pasti berubah Na. Kau, Jeno dan aku pun berubah. Jangan pernah bertanya kepada seseorang kenapa dia berubah. Kalau kau tidak suka dengan perubahaan-ku sekarang? Kau cukup tidak usah melihat-ku. Aku bukan lagi Huang Renjun yang kau kenal dulu Na." Ucap Renjun lalu pergi meninggalkan Jaemin sendiri.

Jaemin terus menatap kepergian Renjun yang terus menjauh dari tatapan-nya.

"Kau kenapa Injun-ah?" Gumam Jaemin di sertai tatapan sedih.

Renjun-nya telah berubah drastis. Jaemin tidak tau hal apa yang telah di lalui Renjun, sehingga Renjun seperti ini.

Sedangkan Renjun? Renjun tengah menyesap rokok di tangan-nya, di dalam gudang sekolah.

Pikiran-nya menerawang jauh di sana. Di keluarkan-nya asap dari rokok-nya, di sertai helaan nafas panjang.

"Hah~~~" Helaan nafas yang keluar dari mulut Renjun.

Baru saja Renjun ingin mengisap rokok-nya lagi, seseorang datang dan merampas rokok-nya.

Renjun menghela nafasnya kasar. Inilah alasan mengapa dirinya malas datang ke sekolah, dirinya tidak akan pernah tenang. Ada saja seseorang yang mengganggu ketenangan-nya.

"Jen balikin." Pinta Renjun dengan nada malas-nya.

Sungguh, ia sudah cukup lelah dengan permasalahan sekolah hari ini.

Bukan-nya mengembalikan, Jeno juga menjatuhkan rokok-nya ke tanah, dan menginjak-nya. Membuat rokok-nya mati dan hancur seketika.

Renjun yang melihat itu sih biasa saja. Ia langsung merogoh saku rok-nya dan mulai mengeluarkan sebungkus rokok yang isinya sudah berkurang.

Baru saja Renjun ingin mengeluarkan sebatang rokok untuk dirinya hisap, bungkusan rokok-nya malah di rampas lagi oleh Jeno dan di hancurkan kembali.

"Gak kayak gini Njun caranya." Ucap Jeno.

"Ya ya ya." Balas Renjun malas. Sungguh! Ia sudah lelah mendengar ceramah dari berbagai macam orang.

"Kenapa jadi perokok, heum?" Tanya Jeno, yang langsung mengambil duduk di sebelah Renjun.

"Karena enak. Bukan-nya kau perokok juga? Enak bukan?" Jawab Renjun dan menanyai balik Jeno.

"Tapi kau perempuan Renjun. Gak pantes perempuan merokok kayak gini." Ujar Jeno, memberikan sedikit nasihat kepada Renjun.

"Ck. Selalu saja perbedaan gender. Emang-nya kenapa sih kalau perempuan? Gak baik? Gak pantes? Terus pantes-nya perempuan di mata lelaki itu kayak gimana?!" Sentak Renjun, menatap Jeno nyalang.

"Gak dengan cara kayak gini Njun." Ucap Jeno.

"Terus aku harus kayak gimana?" Tanya Renjun jengah.

"Kalau ada masalah ya cerita. Jangan melampiaskan-nya ke rokok." Ujar Jeno.

Renjun mendecak kesal. "Kau kenapa merokok?" Tanya Renjun.

"Karena awal-nya coba-coba dan jadi kecanduan kayak gini." Jawab Jeno.

"Apakah kau mempunyai masalah?" Tanya Renjun lagi.

"Tidak." Balas Jeno.

"Kau dengar dan lihat sendiri bukan? Tidak semuanya perokok itu mempunyai masalah. Jangan karena aku merokok, kau menganggap-ku punya masalah yang besar." Balas Renjun yang membuat Jeno terdiam.

"Kau mau ke mana?" Tanya Jeno bingung, menatap Renjun yang sudah beranjak dari duduk-nya dan ingin pergi.

"Aku mau ke kelas." Balas Renjun.

"Bukan-kah kau sedang membolos?" Tanya Jeno lagi.

"Habis ini pelajaran matematika. Bagaimana bisa aku bolos." Jawab Renjun lalu pergi meninggalkan Jeno.

Jeno tersenyum mendengar jawaban Renjun. Walaupun sikap dan tingkah Renjun sudah berubah, tapi kebiasaan dan kesukaan-nya tetap sama. Renjun sangat menyukai pelajaran matematika. Dia tidak akan membolos di pelajaran matematika. Renjun juga kalau masuk sekolah itu ya kalau ada pelajaran matematika-nya saja. Kalau tidak ada ya dia membolos.

"Renjun tunggu!" Teriak Jeno dan mulai menyusul Renjun.

Sampai di dalam kelas, Renjun langsung di tanyai oleh guru yang tengah mengajar.

"Habis darimana saja kamu Huang Renjun?" Tanya Kyuhyun, guru matematika Renjun.

Baru saja Renjun menjawab, Jeno datang dengan tergesa, dan langsung berdiri di sampingnya.

"Habis dari Toilet, Seonsaengnim." Jawab Renjun.

"Kau juga?" Tanya Kyuhyun yang menunjuk Jeno.

Jeno menganggukkan kepala-nya sebagai jawaban, dan langsung di balas dengusan kasar oleh Kyuhyun. "Duduk." Titah Kyuhyun yang langsung di laksanakan oleh Renjun dan Jeno.

IT'S ME - NORENMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang