*byur* siraman air yang Renjun dapatkan ketika dirinya sedang tidur.
Renjun langsung terbangun karena hal itu. Bukan hanya bangun, Renjun langsung di tarik keluar oleh tangan kekar itu.
Siapa lagi kalau bukan Yuta. Yuta yang tiba-tiba menyiram-nya dan langsung menyeret-nya keluar dari kamar.
Dengan tertatih, Renjun menyamakan langkah Yuta yang menuruni anak tangga.
Setelah sampai di ruang keluarga, Yuta langsung melempar Renjun begitu saja. Membuat tubuh Renjun merasakan sakit karena bertabrakan dengan lantai. Begitu juga kepalanya yang bertabrakan dengan sudut meja.
Renjun yakin kalau saat ini kepala-nya sudah berdarah.
Renjun meringis, ingin beranjak dari jatuhnya namun tertahan ketika Yuta melemparkan ponsel milik Yuta tepat di wajah Renjun.
"Lihat akibat ulah yang kamu buat! Saham Appa turun drastis!" Sentak Yuta.
Renjun mengerutkan dahinya bingung. Apa masalahnya dengan saham dan dirinya.
"Lalu apa salahku?! Kenapa aku yang jadi kena imbasnya hanya karena saham perusahaan turun?!" Balas Renjun.
Yuta menyeringai mendengar perkataan puteri-nya.
Ia langsung saja menyalakan televisi yang ada di ruang keluarganya.
Tepat ketika televisi menyala, acara televisi itu langsung menampilkan wajah Renjun yang sedang terjerat berbagai konflik yang terjadi, dan membuat saham di perusahaan turun.
Renjun membelalakan matanya ketika melihat berita yang menanyangkan yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Bagaimana bisa seorang anak dari keluarga Huang melakukan hal semacam ini?!" Teriak Yuta penuh amarah.
"Bekerja part time, Masuk ke dalam bar, balapan liar?! Berapa banyak lagi masalah yang kau torehkan di luar sana?! Apalagi masalah yang akan kamu ciptakan setelah ini Renjun?! Atau jangan-jangan kau sudah hamil dan pernah mengugurkan kandungan-mu?!" Tuduh Yuta yang sukses membuat Renjun marah.
Yuta berhasil memancing amarah Renjun.
"Yak! Aku mungkin memang nakal dan suka membuat masalah! Tapi aku tidak mungkin melakukan hal itu!" Teriak Renjun, menangkal semua tuduhan Yuta.
"Lalu untuk apa kamu masuk ke dalam bar?! Menjual keperawanan-mu kepada pria hidung belang hah?!" Sentak Yuta lagi dan sukses membuat Renjun membelalak tak percaya.
Hati Renjun terasa sangat sakit ketika Yuta yang notabennya Appa-nya sendiri, mengatakan hal itu kepada Renjun. Renjun seperti tidak mempunyai harga diri.
Orang yang seharus-nya melindungi Renjun. Orang yang seharusnya membuat Renjun senang. Orang yang seharusnya terlihat seperti pahlawan untuk anak perempuan-nya, justru orang yang menyakitinya.
"Yak! Memangnya aku itu Sooyoung yang menjual keperawanan-nya kepada pria hidung belang seperti dirimu?!" Teriak Renjun murka.
"Jangan pernah melibatkan orang lain ke dalam masalah yang kau buat!" Peringat Yuta.
Renjun terkekeh mendengarnya. "Masalah yang aku buat?! Aku membuat masalah juga karena kau! Kalau saja kau tidak bertindak sejauh ini, aku tidak akan membuat masalah yang akan merusak citra keluarga baik-mu yang telah kau bangun selama ini!" Teriak balik Renjun.
"Lagi pula memang keluarga kita tidak sebaik itu! Publik harus tau siapa keluarga Huang yang sebenarnya! Keluarga yang hanya ada pria hidung belang dan wanita pelacur seperti kalian!" Sambung Renjun.
*plak* satu tamparan mendarat mulus di rahang Renjun.
Tamparan yang sangat keras dan juga kasar, membuat bibir Renjun mengeluarkan darah karena tamparan itu.
Renjun mematung sejenak ketika sang Appa berhasil mendaratkan tangannya di pipi kanan-nya.
"Jaga perkataan-mu Renjun! Appa tidak pernah mengajarkan-mu untuk berkata seperti itu!" Sentak Yuta.
Renjun mendecih mendengar perkataan Yuta. "Memang-nya kau mengajarkan-ku Apa? Cara berselingkuh di belakang istri-nya dan cara menghamili perempuan lain? Itu yang kau ajarkan kepadaku bukan?!" Sentak Renjun lagi yang sukses membuat dirinya mendapatkan tamparan kedua.
"Apakah ini yang Eomma-mu ajarkan kepada dirimu?! Kau jadi anak kurang ajar kepada Appa-mu sendiri!" Ucap Yuta.
"Jangan pernah melibatkan Eomma-ku dalam semua tindakan yang aku lakukan! Bagaimana bisa Eomma mengajari-ku hal iu semua di saat dirinya sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit!"
"Kalau kau mau menyalahkan seseorang? Kau harus menyalahkan dirimu sendiri! Kau lalai dalam mengurus diriku dan mengurus rumah tangga-mu!"
"Memangnya kau pernah mengajarkan aku apa? Kau tidak pernah mengajarkan apapun kepadaku tentang kebaikan sedikit pun! Jadi jangan salahkan aku kalau aku tumbuh menjadi seperti ini!"
"Apa yang kau ajarkan?! Kau selalu sibuk dengan perselingkuhan dirimu dengan Sooyoung! Kau terlalu sibuk dengan keluarga baru-ku! Pantaskah dirimu menyalahkan Eomma-ku?!"
"Kau sudah berani membantah perkataan Appa! Bukannya merenungkan kesalahan-mu, kau malah menyalahkan orang lain atas apa yang kau perbuat!" Sentak Yuta.
"Aku tau aku salah! Tapi ini bukan kesalahan-ku sepenuh-nya! Kau juga ikut andil ke dalam permasalahan yang aku perbuat! Apakah salah kalau aku bekerja sebagai part time?"
"Salah! Bagaimana bisa seorang anak dari keluarga Huang bekerja part time! Apa yang akan orang lain katakan? Orang lain akan mengira kalau keluarga kita bangkrut karena kau bekerja sebagai part time! Orang lain akan mengira kalau aku tidak pernah memberi-mu uang yang cukup! Kau membuat nama baik-ku tetcemar Huang Renjun!"
"Dan apalagi ini? Kau ke bar di saat usia-mu belum legal? Bar mana yang mengizinkan anak sekolahan seperti dirimu masuk ke dalam bar?!"
"Dan balapan liar? Kau sukses mencoreng nama baik-ku Huang Renjun! Bagaimana bisa seorang anak dari keluarga Huang melakukan balapan liar yang hanya di lakukan oleh berandalan yang tidak mempunyai moral dan etika?!"
"Terus apa yang akan kamu lakukan sekarang? Semua ini sudah terjadi bukan?! Kau mau berbuat apa kepada diri-ku?! Kau ingin mengunci-ku di kamar?! Menyiramku di dalam bath up? Memukul-ku? Apa?!" Teriak Renjun, mengambil cambuk di ruang kerja Yuta, lalu memberinya ke Yuta.
"Cambuk aku sekarang! Bukan-kah ini yang selalu kau lakukan ketika aku berbuat kesalahan?! Bukankah ini yang kau lakukan ketika aku mencoreng nama baik-mu?! Cambuk aku! Aku sudah sangat terbiasa akan hal ini!"
"Sayang, udah. Jangan di marahin lagi Renjun-nya. Dia masih remaja sayang. Di umur Renjun yang segini itu sangat wajar berbuat kesalahan. Itu membuat-nya semakin dewasa dan belajar dari kesalahan-nya." Ucap Sooyoung, mengelus pundak Yuta guna meredahkan emosinya.
Renjun yang melihat itu hanya bisa mendecih tak suka. Ia sudah sangat lelah melihat adegan drama yang selalu Sooyoung gunakan ketika dirinya sedang di marahi Yuta.
"Tidak bisa! Sikap Renjun sudah tidak bisa di maklumi. Dia harus mendapatkan hukuman!"
"Ya sudah! Pukul aku! Pukul aku sekarang!" Teriak Renjun.
"Aku tidak akan memukul-mu. Kau tidak akan jera kalau aku memukul-mu!"
"Lalu apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku akan memindahkan rumah sakit Eomma-mu agar kau tidak bisa menemui Eomma-mu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S ME - NORENMIN
FanfictionCERITA INI KHUSUS NORENMIN (JENO X RENJUN X JAEMIN) SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK SUKA DENGAN SHIPPER YANG BERSANGKUTAN? DIMOHON UNTUK TIDAK BERKOMENTAR NEGATIF DI KOLOM KOMENTAR! ATAUPUN DI KEHIDUPAN PRIBADI LEE JENO, HUANG RENJUN, DAN NA JAEMIN! ...
