Setelah melakukan kegiatan pekerjaan part time sebagai tukang cuci piring, Renjun pun bergegas menuju pekerjaan kedua-nya.
Memberhentikan mobil-nya tepat di samping pintu karyawan.
Renjun langsung masuk ke dalam dan mulai menjalankan tugasnya.
Membuat beberapa minuman kepada para pembeli.
Iya! Renjun seorang bartender, tepatnya bartender minuman di sebuah bar yang tidak terlalu elite.
Ini juga salah satu pekerjaan Renjun dari beberapa pekerjaan Renjun lain-nya. Semua uang yang ia dapatkan dari pekerjaan part time-nya akan ia kumpulkan di satu tabungan yang ia simpan untuk membiayai perawatan sang Eomma, jika sewaktu sang Appa tidak mau membiayai perawatan sang Eomma.
Sepertinya planning Renjun tepat. Appa-nya sudah menyerah dan tidak ingin membiayai perawatan Eomma-nya lagi.
Renjun yang sudah tau hal itu akan terjadi pun hanya bisa menerima dan mungkin ia harus bekerja lebih giat lagi.
Karena apa? Perawatan sang Eomma tidak bisa di bilang sedikit.
Pekerjaan ini juga yang menjadi salah satu alasan Renjun tidak bersekolah. Renjun sering menghabiskan waktu sekolah-nya untuk bekerja.
Ia hanya takut jika nanti sang Appa sudah menyerah dan tidak ingin membiayai perawatan sang Eomma, dirinya malah tidak mempunyai apapun untuk menyelamatkan sang Eomma.
Bagaimana bisa Renjun bekerja di salah satu bar, sedangkan umurnya belum cukup untuk menginjak bar? Tentu saja koneksi teman kenalan-nya.
Teman kenalan Renjun itu banyak dan ada di mana-mana. Tapi kalau masalah teman dekat Renjun, itu hanya Jeno dan Jaemin, itu pun dulu sekarang Renjun tidak punya teman dekat.
Haechan dan Dongpyo bagaimana? Menurut Renjun, Haechan dan Dongpyo hanya sahabat atau teman di sekolah-nya. Selebihnya tidak. Mereka bahkan tidak tau permasalahan yang Renjun hadapi. Renjun juga enggan memberi tahu mereka.
Setelah bekerja selama berjam-jam, pekerjaan Renjun akhirnya selesai. Renjun segera pamit kepada seluruh rekan kerja-nya yang masih bekerja sampai fajar datang.
Jam 1 malam Renjun selesai bekerja, akan-kah Renjun pulang ke rumah-nya? Jawaban-nya adalah tidak! Renjun menuju ke tempat berikutnya.
Bekerja? Bisa di bilang iya, bisa di bilang tidak.
Renjun terus menjalankan mobilnya, sampai akhirnya ia tiba di tempat yang sangat ramai.
Renjun langsung saja mengklakson mobil-nya, membuat para kerumunan itu pun membelah diri, memberikan akses untuk mobil Renjun lewat.
"Ini dia Queen kita tiba!" Teriak Hyunjin yang langsung di sahuti par yang lainnya.
"Kali ini siapa lawan-ku? Kau ingat kalau aku tidak suka taruhan yang kecil?" Peringat Renjun.
"Aku tau. Tenang saja, taruhan ini sangat besar. Kalau kau menang? Kau bisa mendapatkan semua hadiah, dan jangan lupa membagi diriku!" Peringat Hyunjin.
Renjun langsung menggetuk kepala Hyunjin. "Sejak kapan aku lupa! Aku selalu kasih untuk-mu di setiap pertandingan!" Seru Renjun.
"Jadi siapa lawan-ku? Berapa taruhan-nya?" Tanya Renjun, mengembalikan obrolan mereka.
"Harvy, bule asal Britania Raya yang terkenal akan skill balapan-nya yang luar biasa." Seru Hyunjin yang di balas tatapan jengah oleh Renjun.
Renjun sudah sangat sering mendengar kalimat yang di lontarkan Hyunjin. Asal ini dan skill balapannya yang bla bla bla. Renjun bosan! Ujung-ujungnya juga Renjun yang akan menang.
Renjun akan memenangkan pertandingan apapun yang terjadi! Karena apa? Kalau sampai dia kalah? Uang untuk perawatan dan pengobatan sang Eomma akan hilang. Jadi, Renjun akan selalu berusaha untuk memenangkan pertandingan.
"Bagaimana dengan taruhan-nya? Kau belum menyebutnya!" Sentak Renjun.
"100 juta won." Balas Hyunjin yang sukses membuat Renjun menerbitkan senyuman-nya.
"Oke! Aku akan langsung pergi ke garis start!" Seru Renjun yang langsung menjalankan mobil-nya menuju garis start.
Pergerakan Renjun di sambut sorak sorai bahagia bagi yang lain-nya. Ia ingin lihat apakah Renjun yang notaben-nya juara bertahan ini akan mempertahankan juaranya atau malah di rebut pendatang baru asal britania raya itu.
"Cha! Kedua peserta sudah menunjukkan taringnya masing-masing! Apakah Renjun akan mempertahankan gelarnya? Atau malah hilang karena Harvy, pembalap liar asal britania." Seru Hyunjin, memanaskan suasana.
Suara deru mesin dari kedua kendaraan pun mulai bersautan. Mereka sudah siap di posisi-nya masing-masing.
Hyunjin yang melihat kesiapan merek berdua pun mulai menyuruh Yeji yang merupakan saudara kembar Hyunjin, dan juga teman bar Yeji untuk masuk ke dalam area.
Iya! Yeji yang menghitung mundur untuk pertandingan ini.
Yeji pun segera menggangkat syal miliknya untuk di hempaskan nantinya.
Mulai menghitung mundur dan---
*ngiung ngiung ngiung* suara sirine mobil polisi langsung membuat keadaan ricuh.
"Shit!" Maki Renjun setelah mendengar sirine polisi.
Ia langsung bergegas meninggalkan area ini.
Bahaya dia kalau sampai polisi menangkap dirinya. Bisa habis dia sama Yuta kalau ketahuan balapan liar atau melakukan aktivitas lainnya.
Renjun yakin kalau dirinya tidak akan di perbolehkan untuk menemui Eomma-nya kalau sampai Renjun mencoret nama baik keluarga Huang dengan kenakalan-nya.
Renjun terus menjalankan mobilnya agar terhindar dari kejaran polisi.
---
"Habis dari mana saja kamu?" Tanya seseorang dengan suara bariton khas-nya, Siapa lagi kalau bukan Yuta.
Yuta berhasil memergoki Renjun yang pulang larut.
Renjun meringis ketika mendengar suara Yuta.
"Appa sedang bertanya! Dari mana saja kamu Huang Renjun?!" Sentak Yuta.
Yuta takut kalau sang anak melakukan hal aneh yang akan mencoret nama baik keluarganya.
"Habis berkunjung dari rumah sakit-nya Eomma." Seru Renjun yang tiba-tiba mengingat kalau dirinya habis berkunjung dari sana.
"Kau tidak berbohong?" Selidik Yuta yang sedikit memincingkan matanya, menatap Renjun penuh curiga.
"Untuk apa aku berbohong kepada-mu? Apakah ada guna-nya? Dan ya! Yang pantas di sebut pembohong itu dirimu! Bukan aku!" Sentak Renjun.
"Apa-apaan kamu! Kenapa kamu malah mengatai Appa-mu sendiri sebagai pembohong?!" Sentak Yuta marah.
Renjun terkekeh mendengar kalimat Yuta. "Memang kau pembohong! Kenapa kau berhenti membiayai perawatan serta pengobatan Eomma-ku?! Bukan-kah kau sudah berjanji akan selalu membiayai perawatan serta pengobatan Eomma-ku kalau aku mengaku bahwa Eomma-ku telah meninggal! Tapi apa?! Kau malah berbohng dan mengingkari itu semua!" Balas Renjun.
"Eomma-mu memang sudah mati. Untuk apa aku harus bersusah payah menghabiskan uang untuk orang yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan?!" Balas Yuta dengan enteng-nya.
Renjun tersenyum miris. "Untuk Apa? Dia Eomma-ku dan juga istri-mu! Dia masih hidup! Jantung-nya masih berdetak!" Peringat Renjun.
"Tapi dia tidak bisa membuka matanya! Jantung-nya berdetak juga karena alat bantu penompang hidup! Kalau alat iu di lepas juga Eomma-mu sudah mati!" Sentak Yuta.
"Tapi setidaknya aku berusaha untuk mempertahankan hidup Eomma! Tidak seperti dirimu!" Balas Renjun yang langsung pergi dari hadapan Yuta.
KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S ME - NORENMIN
FanfictionCERITA INI KHUSUS NORENMIN (JENO X RENJUN X JAEMIN) SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK SUKA DENGAN SHIPPER YANG BERSANGKUTAN? DIMOHON UNTUK TIDAK BERKOMENTAR NEGATIF DI KOLOM KOMENTAR! ATAUPUN DI KEHIDUPAN PRIBADI LEE JENO, HUANG RENJUN, DAN NA JAEMIN! ...
