"Terus?"
"Ya aneh aja, Tha. Dia jadi sering liat handphone."
"Gue juga sering liat handphone. Urusan kerjaan kali."
"Enggak enggak. Kalau urusan kerjaan, gue hafal mimik mukanya gimana. Dia langsung tegang cemberut gitu, alisnya langsung jadi satu!"
"Main game?"
"Dia jarang main game di handphone sekarang. Dia kan udah beli pc games, Tha. Sampai lembur-lembur tuh demi pc games!"
"Chattingan sama teman kantornya kali. Kapan baliknya dia dari Surabaya?"
"Kemarin. Tapi abis itu mode sibuk lagi sama handphone."
"Lu cek handphonenya?"
Ara menggeleng. "Yang bikin gue mikir yang jelek-jelek adalah gue nggak sengaja nemu akun mantannya Tama. Karina. Lu tau Karina kan?"
Artha mengangguk. "Mantannya yang cuma sebulanan itu."
Ara memajukan badannya lebih dekat dengan Artha. "Dia lagi di Surabaya juga. Terus gue kepoin pakai akun jualan kita, hotelnya tuh juga sama kayak hotel tempat Tama nginep, Tha!" serunya.
"Kebetulan kali."
Mendengar sanggahan Artha, Ara dengan sigap langsung sibuk dengan handphonenya demi memberitahukan sesuatu yang dia lihat sebelum berangkat menemui Artha.
"Lu harus liat ini."
Layar handphone Ara menampilkan satu foto anak sekolahan dengan resolusi rendah. Di foto itu ada Karina yang sedang memegang kue ulang tahun, dikelilingi teman-temannya dan Tama duduk di sampingnya. Keterangan di bawahnya bertuliskan : happy birthday sweetie @ karinaaaa masih inget ini ga? 😝. Foto itu mendapat likes lima puluh dan komentar yang tidak kalah banyaknya. Komentar teratas berasal dari akun Karina.
karinaaaa : masih ada aja fotonya. thank you yaaaa
[reply] xxxx_1 : gue masih ada foto lain nih kar mau ga?
xxxx_2 : ini pas si kakak sakit gak sih?
[reply] xxxx_6 : iya, katanya sakit tapi masih bisa anter sahabatnya pulang
xxxx_3 : gilsss pernah jadi nominasi best couple tapi sebelum hari H bubar wkwkwk
[reply] xxxx_4 : heyyy jangan buka luka lama! hahahaha
xxxx_5 : ITU DITAG BENERAN KE SI AA? WKWKWK
Seolah belum puas, Ara menunjukkan lagi orang-orang yang ditandai di foto itu. Akun Tama masuk ke dalamnya tapi Tama sama sekali tidak menyukai foto itu maupun memberikan komentar. Artha langsung menutup aplikasi insta di handphone Ara. "Udah, nggak usah digubris. Kecuali Karina, teman-temannya itu toxic. Suka nyari masalah sama orang, dari dulu begitu."
Ara memajukan bibirnya. Emosinya belum sepenuhnya tersalurkan dengan baik. Masih banyak yang ingin dia perlihatkan. Dia teringat pernah menemukan satu cuitan Karina yang menurutnya ambigu. "Nih." Ara menyodorkan handphonenya lagi ke Artha. Satu cuitan dari akun Karina yang membalas salah satu akun bot : kalau bisa memutar waktu, kalian mau kembali ke jaman apa? apa yang mau kalian perbaiki?
karina_ : high school era. I want to fix everything
Lagi-lagi Artha langsung meletakkan handphone Ara dalam posisi terbalik. "Jangan diliat nanti lu mikir aneh-aneh padahal itu nggak kejadian. Tama itu udah jadi milik lu sekarang, selamanya sampai maut memisahkan. Lagian udah jadi mantan bisa apa sekarang? Tama aja cinta mati mentok sama lu."
Ara tertunduk. Kata-kata Artha seperti membuka celah dalam ruangan gelap hingga celah itu makin terbuka lebar. Tapi celah itu kembali mengecil kalau mengingat mengapa Karina ada di hotel yang sama dengan Tama.
Sebuah pesan masuk ke kolom chat Ara. Dari Tama, lima belas menit yang lalu.
Tama🌹
Sayang, masih main sama Artha?
Kamu lagi dimana? Aku jemput ya sekalian kita dinner
KAMU SEDANG MEMBACA
ARATAMA
RomantikJodoh tidak kemana, tapi bisa dimulai dari yang tidak terduga. Contohnya Ara dan Tama yang awalnya bertemu di gedung rektorat kampus. Tama sedang numpang wifi buat main dota dan Ara sedang revisian skripsi. Hingga mereka bisa menikah dan inilah ceri...
