Jangan lupa vote sama komen ih!👿
.......
"Aaaakhhhhhhh----- K-RISSTTTT!!!"
Pranggggggg
"S-singto" Krist menjatuhkan piring ditangannya karena tiba tiba merasakan hal aneh terjadi pada Singto.
Saat ini Krist tengah berada di meja makan bersama pho dan mae'nya. Krist menjatuhkan piring yang ia pegang saat ia merasakan singto berteriak memanggil namanya.
"Ada apa, nak?" tanya Pho Jack yang melihat anaknya berdiri sambil menatap kosong kearah pintu rumahnya.
"Krist, ada masalah?" panggil Mae khawatir.
"S-singto" gumam Krist lantas berlari keluar rumah meninggalkan kedua orangtuanya.
"Krist hey makan malam dulu, nak. Kau belum makan sejak kembali dari kampus" Ucap Mae sedikit berteriak memanggil putranya.
"Biarkan dia pergi, mungkin ada satu hal penting yang ia lupakan" ucap Pho Jack menenangkan istrinya.
Krist berlari sambil merogoh saku celananya mencari kunci mobil miliknya.
Setelah mendapatkan benda yang ia cari, Krist lantas masuk ke dalam mobil mercedes-benz hitam miliknya.
Setelah menghidupkan mesin mobil, Krist melajukan mobilnya sedikit kencang keluar area rumahnya.
Jantung Krist berdegup cukup kencang melewati setiap inchi jalanan.
"Kristtt"
"Krist"
"Krisstttt!!!"
"Arghhh kristtt!!""
"Aohhhh!!! Apa ini!!" Teriak Krist memukul stir mobil kala telinganya mendengar seseorang memanggil namanya.
Krist menghentikan mobilnya secara tiba tiba di depan sebuah rumah yang tak ia ketahui pemiliknya.
Dengan cepat Krist keluar dari mobil lalu berlari kencang memasuki rumah itu.
"SINGTO!"
"SINGTO DIMANA KAU?!" Teriak Krist memanggil nama Singto.
Krist berlari menuju lantai atas lantas membuka sebuah pintu kamar yang tertempel stiker singa.
Tanpa menunggu lama Krist langsung membuka pintu kamar itu dan ia terkejut kala melihat Singto tengah terbaring lemas di atas ranjangnya.
"Phi, phi bangun! Phi'sing bangun!!" ucap Krist mengguncang tubuh Singto dan sesekali menepuk wajah Singto.
"Phi!!"
"Eugghhh" lenguhan kecil keluar dari bibir singto kala Krist menepuk nepuk pipinya.
"Phi bangun, ku mohon"
Singto perlahan membuka matanya, ia melihat Krist tengah menangis disebelahnya
"K-kristt?"
"Phiii!!" Krist langsung menarik tubuh Singto dan membawa Singto kedalam pelukannya.
"Phi, kau tidak apa apa? Kau baik baik saja kan? Kau, kau darimana saja?" Ucap Krist bernada khawatir.
Singto masih bingung dengan apa yang terjadi. Kepalanya sedikit pusing ditambah Krist yang tiba tiba muncul di kamarnya dengan keadaan menangis sesenggukan seperti sekarang.
Singto perlahan membalas pelukan hangat dari Krist, pelukan yang sangat nyaman.
"Aku tidak apa apa. Hanya sedikit pusing. Kenapa kau ada disini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Reinkarnasi - Singkit
Teen FictionTerlahir untuk ke tujuh kalinya. Demi menyelesaikan tujuh buah kutukan di kehidupan pertamanya, Putra mahkota Singto Prachaya dan pangeran Krist Perawat Sangpotirat. Memiliki 5 nama lain di setiap kehidupannya. Cinta yang terlarang, kutukan akan...
