Hari ini adalah akhir pekan yang dimana seperti biasa sekolah libur. Steven masih dengan muka bantalnya berjalan menuju kamar mandi, tak lama ia keluar dari kamar mandi dengan segar. Rambutnya yang basah ia keringkan dengan handuk kecil, ia memakai baju yang ia pilih lalu duduk di sisi kasurnya.
Ia meraih ponselnya diatas meja kemudian mulai menscroll video shorts, setelah lama ia terus melihat video lucu ia merasa bosan. Ingin nongkrong, tapi teman-temannya pasti sibuk dengan keluarga mereka. Ya teman-teman Steven memang saat akhir pekan berdiam dirumah dengan keluarganya, sedangkan ia, ia hanya di kamarnya tanpa mengobrol dengan keluarga.
"Bosen" keluhnya.
Steven beralih ke obrolan grupnya, tak terlalu ramai seperti malam tadi. Hanya sekedar menyapa pagi.
Ia menscroll keatas dan ternyata ia belum menyimpan nomor Leon. Ragu sih, tapi ia ingat ia harus melakukan kesepakatan tempo hari. Dengan gengsinya yang besar ia hilangkan, Steven pun menekan nomor Leon yang malah mengalihkan layar pada panggilan. Steven kaget, sontak ia memutus panggilan itu.
Ck, bodoh kali lah
Akhirnya ia tak jadi mengirim pesan karena ulahnya itu, ia merebahkan tubuhnya dan meletakkan ponselnya diatas dadanya.
Saat tengah menikmati tidurannya, ponsel Steven berbunyi. Ia pun mencek dan ternyata ada yang menelponnya.
Nomor itu belum ia simpan namun ia tahu nomor siapa itu. Nomor yang sebelumnya ia tak sengaja tertelpon, ya nomor Leon. Dengan ragu, ia mulai menggenggam ponselnya lalu mulai mengangkat telpon itu.
"Halo?" sapanya dari sebrang
"Ini siapa?"
Steven tertegun saat mendengar Leon berbicara, ia mendengar suara yang amat lembut dan sopan.
"Halo? Apa salah sambung?"
Steven segera menyadarkan dirinya, ia harus sadar.
"Ini gw, Steven"
"Oh lo, kenapa?"
Sial, kenapa suara di telpon beda sama pas di depan gw ya
"Helo? Lo denger gw gak sih?" tanya Leon yang terdengar sedikit ketus.
"Iya iya gw denger"
"Terus kenapa lo diem, aneh lo"
"Gw mau bahas soal traktiran" ucapnya pada akhirnya.
"Traktiran?.. Oh jadi lo traktir gw?"
"Ck iya, lo mau kapan dan dimana?"
"Hmm sekarang gw luang, apa mau sekarang?"
Steven berpikir, kalo sekarang sama kaya orang jalan gak sih? Sial pikirannya.
"Hari lain?"
"Hari lain ya, mmm kayanya gak terlalu luang kaya sekarang"
Ck, cuma traktiran ya Ven, lo harus sadar batinnya sembari menepuk pipinya yang itu terdengar oleh Leon di sebrang.
"Suara apaan tuh?"
"Gaada. Jadi hari ini lo luang jam berapa?"
"Jam berapa pun gw luang"
"Sejam lagi bisa? Lo mau dimana?"
"Bisa, gw serlok nanti. Eh tapi lo beneran kan?"
"Iya Leon"
"Awas ya lo gw kesan lo gaada, yaudah gw mau mandi"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAITHFUL LOVE [BL]
Novela JuvenilKetertarikan bisa terjadi akibat berada di lingkungan yang sama. Salah satu faktor yang membuat ketertarikan itu ada ialah teman bertengkar. Itu muncul akibat mereka terlalu sering bertengkar, saking seringnya mereka sampai tak sadar bahwa mereka be...
![FAITHFUL LOVE [BL]](https://img.wattpad.com/cover/285620072-64-k674409.jpg)