Siang hari dikantin sekolah, Leon, Steven, Candra dan Karen tengah mengerjakan tugas kelompok yang mereka dapat sebelum waktu istirahat dan akan di kumpulkan setelah istirahat.
Sementara Vano dan Bima berbeda kelompok, tentu saja Bima mengeluh pada gurunya untuk ikut bergabung dengan mereka.
Namun peraturan kelompok itu maksimal 4 orang, jadi mau tqk mau ia dan Vano mengalah.
"Gimana udah nemu caranya?" tanya Candra pada ketiga temannya.
"Gw baru nemu nomor 2 sama 3, kalian?" ujar Karen.
"Gw gak ngerti" Steven mengeluh.
"Ck bodohnya" sindir Leon yang sekarang tengah mencari jawaban di ponselnya.
"Kaya lo pinter aja" remehnya.
Leon tak menanggapi, ia memilih diam dan mengambil catatan tugas mereka lalu menuliskan sesuatu di sana. Mereka bertiga memperhatikan bagaimana Leon menulis, ternyata ia tengah mengisi soal yang diberikan. Tak butuh waktu lama Leon selesai menulis, ia menyodorkan buku itu pada teman-temannya.
"Coba kalian cek"
"Eh ini masuk akal sih jawaban lo" Candra memuji.
"Gw setuju, paling cuma perbaiki kalimatnya supaya keliatan lebih formal" saut Karen.
Sementara Steven tak merespon apapun, ia hanya melihat sekejap kemudian menyenderkan kembali tubuhnya pada kursi.
"Oke lo kasih tau kata yang mana yang harus diubah" Leon meraih buku itu kembali untuk ia revisi.
"Bagian sini, kata supaya ganti agar" Candra.
"Ini ganti sama melainkan" gantian Karen memberitahu.
Leon menuruti itu lalu menghapus dan mengganti katanya, Leon beralih pada Steven sekejap yang sekarang tengah bermain game di ponselnya.
"Bantu dikit-dikit bisa kali, jangan cuma diem" keluh Leon.
"Udah biarin aja dia, kalo dia bantu malah kacau nanti" beritahu Candra.
"Ya, lebih baik emang dia gak usah bantu" lanjut Karen menimpali.
"Enak banget ya" Leon menatap sinis ke arah Steven, sementara yang ditatap hanya tersenyum senang.
-
Hari sudah menjelang sore, setiap kelas mulai dibubarkan termasuk kelas Leon. Leon merapikan peralatannya kemudian ia masukan ke dalam tasnya.
"Aduh"
Tiba-tiba Leon merasa ingin buang air kecil, ia buru-buru memasukkan peralatannya dan sedikit berlari untuk menuju toilet.
Sampai di toilet ia segera masuk ke bilik toilet, tanpa memperdulikan orang-orang yang berada disana. Tak butuh lama Leon keluar dengan perasaan lega. Ia beralih ke wastafel untuk mencuci tangannya.
"Boker lo?" tanya orang yang sedari tadi memperhatikan Leon dari saat masuk toilet.
Leon menoleh, dan orang yang bertanya padanya itu ternyata orang yang Leon anggap paling ngeselin. Siapa lagi kalau bukan Steven.
"Kepo amat lo" ketus Leon.
"Ck biasa aja kali cil"
"Apa? Lo bilang gw cil? Maksud lo gw bocil hah?!" Leon menatap kesal Steven karena perkataannya.
"Emang bocil kan?"
"Sadar diri lah, lo juga bocil" Leon berdecih.
"Tapi masih bocilan lo" ujar Steven diakhiri kekehan kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAITHFUL LOVE [BL]
Teen FictionKetertarikan bisa terjadi akibat berada di lingkungan yang sama. Salah satu faktor yang membuat ketertarikan itu ada ialah teman bertengkar. Itu muncul akibat mereka terlalu sering bertengkar, saking seringnya mereka sampai tak sadar bahwa mereka be...
![FAITHFUL LOVE [BL]](https://img.wattpad.com/cover/285620072-64-k674409.jpg)