Beberapa hari kemudian, Leon tengah membaca materi yang akan dibahas hari ini, dengan fokus, tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara seseorang yang membuat Leon risih. Nayla dan kawannya datang ke kelasnya dengan heboh.
"Gaess gaess mohon perhatiannya" ucap Nayla yang sekarang tengah berada di depan kelaa.
Tentunya siswa/i yang berada di sana memperhatikan dirinya.
"Kenapa nih Nay?" tanya Bima.
"Jadi gaess, gw mau sebar undangan ulang tahun gw weekend ini. Tentunya kalian semua kelas 12 di undang, gw harap kalian datang ya" tuturnya.
"Res Sin tolong bagiin ya" mereka pun mengangguk kemudian membagi undangan itu.
"Oh iya acaranya nanti bertema Putri dan Pangeran, jadi outfitnya sesuai tema ya jangan sampe salah oke"
Teman-temannya telah selesai membagikan kartu undangan lalu kembali ke sisi Nayla.
"Segitu aja ya, jangan lupa dateng" Nayla pergi dengan melambaikan tangannya.
Nayla dan kawan-kawannya keluar dari kelas itu. Semua yang berada di sana memperhatikan undangan tersebut, termasuk Leon.
Ngapain harus pake tema ginian sih, batinnya geli.
Leon menaruh undangan itu kembali kemudian melanjutkan membaca bukunya.
Dari arah lain, Steven juga membaca undangan Nayla, yah dia sudah terbiasa dengan undangan tersebut karena memang sudah beberapa kali ia mendapat undangan ulangtahun dari Nayla.
"Ven, gebetan lo ngadain party divila njir" Bima sumringah.
"Gebetan mata lo somplak"
"Pasti bakal mewah sih"
"Btw si Nayla masing ngejar² lo Ven?" lanjut Candra bertanya.
"Gak peduli gw" Steven Acuh.
"Lo kaga tau Can? Si Nayla udah kena marah sama Steven" saut Bima.
"Lah emang iya?"
"Iya njir, sebulan lalu tuh kejadiannya. Mana nyeret2 orang lagi"
"Nyeret orang gimana maksud lo, jangan bikin gw bingung tod"
"Itu loh yang si Leon katanya ngebuli dia, padahal kan gak begitu"
"Owh yang itu, iya sih gak masuk di akal emang si Nayla"
"Lo liat kejadiannya?" tanya Karen.
"Yap, bahkan gw liat pas si Nayla ngerencanain itu sampai selesai"
"Kenapa lo gak bantuin dia?" orang yang Steven maksud adalah Leon.
"Ah... Itu gw gak kepikiran hhha" Bima terkekeh kikuk.
Steven menghela nafasnya, lalu mengalihkan pandangannya pada sesuatu.
"Ah gw laper, ke kantin kuy"
"Bentar lagi masuk, nanti aja" ucap Karen yang mendapat keluhan dari Bima.
-
Istirahat, Leon tengah bersama James di kantin sekolah, tentu saja tengah mengisi perut mereka.
"Katanya semua orang di kelas 12 diundang, nanti lo bareng gw ya, pasti lo gaktau kan rumah dia dimana"
"Iyalah gw gaktau"
"Nanti gw ke rumah lo ya"
"Ya, btw lo mau ikut ke perpus setelah makan?" tanya Leon.
"Tumben lo ngajak ke perpus, biasanya kan ngajak mabar"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAITHFUL LOVE [BL]
Teen FictionKetertarikan bisa terjadi akibat berada di lingkungan yang sama. Salah satu faktor yang membuat ketertarikan itu ada ialah teman bertengkar. Itu muncul akibat mereka terlalu sering bertengkar, saking seringnya mereka sampai tak sadar bahwa mereka be...
![FAITHFUL LOVE [BL]](https://img.wattpad.com/cover/285620072-64-k674409.jpg)