Pilihan

2 0 0
                                    

Kelas 2 SMP sudah berpikir dibawa kemana raga ini untuk berlabuh mendapat pendidikan selanjutnya. SMA atau SMK. Teman-teman sepergaulan pasti akan memilih SMA, dikarenakan SMK cenderung dianggap sebelah mata. Orang tua pun menyarankan agar memilih SMA terlebih dulu, okey!. Ketika waktunya tiba pengumuman lulus ujian nasional, pendaftaran untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya tiba. Tiga pilihan diberikan, aku pun memilih SMA untuk opsi pertama dan kedua. Terakhir aku pilih SMK, aku berpikir dengan nilai yang aku raih ketika ujian nasional tidak mencukupi untuk keterima di SMA. Hal tersebut nyatanya benar, pilihan terakhir pun lolos. Diterimalah aku di SMK dengan jurusan yang aku pilih yaitu Teknik Komputer Jaringan, karena aku suka dengan dunia Informasi dan Teknologi pada saat itu dan aku rasa itu akan mudah untuk aku beradaptasi dengan pendidikannya.

Ada teman bertanya. "Dimana keterima sekolah?" aku pun menjawab dengan bangganya "SMK". Namun balasan yang aku terima dari dia sangatlah mengecewakan dalam hati. "Yang bener aja kamu SMK? ga salah tuh. Kenapa milih itu sih" aku pun terdiam, dan membakar semangatku untuk membuktikan suatu saat nanti aku akan menjadi orang bisa Ia banggakan di setiap obrolannya. Lebih kesalnya lagi mengapa stigma SMK tersebut sangatlah buruk bagi mereka. 

Tiba saatnya pertemuan pertama pembelajaran di kelas, aku pun bertemu dengan beberapa teman lamaku pada saat SD yang berhasil dipertemukan di bangku SMK. Aku membentuk sederet bangku kebelakang dengan teman-teman yang sudah kukenal awalnya. Lama kelamaan pertemanan mulai terlihat semakin intim dengan teman sekelas karena sudah saling tahu dengan apa yang sudah kita perkenalkan awalnya. Disana aku berpikir "Anak komputer akan mengguncangkan dunia suatu saat nanti". Teman-temanku juga berpikir demikian, yang akan merakit perangkat keras ini dan itu dan bermimpi layaknya menjadi Steve Jobs ataupun Bill Gates. 

Hari-hari aku lewatkan menjadi anak Teknik Komputer Jaringan dengan rentang 3 tahun, aku sangat menikmatinya dengan bekal yang aku sudah kantongi sejak SD di jejali perangkat-perangkat keras dan digital oleh Kakak-kakakku yang gemar akan Teknologi. Banyak teman yang aku dapatkan dari SMK, tidak hanya dari jurusan aku saja. Namun dari jurusan lainpun aku sangat mengenal satu sama lain. Maklum lah ya, namanya juga orang famous xixi.

Di kelas, aku dikenal sebagai orang yang kreatif dan tidak kehilangan ide-ide yang akan membuat orang tersentak dan lagi satu ialah sangat jahil dengan teman hehe. Aku membuatkan poster-poster unik dan jenaka pada perlombaan perayaan ulang tahun sekolah untuk kelasku, dari sanalah kelasku mulai dikenal dengan canda dan kelucuannya. Media sosial Instagram saat itu sangatlah trendy dikalangan remaja, aku pun tidak ketinggalan untuk membuatkan akun instagram untuk kelasku. Pada awalnya aku me-manage akun instagram tersebut dari pemilihan nama dan konten apa saja yang akan diterbitkan, lalu akun tersebut menjadi tumbuh besar dan banyak diikuti oleh teman-teman jurusan lain dikarenakan konten-konten yang kami sajikan selalu menyita waktu mereka untuk tertawa melihatnya.

Suasana kelas pun menjadi hidup ketika semua lucu pada waktunya, kelasku terkenal dengan kekonyolannya. Dan diakhir masanya banyak konten-konten yang super duper lucu yang kami sajikan untuk teman-teman. Hingga aku dengar adik tingkat dibawahku 3-4 tahun setelah aku lulus dari SMK, tahu akan kejenakaan kakak tingkat pendahulunya dan selalu mengibarkan bendera dan berfoto di depan baliho yang bertuliskan nama kelasku. Sangatlah bangga dengan proses tersebut, semoga selalu menjadi inspirasi yang positif tiap saatnya.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 30, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Wahai TersepelekanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang