4. A Step Closer To The Eternity

67 15 2
                                        

⚠️
TW / Peringatan
Mungkin ada beberapa bagian yang akan kurang mengenakkan untuk dibaca.

















Beomgyu senang sekali hari ini, sekolah libur dan Yechan mengajaknya... entahlah itu seharusnya jadi seperti piknik, tapi Yechan bilang tidak usah bawa makanan apapun.

Beomgyu jadi lebih dekat dengan Yechan karena Hyunbin menjadi sering sakit-sakitan, dan Hyojung juga lebih sering duduk dengan Eunbin.





























Yechan anak yang suka berpetualang, Beomgyu sering ditariknya ke tempat-tempat yang unik sepulang sekolah.

Kemarin dia baru tau kalau di danau tempat dia sering berpiknik, ada gua kecil yang punya jejak kaki gorila di muka guanya.

Yechan bilang masih ada gorila disana.

Dia kira Beomgyu akan takut, tapi Beomgyu malah ingin masuk lebih dalam dan melihat gorila itu—yang tentunya ditolak mentah-mentah oleh Yechan yang waras dan sebenarnya hanya bercanda.






Juga dia sudah pernah diajak Yechan berkunjung ke tempat rahasia di perpustakaan desa.

Tempat itu ada di luar perpustakaan, dekat gudang, ada buku-buku kuno disana. Bahasanya tidak Beomgyu mengerti. Tapi Yechan bilang ini tentang iblis-iblis juga cerita tentang Tuhan.




Pengetahuan Beomgyu jadi lebih luas sejak berteman dengan Yechan.



Hal ini disambut baik oleh keluarga Beomgyu yang mengajak Yechan untuk makan siang bersama.

Yechan belum menerimanya, beralasan bahwa dia sibuk menggarap ladang.

Entah ladang siapa, Beomgyu tidak mau bertanya, yang penting kini dia tau kalau Yechan tinggal sendiri dan bekerja sebagai penggarap lahan.







Beomgyu juga pernah diajak ke rumah Yechan. Tentunya, isinya seperti yang sudah Beomgyu bayangkan. Kosong dan menyedihkan.

Hanya ada satu lampu minyak disana.

Ada beberapa buku dan pakaian di sebuah rak yang digantung dekat peralatan masak.

Tidak ada kursi, karena kursi dijadikan meja untuk Yechan.

Tidak ada kamar mandi juga, hanya ada pancuran air di belakang rumah.

Sendok, garpu, piring, dan gelas juga hanya ada satu.

Atapnya dari jerami kadang sering bocor saat hujan.


Cukup menyedihkan.


Tapi ada satu yang menarik perhatian Beomgyu. Ada lukisan berisikan empat orang, yang satunya mirip Yechan, digantung di dekat tempat tidurnya.

"Itu siapa?" Tanya Beomgyu.

"Keluargaku." Jawab Yechan singkat.

"Ayahmu yang ini?" Tanya Beomgyu menunjuk laki-laki satunya yang tidak mirip Yechan.

Yechan menggeleng, "Tidak ada ayah atau ibu. Hanya kami berempat."

Beomgyu bingung, "Bagaimana...?"

"Tidak semua orang punya orang tua, dan aku salah satunya."

"Bagaimana mungkin?" Tanya Beomgyu, yang dia tau seorang anak dapat lahir di dunia karena dipertemukan oleh ibu dan ayah.

"Ya, mungkin-mungkin saja." Jawab Yechan.

Beomgyu hanya mengangguk, walau tidak benar-benar paham, "Jadi mereka siapa?"

I Found HerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang