13. Confusticating Answer

37 10 0
                                        

Beomgyu menatap Asahi lekat-lekat. Dua hari lalu Asahi pergi dan baru kembali sekarang dengan sebuah catatan di tangannya.

Malam itu untuk pertama kalinya Beomgyu rela tidak tidur, sebab Asahi menjanjikan jawaban atas semua pertanyaannya.













"Oke, mari kita lihat apa yang akan Asahi bicarakan." Ucap Ryujin membuka percakapan.

"Hm, jadi..." Ucap Asahi dengan mata terus-terusan melirik Ryujin.

"Cepetan." Paksa Ryujin.












"Oke, jadi... Beomgyu. Sekarang kita ada di dunia transit, dunia ini ada di atas semua dunia paralel yang Ryujin bicarakan, karena dunia paralel itu hanya untuk mereka yang hidup.

Yang lain ada di dunia orang hidup atau orang mati. Kita sekarang ada di tengah-tengah. Makanya gak-- tidak bertemu dengan siapapun, alasan kenapa kamu sendirian. Alasan lain karena kamu di... dibunuh oleh... Yechan.

Dan... siapa aku dan Ryujin... kami juga tidak tau kami siapa." Jelas Asahi.







Beomgyu diam sebentar, cukup rumit untuk mencerna semuanya, karena dia benar-benar tidak tau mengenai apa yang Asahi bicarakan. Beomgyu menatap Ryujin dan Asahi bergantian, "Kenapa kalian tidak tau?" Tanya Beomgyu.

"Karena selama ini kami hanya menganggap kami kesalahan, tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskan siapa kami. Hanya kami ditakdirkan untuk selalu bersama... dalam konteks yang agak membingungkan. Aku dan Asahi sama halnya seperti... Yechan dan Yeojin." Jelas Ryujin membuat Beomgyu mematung, dia tetap tidak bisa menerima fakta mengenai hubungan Yechan dan Ryujin.

"Ada pertanyaan lagi?" Tanya Asahi kepada Beomgyu.

Beomgyu berdeham, "Kalau Yechan dan Yeojin jahat, lalu kalian baik?"





Ryujin dan Asahi menggeleng, "Baik Ryujin maupun Yechan, tidak ada yang baik." Jelas Asahi.

"J-jadi kenapa kalian ingin membantuku?" Tanya Beomgyu, semuanya mulai terhubung di kepalanya.

"Itu masalah Ryujin pribadi. Persetujuan yang dia buat sendiri." Jawab Asahi, "Jelas?" Tanya Asahi.


Beomgyu mengangguk, "Terima kasih."

Hari ini Beomgyu batal tidak tidur. Semua yang keluar dari mulut Asahi dan Ryujin memusingkan kepalanya. Transit, paralel, kesalahan, jahat, baik, semuanya... semuanya membingungkan bagi Beomgyu.





























"Beomgyu, apa kamu mau hidup lagi?" Tanya Ryujin.

Beomgyu mengangguk, "Mau." Jawabnya singkat.

"Maka bersiaplah, besok kita akan mulai perjalanannya." Ucap Ryujin lalu menutup pintu kamar Beomgyu.

























Sekembalinya dari kamar Beomgyu, Ryujin melihat Asahi sudah berbaring di ruang keluarga Beomgyu.

"Baca buku dimana lo?" Tanya Ryujin.

"Akhirat." Jawab Asahi singkat kemudian menutup seluruh wajahnya dengan selimut.

I Found HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang