10. Question 1 : In Which Layer?

51 10 0
                                        

Beomgyu memperhatikan Ryujin dan Asahi yang sedang berdikusi dengan bahasa yang tidak ia mengerti.

Wajah Asahi tampak begitu serius sedangkan Ryujin terlihat malas membahasnya.

Dari yang Beomgyu tangkap, ini menyangkut seorang... entah perempuan atau laki-laki, yang bernama Jaehyuk. Beomgyu tidak benar-benar paham menceritakan tentang apa, intinya Asahi mengabarkan sesuatu tentang Jaehyuk, dan Ryujin menjawabnya dengan malas.















"Uhm... hai?"

Suara Beomgyu memecah percakapan Ryujin dan Asahi, mereka sadar kalau Beomgyu mungkin terasa terasingkan.

"Maaf, ya, Gyu. Asahi banyak tanya." Ucap Ryujin meminta maaf.

"Iya, tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertanya..." Ucap Beomgyu.


"Tanya apa?" Tanya Ryujin membalikkan badannya penuh ke arah Beomgyu.

"Kalian disini sampai kapan?" Tanya Beomgyu.

"..."

Hening, tidak ada jawaban baik dari Ryujin maupun Asahi.

Asahi menggaruk tengkuknya. Ryujin memegang dagunya.



"Kalian disini selamanya?" Tanya Beomgyu lagi.

"Enggak!" Bantah Ryujin dan Asahi bersamaan, mengejutkan Beomgyu yang tidak menduga akan mendapat reaksi seperti itu.

"Kenapa?" Tanya Beomgyu.

"Kita gak bisa disini selamanya, Gyu. Kamu juga harus pergi dari sini." Ucap Ryujin.

"Tapi... bagaimana caranya?" Tanya Beomgyu.

"Sedang aku pikirkan, sabar, ya." Pinta Asahi.

Beomgyu mengangguk, "Jadi selama menunggu, boleh aku bertanya-tanya pada kalian? Aku sudah sangat lama tidak bertemu orang untuk bercakap. Aku merasa aku semakin fasih berbicara saat kalian hadir. Kalian... seperti cahaya di kehidupanku yang malang ini."


Ryujin merasa ada yang mencair di hatinya. Kata-kata Beomgyu menghangatkan perasaannya. Ryujin merasa begitu spesial sampai-sampai berpikir dia tidak pantas dipuji seperti itu.

Ryujin benar-benar ingin membantu Beomgyu.

Masa bodoh kalau Asahi harus pontang-panting bekerja. Lagipula itu tugasnya. Tugas Asahi adalah membantu Ryujin, dan Ryujin butuh bantuannya dalam hal ini.










"Tanya saja." Persilakan Asahi.

"Jadi... dunia sebenarnya ada banyak?" Tanya Beomgyu.

"Iya."

"Kita dimana?"

"Di dunia."

"Iya, dimana?"

"..."

"Hm... kita di dunia yang mana?"

"Dunia yang ini."

"Yang mana?"

"Ya, yang ini."

"Aku tidak mengerti."

"Sama." Balas Asahi pendek, bercakap dengan Beomgyu seakan menyedot energinya untuk berbicara.







Ryujin memutar bola matanya, "Kita ada di dunia transit, Beomgyu."

"Jadi?"

"Di dunia lain, kamu mungkin masih hidup." Jelas Ryujin

"Di masa yang sekarang? Yang awalnya 2000?"

"Iya begitulah."

"Bisa aku lihat sekarang aku bagaimana?"

"Itu bukan ide yang baik." Tolak Ryujin

"Kenapa?" Tanya Beomgyu.







"Gimana, Sa? Gue ngundang lo kesini kan biar lo ngomong sama Beomgyu." Ucap Ryujin menyenggol bahu Asahi.

"Ya, gue juga gak tau."

Ryujin menyerngitkan kening, begitu juga Beomgyu—karena tidak paham bahasa Ryujin dan Asahi— yang bingung.

"Gimana sih?" Gerutu Ryujin pada Asahi.

"Singkatnya, kita gak boleh merusak tatanan dunia dengan memperlihatkan siapa lagi berbuat apa di dunia-dunia lain." Jelas Asahi pada Beomgyu.














"Dunia punya lapisan?" Tanya Beomgyu.

"Mungkin." Jawab Asahi.

"Kita di lapisan keberapa?"

"..."

Ryujin dan Asahi terdiam. Asahi jujur tidak tau jawabannya. Tidak tau juga itu pertanyaan macam apa.

"Kenapa?" Tanya Beomgyu polos, melihat Ryujin dan Asahi bergantian.



























"Aduh, ni anak paham gak ya, kalau dunia bukan kayak bawang bombai?" Tanya Asahi kepada Ryujin sambil menggaruk kepalanya.


"Kamu bicara panjang dan dengan penekanan emosi, akhirnya, aku kira kamu susah bicara." Potong Beomgyu yang selalu memperhatikan Asahi, nada bicaranya datar dan kalimat yang diucapkannya selalu pendek.





"Dia kaku dengan orang yang baru dikenalnya." Ucap Ryujin mewakili Asahi.

"Jadi apa tadi... bawang bombai? Ni anak?" Tanya Beomgyu setelah mendengar kata-kata yang tidak ia mengerti.

"Itu bahasa kami, kami menggunakannya di tahun 2000-an." Jelas Ryujin.











Asahi menghembuskan napasnya berat, "Dunia bukan berlapis-lapis, tapi berbeda." Jelas Asahi singkat.

"Bagaimana?"

"Y-ya berbeda..." Ucap Ryujin, "Gimana jelasinnya, ya..." Tanya Ryujin kepada Asahi.

"Gak tau juga..." Jawab Asahi.

"Makanya, lo harusnya baca buku." Gerutu Ryujin.

Asahi hanya menggidikkan bahu.













Sekarang mereka bertiga duduk di tengah kebingungan.

I Found HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang