14. Voyage Across The World

42 9 1
                                        

Beomgyu membuka pintu rumah dengan perasaan campur aduk; untuk yang pertama kalinya, dia akan pergi meninggalkan rumah tersebut.

Berkali-kali Beomgyu bertanya, apakah rumahnya akan hilang? Jawaban Ryujin tidak menuntaskan rasa penasarannya sama sekali. Ryujin hanya menjawab setengah-setengah.





Diliriknya Asahi yang serius bukan main memimpin perjalanan, Beomgyu terus menangkap hal apa saja yang ia lewatkan di sekitar rumahnya.

Dibalik pagar menjulang, tempat sekitarnya tinggal punya banyak hal cantik untuk dilihat. Tapi Beomgyu hanya membiarkannya, tidak melihatnya sama sekali, dan tetap mengunci pagar besi itu. Sampai Ryujin dan Asahi datang, membuatnya terpaksa membuka kunci yang hanya ingin ia buka untuk keluarganya.












Cukup jauh dari pekarangan rumahnya, Beomgyu sendiri tidak pernah tau, tapi ada semacam sungai tak tersentuh. Alirannya damai, tidak riuh.

Asahi dengan sigap membantunya dan Ryujin untuk naik ke atas kapal dayung yang telah disiapkan, turut memberi dayung kepada mereka.











Keadaan hening bukan main, Ryujin dan Asahi bahkan tidak bercakap dengan bahasa aneh mereka. Hanya diam.






Begitu juga saat mereka mulai melihat badan kapal besar.

Kapal terbesar yang pernah Beomgyu lihat.


Lagi-lagi, Asahi mengejutkan Beomgyu dengan segala kebisaannya. Mereka bertiga menarik jangkar, kemudian pemuda yang bajunya jadi jauh lebih rapih itu mulai memutar roda kemudi. Asahi keren sekali.











Akhirnya, suara milik Ryujin mengusir keheningan.

"Kalau kamu ikut, kamu harus siap." Ucap Ryujin dengan mata lurus menatap Beomgyu, tampaknya ini benar-benar serius.

Beomgyu belum mau mengangguk, ia menelan ludahnya, "Siap bagaimana?"

"Siap dengan semua yang kamu lihat."

"Kenapa?"

"Kamu mau kembali, kan? Kembali bukan perkara mudah."

Penjelasan Ryujin belum cukup baginya, "Baiklah, aku siap." Jawab Beomgyu, dia merasa... sudah harus menjawabnya.







"Asahi, jalan."

Dan satu perintah dari Ryujin membuat kapal yang mereka tumpangi mulai berlayar.

Beomgyu suka. Dia selalu ingin mencoba pergi, terlebih dengan kapal. Hyunbin selalu bercerita tentang ke negara seberang dengan kapal; dan benar kata Hyunbin, ini menyenangkan, meski kepalanya agak pusing.

















Decak kagum tidak hentinya keluar dari mulut Beomgyu. Ini jelas bukan perjalanan biasa!

Dengan jelas, Beomgyu dapat melihat objek-objek di sekitarnya, semuanya berterbangan di udara.

Beomgyu melihat gambar pernikahan orang tuanya. Susah payah ia mencoba meraihnya, tapi tangannya ditahan oleh Ryujin, "Tidak akan bisa. Ini ilusi, Beomgyu."



























"Selamat datang di dunia orang mati." Ucap Asahi datar.

Bulu kuduk Beomgyu merinding.

Di sekitarnya... banyak sekali pemandangan yang tidak bisa dia ungkapkan. Beomgyu hanya diam. Ternyata begini pemandangan dunia yang selalu ingin Beomgyu datangi?

Gelap. Ada juga yang bercahaya. Langitnya didominasi kelabu, beberapa bagian punya petir, beberapa bagian punya pelangi dan sinar yang terlihat hangat.

Beberapa hal berterbangan di sekitarnya. Beomgyu lebih senang menyebut mereka sebagai hantu.













"Aku bisa menyentuh mereka!" Pekik Beomgyu senang.

"Kita semua bagian dari mereka, untuk beberapa saat." Jawab Ryujin santai. Dia sudah duduk dan membaca buku dari tadi.

"Apa mereka baik?"

"Tergantung."

"Hm?"

Bukannya menjawab, Ryujin malah mengangkat kepalanya dari buku dan menggidikkan bahunya kepada Beomgyu. Itu jelas tanda tidak mau menjawab.



















"Ayo turunin jangkarnya." Ucap Asahi yang tidak bicara sejak tadi.

Beomgyu dan Ryujin dengan sigap turun tangan membantu Asahi.



"Apa yang akan kita lakukan disini?" Tanya Beomgyu.

"Mimpi." Jawab Asahi singkat.

Beomgyu tidak mengerti, menatap Ryujin dengan tatapan minta penjelasan, "Kamu, Gyu. Kamu akan... hmm... intinya nanti kamu akan bertemu keluargamu. Tapi ingat, kalau mau hidup lagi, kamu harus merelakan segalanya." Jelas Ryujin, "Siap?" Tanyanya lagi.

Dan Beomgyu dengan ragu-ragu mengangguk.

I Found HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang