Beomgyu membuka matanya, dia merasa pening. Dilihatnya kegelapan sejauh mata memandang, ada siluet terang, tidak bisa jelas Beomgyu lihat.
Entah apa yang Ryujin lakukan.
Terakhir kali yang Beomgyu ingat bahwa mereka turun dari kapal, menuju pantai, disana terdapat tempat seperti pondok dari bambu yang atasnya dipenuhi awan.
Pasir menyambut langsung setelah mereka turun. Sinar matahari terasa lembut dan angin bertiup tenang.
Semuanya membuat Beomgyu mengantuk. Asahi juga nyaris tertidur, keadaannya benar-benar tenang. Ryujin sibuk sendiri dengan bukunya.
Ryujin menyampaikan bahwa tujuannya memang membuat Beomgyu tertidur. Asahi memutuskan berjalan-jalan di sekitar pantai demi menghilangkan rasa kantuk.
Dengan langkah sempoyongan, Beomgyu mencoba untuk berjalan menuju siluet berbentuk pintu itu.
Rasanya mata Beomgyu akan buta sebentar lagi.
Cahaya benderang menjemputnya sesegera mungkin setelah Beomgyu membuka kenop pintu.
Sudah pusing, mata dipermainkan dengan gelap dan terang pula.
Beomgyu terduduk cukup lama, mencoba menghilangkan pusing dan perlahan membuka matanya.
Dua suara familier terdengar. Beomgyu langsung menyapu pandangan ke sekitarnya.
"Ibu! Ayah!" Seru Beomgyu riang, berlari menyambangi orang tuanya. Memeluk ibunya erat-erat.
"Kami mencarimu kemana-mana..." Ucap Ibunya sambil balas memeluk Beomgyu, telapak tangan sang Ayah terasa mengusap kepalanya.
"Maafkan aku..." Ucap Beomgyu dengan mata berair.
"Tidak apa, kita semua disini sekarang." Jawab Ibunya menghapus jejak air mata di pipi Beomgyu.
"Hai, adik kecil." Sapa kakak perempuannya, gadis itu tampak cantik dengan pita di kepalanya.
"Hai, senang bertemu denganmu, pita itu cocok untukmu." Ucap Beomgyu.
"Aku bagaimana?" Tanya kakak laki-lakinya muncul dari balik tirai.
Beomgyu terkejut, perubahan jelas terlihat dari wajah kakaknya yang satu itu, tubuhnya... seperti kaki tangan para rentenir untuk menagih hutang.
"Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Beomgyu.
"Sedikit berolahraga setelah kepergianmu." Jawab kakaknya singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Found Her
FanfictionKeseharian Beomgyu selalu terasa hampa, dia sudah siap untuk menghilang dari alam semesta. Dihitung hari demi hari kepergiannya yang tak kunjung datang, sampai hal yang lain berlabuh; Ryujin. [The Arcane Universe : Book II]
