3. Befriend With The Eternity-Giver

73 11 0
                                        

Setelah aksi kabur dari sekolah, Beomgyu bertemu Hyunbin di bawah pohon di pekarangan rumahnya, dia juga diantar pulang oleh Yechan.

"Guru itu marah sekali padamu-- pada kalian." Ucap Hyunbin seraya menyerahkan peralatan tulis Beomgyu, "Tapi aku puas melihat wajahnya merah padam karena malu." Lanjut Hyunbin.


"Bukankah kamu juga senang, karena tubuhmu dipuji tinggi dan semampai?" Tanya Beomgyu.

"Semampai dengan ceking beda tipis." Jawab Hyunbin, "Lagi pula itu menyeramkan, bagaimana bisa dia selalu masuk ke ruang ganti dengan tujuan memperhatikan kita?"

Yechan mengangguk, "Guru itu menjijikkan."


"Ya, dia pantas mendapatkan rasa malu. Eunbin tadi menangis, malu sekali dipuji tinggi dan... ya, kalian tau... dia menangis, mengisolasi dirinya dari para laki-laki, duduk di belakang, bersama Yeojin." Jelas Hyunbin.

"Eunbin yang malang..." Ucap Yechan.

Beomgyu diam saja, karena tidak kenal Eunbin yang mana.

"Gyu, kamu tau Eunbin yang mana?" Tanya Hyunbin.

Tentunya, Beomgyu menggeleng, "Tidak..."

Hyunbin menepuk jidatnya, "Terima kasih karena sudah menarik tangan Beomgyu, aku yakin temannya bertambah satu berkat dirimu." Ucap Hyunbin menepuk bahu Yechan, melambaikan tangannya pelan lalu menjauh dari pekarangan rumah Beomgyu.







"Rumahmu bagus juga." Ucap Yechan.

"Y-ya... kamu bisa singgah kalau mau." Tawar Beomgyu.

"Lain kali, ya, terima kasih. Sampai jumpa besok di sekolah." Pamit Yechan



































Tapi bohong. Yechan tidak datang esok hari.

Beomgyu jadi samsak kemarahan guru olahraga yang malu.

Tapi kali ini yang lain tidak diam. Semuanya membela Beomgyu, terlebih Jinyoung yang dekat dengan Eunbin.

Semuanya bersuara, tentang ketidaksukaan mereka terhadap topik bahasan itu dan segala perlakuan si guru.













Hasilnya cukup baik, guru itu tidak mengajar keesokannya lagi.

Dengar-dengar dia pergi dari desa, entah kemana, tidak ada yang mau cari tau, yang pasti rumahnya kosong.
















Beberapa orang tua mulai menentang adanya pelajaran olahraga, meminta sekolah untuk kembali fokus hanya pada akademik.

Tidak disetujui kebanyakan anak laki-laki tapi mereka kalah suara atas ketakutan anak perempuan dan para orang tua yang menolak keras adanya pelajaran olahraga.

Ruang ganti laki-laki kini kembali berfungsi sebagai gudang.
































Dan betul kata Hyunbin, teman Beomgyu bertambah satu.

Yechan pandai sejarah tapi tidak pandai berhitung, kebalikan dari Beomgyu. Hyunbin mengaku dia tidak pandai dua-duanya padahal merupakan terbaik kelima di kelas.
















Sejak Eunbin menjauhkan diri dari anak laki-laki, mereka lebih sering berkumpul sesuai gender.

Anak perempuan akan duduk di ujung menemani Eunbin sambil makan atau sekedar berbicara.

I Found HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang