18 (With Daddy)

39.5K 1.3K 146
                                        

🥀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...🥀...

Pukul 03:01 malam.

Drettt

Drettt

Dering telpon yang di senyap kan itu berbunyi sadari tadi namun Yuna tidak mendengarkan ia sudah tenggelam di dalam larut mimpi.

Tok!

Tok!

Tok!

Ketukan pintu itu mulai membangunkan Yuna dari tidurnya. Siapa yang mengetuk pintu di tengah malam seperti ini? Bahkan ketukannya seperti di cerita dongeng ketika dengar ketukan pintu sebanyak tiga kali berarti itu adalah hantu.

"Berisik sekali," gumam Yuna merasa kesal, terpaksa mendudukkan dirinya untuk mengumpulkan nyawa sejenak setelahnya ia berjalan membuka pintu coklat tersebut.

Cklek!

Seseorang langsung mengendong nya ala karung beras setelah menutup pintunya kembali dan menguncinya. Yuna kembali tidak sadarkan diri. Ia memilih tidur kembali tidak perduli itu siapa dan lampu yang sudah mati membuatnya malas membuka mata.

Orang tersebut membaringkan Yuna kembali di tempat tidur dengan perlahan. Ia melirik ke area bawah melihat gadis itu tidur dengan baju kurang bahan, memperlihatkan paha putih mulus. Terpaksa ia harus menahan hasratnya kembali.

Bukan pria itu namanya jika tidak menjahilinya terlebih dahulu. Ia perlahan menindih tubuh gadis yang sedang tertidur lalu mengendus leher menghirup aroma Cherry Blossom terpancar dari tubuhnya. Candu bagi pria berbadan kokoh tersebut.

Yuna mulai terusik dan membuka mata perlahan. Gadis itu langsung membelalakkan mata. Namun saat ingin berteriak mulut mungilnya langsung dibekap dengan tangan kanan.

"Jangan berteriak, ini Daddy," ucapnya lalu menyingkirkan tangannya dari mulut Yuna.

Plak!

Yuna memukul dada bidang Jeff beberapa kali menatapnya kesal dan jengkel. Ia pikir pencuri yang ingin memperkosa dirinya apalagi posisi tidak nyaman. Tapi memangnya apa ada pencuri yang bisa masuk ke apartemen milik William? Sedangkan di area pintu masuk saja di pasang sinar X berwarna merah.

"Aw! Sakit baby," kekeh Jeff.

"Daddy ngapain sih! Dari tadi tuh yah Daddy cari masalah terus!"

"Daddy memang suka mencari masalah tapi itu hanya berlaku untukmu," jawab Jeff tersenyum.

"Sudahlah Dad, aku lelah seharian, apa kau tidak kasihan padaku?" tanya Yuna memelas memandangi wajah Jeff berbinar-binar.

"Kamu tadi berkata jika ada sesuatu, ketuk saja pintu mu. Jadi Daddy kesini," balas Jeff.

"Memangnya Daddy perlu apa?" tanya Yuna malas.

"Ini hal yang tidak biasa, tapi sudahlah Daddy hanya ingin tidur bersamamu."

Married with Daddy [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang