[Revisi]
21+⚠️🔞
Gadis berusia 17 tahun yang ditemukan oleh seorang pria bernama Jefferson akrab disapa Jeff. Yuna pergi dari rumah ayah kandungnya menyusuri jalan di tengah malam. Namun, tiba-tiba mobil Jeff hampir menabrak dirinya.
Yuna ga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...🥀...
Tidur tak panjang membangunkan gadis terbaring di ranjang. Mengucek mata, menetralkan pengelihatan dengan pencahayaan sinar matahari memasuki sela kamar.
Meraba-raba sisi di samping kanan tak menemukan apa yang dia cari.
Yuna melirik pintu tidak tertutup rapat, pertanda Jeff meninggalkan Yuna sendirian. Pria itu mengingkari janji bahwa akan menemani Yuna tidur. Pukul 02:15 Jeff kembali ke kamar sang istri tercinta.
Yuna mengembuskan napas berat. Terasa ada yang salah karena tak ada sapaan pagi. Ia bangkit menyibakkan selimut kemudian turun mengambil handuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yuna style
"Aku terpaksa memakainya. Semua baju di sini kekurangan bahan," gumam Yuna memperhatikan pantulan bayangan dirinya di cermin mencocokkan porsi tubuh dengan baju oversize berwarna putih.
"Dia masih marah tidak ya," gumam Yuna mengingat semalam Jeff marah karena sebuah perkataan. Yang menurut Yuna masih bisa dicerna tapi relung hati Jeff tidak bisa menerima.
"Bodoh amat lah," akhir Yuna.
Menginjakan kaki di lantai satu mendapati wanita cantik membelakangi sedang bergulat dengan peralatan dapur.
"Mommy," seru Yuna berdiri di samping menatap berbinar-binar penuh kagum. Melihat Yunhura sedang sibuk menggoreng telur mata sapi untuk diletakkan di roti tawar. Di piring lain sudah tergeletak timun, keju, seledri dan tomat telah dipotong.
"Sudah bangun, sayang?" Yunhura meliriknya.
"Iya Mom. Sini Yuna bantu."
"Tidak perlu. Kamu duduk saja di sana. Ini sudah hampir selesai," suruh Yunhura mengisyaratkan dagu menunjuk meja makan sembari tersenyum memberikan pengertian.
Kepala tertunduk seraya memainkan ujung baju. "Maaf, Yuna telat bangun. Jadi Mommy mengerjakan semuanya sendiri." Yunhura dapat menangkap raut penyesalan dari pupil mata anak angkatnya itu.