[Revisi]
21+⚠️🔞
Gadis berusia 17 tahun yang ditemukan oleh seorang pria bernama Jefferson akrab disapa Jeff. Yuna pergi dari rumah ayah kandungnya menyusuri jalan di tengah malam. Namun, tiba-tiba mobil Jeff hampir menabrak dirinya.
Yuna ga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...🥀...
"Siapa dia Jeff?" tanya seorang wanita yang baru saja membuka pintu coklat.
"Hanya gadis kecil yang kabur dari rumahnya," jawab Jeff spontan melirik Yuna yang berdiri di sampingnya.
"Siapa namamu?" tanya wanita itu.
"Yuna Ilaska," jawab Yuna sedikit ragu untuk menatap wanita itu.
"Hmm ... nama yang bagus, perkenalkan saya, Yunhura," salamnya.
"Ayo masuk," ajak wanita itu sambil mengambil tas dan jas sang suami.
Yuna melirik Jeff namun di balas dengan senyuman tanpa perkataan.
Yuna memasuki rumah tersebut dengan tatapan kagum. Ini bukan rumah tapi nampak seperti mansion mafia terkejam di dunia. Rumah bertingkat tiga. Nampak Banyak barang-barang antik berlapiskan emas di ruang tamu. Bernuansa hitam dan biru serta beberapa warna emas di bagian sudut-sudut ruangan belum lagi banyak sekali lukisan-lukisan abstrak yang terpajang di dinding.
"Ayo duduk, Yuna," panggil Yunhura untuk duduk di sofa bersamanya.
"Sayang, aku ke atas dulu," sahut Jeff pada istrinya yang duduk di sofa bersama Yuna.
"Iya," jawabnya pada sang suami.
Atensi Yunhura kembali pada Yuna. "Kenapa gadis kecil sepertimu pergi dari rumah?" tanya Yunhura pada Yuna.
"Saya d-di bilang anak pembawa sial," jawab Yuna sopan dan sedikit ragu karena orang sepertinya tidak pantas berbicara langsung pada seorang model terkenal.
"Siapa yang katakan?" tanya Yunhura sedikit terkejut mendengar ucapan Yuna. Ia sedikit menaikkan tangan di sekitar bibirnya.
"Papah saya," jawab Yuna sambil memegang ujung bajunya.
"Siapa namanya?" tanya Yunhura dengan lembut agar Yuna tidak merasa terancam.
"Saya di larang memberi tahu pada orang lain," ucap Yuna menundukkan kepalanya. Ia masih mengingat jelas perkataan ayahnya sebelum ia pergi dari rumah.
"Baiklah, saya mengerti maksud kamu," kata Yunhura.
"Untuk sementara kamu tinggal disini dulu dan gunakan kamar paling ujung di lantai 2 di samping kamar saya," sambung Yunhura.
"Apa saya tidak membebani mu?" tanya Yuna hati-hati.
"Tidak, anggap saja rumah sendiri. Saya senang jika rumah ini sedikit ramai," ucapnya lalu tersenyum.
"Pergilah ke kamarmu dan bersihkan dirimu, ada beberapa baju keponakan saya yang seumuran dengan kamu di lemari kamu bisa pakai itu dulu sementara," jelas Yunhura.
"Terima kasih," ucap Yuna dengan sopan.
"Bisakah kamu memanggil ku mommy?" tanya Yunhura sebelum Yuna melanjutkan langkahnya.