Penyemangat

71 9 0
                                        

Besoknya...

"ohayou, tsumu..."

Osamu bangun dan mengelus surai kuning kembarannya..

"Summisen.."

"Sam, lu gk sekolah?"tanya vina

"Tapi tsumu.."

"udh, sekarang gantian suna yang jagain dia

Sekarang lu harus ke sekolah"

".."osamu terdiam sejenak setelah itu mengangguk.

"yosh! cepetan mandi, kita tunggu diluar"

Setelah selesai mandi, dan sarapan. osamu, koharu, vina, dan salsabila pergi ke sekolah menaiki bus dihalte

Disekolah...

"kenapa kelas begitu sepi?"gumam osamu

"udh, lu diem aja sam"ujar salsa

"hooh. Tenang aja, lu gk bakal diculik"tambah koharu.

Tiba-tiba...



























DUARRRR!!!!
















Bunyi pistol mainan yang mengeluarkan bunga musim semi yang indah, dan ucapan didepan pintu kelas

              "SEMANGAT, OSAMU!!"

"Kenapa kalian peduli ama gw?"

"ya karena lu temen kita"ujar vina

"bener, dan sebagai temen yang baik

Kita harus selalu ada untuk satu sama lain kan?"

"kita semua sayang sama lu"

"yup. maaf osamu, gw jarang dateng jenguk atsumu"ginjima mendekati osamu dan memeluknya.

"ya, gkpp....

Ini udah lebih dari cukup.."gumam osamu yang didengar sekelas.

"kita ada 1 hadiah lagi"

"apaan?"

"nanti saat pulang sekolah, ini juga buat tsumu"

"baiklah.."

Bel istirahat...

"osamu, kenapa kau tidak ke gymnasium untuk latihan?"

"maaf kita-san, aku sedang menjaga atsumu"

"memangnya dia sakit?"

"ano..kita-san, atsumu itu terkena 'Sleeping beauty syndrom'"ujar salsa yang baru nongol diikuti koharu, vina, dan ginjima.

"maaf aku tidak tau.

Dan maaf osamu, aku tidak bisa menjenguk atsumu karena harus menjaga nenek dirumah sakit"

"aku tau kita-san, tidak apa-apa"

"permisi.."shinsuke pergi meninggalkan kelima remaja itu.

"jadi sam, lu gk laper?"

"agaknya.."

"yodah, sini kita traktir"

"gk usah, gw masih kenyang"

"tadi katanya laper"

"tapi gw gk mau repotin kalian"

"udah diem, jan banyak bacot kita ke kantin sekarang"ujar vina yang langsung menyeret osamu ke kantin

Sedangkan koharu narik ginjima kembali ke kelas buat ngajarin materi matematika.

Sedangkan salsa? dia santuy ngikutin kitashin ke gymnasium.

Pulangnya...

Osamu menunggu yang lainnya digerbang sekolah dan setelah menunggu 15 menit, semuanya sudah datang

"ngapain masih disini?"

"nunggu kalian"

"oh iya, hehe"

"yodah ayok, kita ke pantai!!"heboh salsa

"sal, tungguin gw!"teriak vina yang ngikutin salsa

Sedangkan koharu udh narik tangan ginjima ke pantai, sedangkan osamu tangannya udh ditarik ama salsa.

"menyenangkan juga.."batin osamu

Dipantai...

Semuanya menaruh tas dan sepatu mereka di atas pasir pantai agar tidak terkena air.

"WUHUU!!!"salsa langsung nyebur kedalam air.

Sedangkan vina hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya.
Koharu sedang mengambil kertas dan pulpen.
Ginjima mengambil 5 botol dari tasnya dan osamu hanya duduk diatas pasir pantai memikirkan segalanya.

"nah, sekarang kita mulai"koharu

"ngapain?"tanya osamu

"sam, lu tau kan biasanya difilm² gitu kalo buat permohonan ditulis dikertas kan?"

Osamu hanya mengiyakan.

"nah, kita bakal buat kek gitu.

Tapi yang ini beda"

"karena kita bakal nulis permohonan untuk atsumu bangun dari tidurnya dikertas, masukin ke botol, dan hanyutkan ke laut"

"jadi ini kejutannya?"

Semuanya hanya tersenyum melihat osamu.

Mereka mulai menulis harapannya masing-masing dikertas dan memasukkannya ke dalam botol, dihanyutkan ke lautan lepas.

"oh iya sam, kalo atsumu blm bangun, kita bisa nulis lagi dikertas terus kubur dipasir.

Dan saat udh dewasa, kita balik lagi ke pantai ini dan buka botolnya"

"kek perjanjian pertemanan"

"ya kan emang gitu, gin"

Osamu tersenyum tipis dan mereka bermain air sebentar.
Membiarkan osamu menikmati waktu bahagianya walau kembarannya sedang tertidur.

Setelah itu mereka masing-masing pulang ke rumahnya dan osamu kembali ke rumahnya.

"tadaima"

"okaerinasai, sam"

"makasih sun, lu bisa pulang.

Gw mau jagain tsumu"

"tapi gkpp kan? Lu gk darah rendah kan?"

"iya, gkpp kok. Sans aja"

"yodah, kalo gitu gw pulang bye"

Suna meninggalkan osamu yang masih berdiri didepan pintu kamar.

Osamu gugup setiap kali ingin memasuki kamar, ia takut kehilangan seseorang yang disayangi nya.

"tsumu, gw pulang"

"okaeri, sam"

Osamu membulatkan matanya, ia ingin menangis dan segera berlari ke arah kakaknya melempar tasnya sembarangan.

Namun itu hanya ilusi, yang osamu peluk sekarang adalah angin.
Kakaknya tertidur lemas dikasur.

Osamu langsung terduduk dilantai, memeluk kedua lututnya dan ingin menangis namun ia harus menahannya.

Osamu bangkit dari duduknya menghampiri atsumu dan memegang pipinya lembut.

"tsum, kapan lu bangun?"

Osamu akhirnya tertidur dengan pakaian sekolah inarizaki nya dikasur atsumu sambil menggengam erat sebuah surat yang baru saja ia tulis dipantai tadi.

       "Tulis harapan mu di kertas"
      "Dan masukkan dalam botol"
  "Jika kau biarkan itu terhanyut,"
               "Maka suatu hari"
      "Harapan mu akan terkabul"

TBC...

Regret Message Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang