Rindu

67 8 6
                                        

Setelah ritual- maksudnya kebiasaan yang sering mereka lakukan selesai, semua kembali ke rumah masing-masing.

Osamu membuka pintu rumah, namun ia heran lampu dirumah menyala.

"perasaan udh gw matiin lampu nya sebelum ke sekolah atau gw lupa matiin lampu?. Dahlah, mending tidur aja"batin osamu.

Sfx: Kriettt....

Suara pintu kamar terbuka, dan mata osamu melihat sesuatu.

Ia terkejut dan bahkan hampir meneteskan air mata.

Dengan segera ia melempar tas sekolah nya asal dan berlari ke arah kasur.

Osamu pov

"lu kenapa?"

Suara itu...

Suara dari seseorang  yang sangat ku rindukan.

Aku menatap nya dan memegang pipi kanannya

"Ini bukan mimpi kan?!"heboh ku

Ia terkejut namun langsung tersenyum dan memegang pipi kiri ku.

Author pov

"bukan kok, samu.."

"Tsumu.."

Osamu seketika menangis sekencang-kencangnya didalam dekapan sang kakak.

"gw..gw rindu ama lu"

Atsumu sedikit terkekeh dan menatap adiknya.

"jangan nangis, lu cengeng"

Osamu sedikit tersenyum dan berkata

"lu lebih jelek ketika senyum, tsumu.."

Mulai dari saat itu, osamu tidak ke sekolah dan melupakan segalanya.

Yang ada dipikirannya hanya 1.
Yaitu kakak kembarnya, miya atsumu.


























"sam.."

"hm?"

Osamu berbalik dan melihat teman-temannya yang sedang berdiri didepan pintu rumah sakit (?)

"kalian liat kan? Tsumu udh bangun!"

"samu.."panggil salsa

"napa? harapannya terjadi, tsumu udu bangun"

"tapi, osamu.."ujar koharu




















































































"Atsumu udah gk ada"lanjutnya





































"maksudnya apa? Jelas-jelas atsumu didepan gw"

"itu suna, bukan atsumu.."

"hah?"

Osamu menatap suna.

"ini atsumu!"

"gk, atsumu itu udah pergi"

"GK! GK MUNGKIN!!"

Osamu memeluk erat suna dan menangis sekencang-kencangnya.



























Regret Message Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang