-9-

51 5 1
                                    

Sebelum lanjut. . .
Can u guys help me by voting?
Makasii yang udah :3
-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

Sejam sudah berlalu, Tee akhirnya tertidur pulas dengan tangan yang masih saling menggenggam. Kelas sudah selesai hari ini, menandakan waktunya pulang. Kelas sudah mulai sepi, sebelum Reza meninggalkan New dan Tee sendirian, ia sempat berucap..
"New, padahal gua mau numpang lagi :( Tee beban nih.. malah ngajak pacaran."

"Berisik. Beban ngatain beban." New membalas.
Reza pun hanya membalas dengan ekspresi datarnya. Setelah itu ia berpamitan untuk pulang duluan dan meninggalkan mereka ber2.

"Elahh.. ni orang ngebebanin aja."
"Atau gua bangunin aja ya.."
New sudah merapihkan semua bukunya ke dalam tas. Tentu saja menggunakan satu tangannya.
"Nyusahin." Ucapnya.
New sedari tadi ingin membangunkan Tee yang sedang tertidur pulas. Niatnya memang begitu, tetapi entah mengapa baru kali ini, New ingin membangunkan seseorang dengan perasaan tidak enaknya.
"Kasian juga kalo diliat-liat." Ucapnya dalam hati saat menatap wajah Tee, sampai detik ini. New teralihkan..

"New?"
"Neww!?"
Tee memukul kepalanya dengan pelan.

"Duh"
"EH.." New melepaskan genggamannya. Ketidak sengajaan yang dilakukannya tadi agak sedikit......
New mengalihkan pandangannya kearah lain. Sementara Tee yang kebingungan karena tingkah New tadi. Menatapnya seperti... Ia mengatakan sesuatu melalui perasaannya. New menarik nafas panjang.. melupakan momen tadi.

"Jadi--.." Perkataannya terputus. Melihat Tee yang juga sekarang lagi menatapnya. Tee tersenyum kecil.

"Udah saltingnya?"

"APAANSIH.. GA SALTING KO"
"ga sengaja itu.." New beralasan.
"jadi--.. ayo cepetan!"
Tee hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Sementara New yang juga membalasnya hanya dengan menunjukkan muka datarnya... 'lagi'.

Selama perjalan menuruni tangga tidak ada yang memulai obrolan. Keduanya merasa canggung. Namun pada akhirnya Tee terdiam sebentar, saat berada ditengah lapangan dan ingin menuju ke tempat parkiran, Tee memberikan tangan kanannya.

"Hemm" Ucapnya.

"Apa?" New yang tidak mengerti apa yang Tay maksud.

Tay mengalihkan pandangannya sebentar, ia mulai mengambil tangan New untuk berada pada genggamannya 'lagi'.

"Tee??!" New terkejut. Jantungnya berhenti tepat sedetik dari situ.

"Saya. Kayak gini. Cuma sama. Kamu. New." Ucapnya dengan patah-patah.

New tidak merasakan apapun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

New tidak merasakan apapun. Perasaannya begitu kosong. Hening seketika.
Sementara Tee melanjutkan jalannya. Tangan New tertarik,
ia terdiam sebentar..

"i-ini... Bukan.. apa-apa kan Tee? Temen kan??" Ucapnya dengan gugup. New berusaha menenangkan pikirannya, mencoba berpikir positif, bahwa Tee hanya melakukannya dan tidak bermaksud apapun. Tee tidak menjawab. Ia hanya menatap New sebentar dan melanjutkan jalannya.
"Ohh.. ok..(?)" Ucap New dalam hati.
_____________

Setelah sampai diparkiran, Tee membukakan pintu mobilnya untuk New. Ia tidak berkata apapun.. suasana sangat hening, sekolahpun mulai sepi. New yang merasa canggung juga tidak membuka obrolannya. Tidak ada yang mau dibicarakan. Pikirnya.

Diperjalanan.
New sedari tadi hanya berbicara menunjukan jalan rumahnya. Tentu saja Tee hanya membalasnya dengan "hmm, ya". 2menit setelahnya Tee membuka pembicaraan. Obrolannya tiba-tiba saja terlintas dipikirannya.

"Nama kontak gua udah diganti?" Tanyanya.
New yang mendengar pertanyaan itu pun sedikit terkejut.

"Tumben ga kepedean.." balasnya. Tee hanya menatapnya sebentar dan tersenyum kecil.

"Udah lah.."
"Emm.. kemarin itu Reja!"

"Reza?"

"Iya itu :]"

Sudah Tee duga, tidak mungkin New yang melakukannya sendiri.
Terasa sangat aneh baginya.

"Mau mampir dulu ga?" Tanyanya yang sambil memarkirkan mobilnya disisi jalanan.

"Kemana?" Tanya New yang kebingungan.

"Beli martabak aja. Tuh.." Tee menunjuk kearah luar.

"yaa--... udah.. sana"

"Sukanya yang mana?" Tanya Tee sebelum keluar dari mobilnya.

"Hah?? Kok gue??.." New kebingungan.

"Cepet."

"Keju kacang enak kali ya.." balas New yang masih tidak mengerti apa yang Tee maksud.

"Mama kamu suka?" Tanyanya lagi.

"Iyaaaaaaaa....."

Tay pun akhirnya keluar dari mobil, dan segera menuju tukang martabak disisi jalanan tadi.

Perkiraan... New sudah menunggu 11 menit didalam mobil. "Beli satu martabak lama banget anjir" ucapnya kesal. Ia pun akhirnya mendengarkan lagu dari handphonenya.. dan lama kelamaan ia mengantuk lalu tertidur.
Tee masuk kedalam mobil.

"Sorry lam--.." Ucapannya terputus. Melihat New yang berada disampingnya malah tertidur.

"Aduhh.."
"Tadi belok kanan kan.. rumah nomor... 9 (?)" Tee mencoba mengingat perkataan New tadi, yang menunjukan arah rumahnya. Semoga ia tidak salah ingat.

Akhirnya, Tee pun sampai didepan rumah New.. (mungkin).
Tee memang berniat untuk membangunkannya.. tetapi, jika dilihat-lihat.. tidak tega juga.

"Emm.. gua gendong deh.." pikirnya, yang mungkin tidak akan membangunkan New.
Tee keluar dari mobilnya, ia membukakan pagar rumah New terlebih dahulu. Namun, ia memarkirkan mobilnya diluar.
Tidak lupa membawa martabak yang ia beli tadi. Dan mencoba meraih tangan New untuk merangkul lehernya. New digendong dipunggunya, dengan gaya yang masih tertidur pulas. Untung saja Tee tidak membangunkannya. Sampai didepan pintu rumah, Tee mengetok pelan..

*Tok tok tok..
"Misi.." Ucapnya sopan.

Beberapa detik setelahnya, akhirnya ada yang membukakan pintu.

*Cklekk
Pintu terbuka..
__________________________________
Lanjut¿? Vote :D
n then follow for more !
Hope u guys enjoy my story about TayNew <3







SETIDAKNYA // -TayNew- (TIDAK BERLANJUT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang